STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Sabtu, 28 Mei 2011

INDIKATOR GURU DALAM MEMBANGUN CITRA BANGSA KEDEPAN

1. Pengertian guru
Guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya mengajar, kata guru dalam bahasa arab disebut muallim yang artinya orang yang berpengetahuan. Dalam bahasa inggrisnya teacher makna sederhana a person whose give information to other
Pengertian semacam ini masih bersifat umum, dan oleh karna itu dapat mengundang bermacam-macam interprestasi atau penafsiran yang berbeda-beda. Menurut hemat saya makna dari seorang guru adalah di samping sebagai pengajar, melakukan bimbingan atau pelatihan, lebih dari itu seorang guru harus mencerminkan sikap baik yang tidak bertentangan dengan akal sehat karna guru di gugu dan di tiru.

Al-Qur’an Dasar Hukum Islam

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Al-Qur’an sebagai wahyu dan mukjizat, kitab terakhir yang di turunkan Allah swt, kepada Nabi dan Rasul-nya memiliki syariat yang lengkap dengan metodelogi pendekatan hukum. Sehingga peluang untuk menumbuhkan semangat dalam syariah Al-Qur’an sangat terbuka untuk zaman.
Tinjauan syariat Al-Qur’an adalah membangun kebajikan jalan hidup manusia, mewujudkan kemaslahatan syariat tersebut. Melalui asas yang lebih benar, lebih lurus jalannya, menuju suatu arah yang lebih selamat, baik di dunia dan di akhirat.
Yang jelas Al-Qur’an merupakan sumber hukum islam yang sangat kuat dan peraturan didalamnya harus di taati. Al-Qur’an merupakan aturan-aturan amal dan terapan membimbing akidah, syariat dan akhlak yang shahih. Allah memerintahkan hamba-hambanya agar merenungi ayat-ayat Al-Qur’an dan mengemalkannya semaksimal mungkin.

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER DAN DALIL SYARA’

A. PENGERTIAN AS-SUNNAH

Sunnah lebih umum disebut dengan hadits yang mempunyai beberapa arti secara etimologis, yaitu : Qarib, artinya dekat, jadid, artinya baru, dan khabar artinya berita.
 Sunnah menurut ahli fiqih
Sunnah salah satu hukum taqlifi yakni perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
 Sunnah menurut ahli hadits
Bahwa Sunnah merupakan semua yang dating dari Nabi SAW (Perkataan, perbuatan, taqrir) baik yang berkaitan dengan hokum atau tidak.
 Sunnah menurut ahli Ushul
Hanya terbatas pada sesuatu yang berkaitan dengan hukum, di luar hukum bukan dinamakan hadist, seperti cara berpakaian dan sebagainya.

P R O S A F I K S I Tentang Dasar-Dasar Prosa Fiksi


B A B I
PENGERTIAN DAN UNSUR

 PENGERTIAN

Prosa dalam pengertian kesastraan juga disebut Fiksi (fiction), teks naratif (narrative text) atau wacana naratif (narrative discource). Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan atau cerita khayalan.
Fiksi menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan lingkungan dan sesama interaksinya dengan diri sendiri, serta interaksinya dengan Tuhan. Fiksi tidak sepenuhnya berupa khayalan. Membaca sebuah karya fiksi berarti menikmati cerita, menghibur diri untuk memperoleh kepuasan batin. Kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sama dan memang tak perlu disamakan dengan kebenaran yang berlaku didunia nyata. Hal itu disebabkan dunia fiksi yang imajinatif dengan dunia nyata masing-masing memiliki sistem hukumnya sendiri. Dunia kesastraan terdapat suatu bentuk karya sastra yang mendasarkan diri pada fakta. Karya fiksi tersebut dikenal dengan sebutan fiksi nonfiksi (nonfiction fiction).

ZUHUD DAN TAWAKKAL

1. ZUHUD
A. Pengertian Zuhud

Zuhud dari segi bahasa artinya meninggalkan, tidak menyukai atau menjauhkan diri. Zuhud dalam pengertian istilah adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam mengabdikan diri kepada Allah.
Kebalikan dari zuhud adalah hubbuddinya digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Humazah sebagai orang yang senang mencela dan mengumpulkan uang.

AKHLAK TERPUJI DAN AKHLAK TERCELA DALAM HUBUNGAN DENGAN KEHIDUPAN BERBANGSA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Kata Pengantar
Keberhasilan Rasulullah Saw dalam menyebarkan agama Islam benar-benar mengagumkan. Hanya dalam waktu kurang dari 25 tahun beliau berhasil mengubah masyarakat jahiliah yang sangat dekaden menjadi masyarakat yang berperadaban tinggi dan sangat disegani bangsa-bangsa di sekitarnya. Beliau berhasil menegakkan suatu negara yang oleh sosiolog modern seperti Robert M. Bella diakui sebagai negara yang boleh disebut sebagai negara modern.

PEMIKIRAN DALAM LOGIKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membahasa tentang ilmu logika, pasti di dalamnya akan ditemukan yang namanya pemikiran, pernyataan atau penalaran. Dengan kata lain dalam ilmu logika akan dijumpai masalah tentang hal tersebut. Pada dasarnya yang namanya pemikiran yang merupakan kegiatan atau langkah kedua dalam pembahasan ilmu logika. Pembahasan tentang masalah pemikiran ini biasanya disebut dengan yang dengan yang maksudnya adalah hal – hal yang dipercaya atau yang diyakini kebenarannya itulah pemikiran yang menjadi awal sekaligus akhir atau tujuan dari setiap pemikiran.
Dalam mengurangi seluk – beluk pemikiran ini yang menjadi bahasan, namun masih banyak bahasan – bahasan yang lain di dalam belajar ilmu logika namun pada kali ini difokuskan untuk membahas atau mengurangi hal pemikiran.

PSIKOLOGI BELAJAR

A. PENGERTIAN PSIKILOGI BELAJAR

Psikologi belajar ialah sebuah ilmu pengetahuan yang didasarkan pada riset-riset psikilogis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas dalam proses belajar yang lebih efektif.

B. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI BELAJAR 

1. context of teaching learning (situasi dan tempat yang berkaitan dengan belajar dan mengajar)
2. process of teaching learning (proses ataun tahapan-tahapan dalam belajar mengajar)
3. out comes of teaching learning (hasil-hasil yang dicapai dalam proses belajar mengajar)

PENGERTIAN DAN HUKUM PLURALISME DAN LIBERALISME AGAMA


Tidak diragukan lagi, bagi yang masih memegang aqidah Islam, paham semacam itu memang paham syirik, karena itu, sangat wajar bahwa MUI menetapkannya sebagai “haram” dan bertentangan dengan ajaran agama Islam”.
Kaum liberalis sewot. MUI dikatakan ‘tolol’. Jika mereka istiqamah paham liberal, seharusnya membiarkan perbedaan dan tak kebakaran jenggot.
Dalam Munasnya ke-7 di Jakarta, 24-29 Juli2 2005, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 11 fatwa. Berbeda dengan fatwa-fatwa sebelumnya, fatwa-fatwa MUI kali ini – khususnya tentang Ahmadiyah, Liberalisme, Pluralisme, dan Liberalisme – menuai kecaman, hantaman, dan tentangan yang sangat hebat. Sejak fatwa itu ditetapkan, pada 29 Juli 2005, tiada hari tanpa cacian dan hujatan terhadap MUI. Ada yang menyatakan, MUI tolol, MUI konservatif, dan sebagainya. 

FRIEDRICH ERNST DANIEL SCHLEIERMACHER

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Hermeneutika adalah kata yang sering didengar dalam bidang teologi, filsafat, bahkan sastra, hermeneutika baru muncul sebagai sebuah gaerakan dominan dalam teologi protestan eropa, yang menyatakan bahwa hermeneutika merupakan “titik fokus” dari isu-isu teologis sekarang.
Dari sekian banyak tokoh dalam hermeneutika, kami akan mengungkap sebuah pemikiran dari seorang tokoh yaitu F. E. D. Schleiermacher, yang akan membahas riwayat hidup, latar belakang pemikiran, inti hermeneutika menurut schleiermacher untuk lebih jelasnya kami akan mengupas dalam makalah ini.

PENELITIAN PENDIDIKAN

A.MAKALAH PENELITIAN PENDIDIKAN
Pengertian “ Ilmu “.. “ Ilmu Adalah yang bersifat umum dan sistematis, pengertian dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah yang umum. Ilmu adalah pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematis.
Menurut Naroman dalam Nazir (2003). “ Ilmu mencakup lapangan yang sangat luas, menjangkau semua aspek tentang progres manusia secara menyeluruh.

Dasar-Dasar & tujuan Pendidikan Islam

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pendidikan pada dasarnya adalah media dalam mendidik dan mengembangkan peotensi-potensi kemanusiaan yang primordial. Pendidikan sejatinya adalah gerbang untuk mengantar umat manusia menuju peradaban yang lebih tinggi dan humanis dengan berlandaskan pada keselarasan hubungan manusia, lingkungan, dan sang pencipta. Pendidikan adalah sebuah ranah yang didalamnya melibatkan dialektika interpersonal dalam mengisi ruang-ruang kehidupan; sebuah ranah yang menjadi pelita bagi perjalanan umat manusia, masa lalu, masa kini, dan masa akan datang. 

ILMU PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian 

Ilmu dalam bahasa arab, berasal dari kata kerja ‘alima yang berarti pengetahuan. Jadi ilmu itu adalah Masdar atau kata benda abstrak yang berarti pengetahuan. Kalau dilanjutkan lagi ia menjadi ‘alim yaitu orang yang tahu atau subjek, sedang yang menjadi objek ilmu disebut ma’lum atau yang diketahui. Dalam prosese perkembangan sejarahnya, ilmu lalu dipakai dalam dua hal yaitu: sebagai Masdar atau proses pencapaian ilmu dan sebagai objek ilmu (ma’lum). Dalam tulisan ini kita gunakan ilmu dengan dua pengertian itu, yaitu ilmu sebagai proses dan ilmu sebagai objek. 

AYAT-AYAT MAKKIYAH WAL MADANIYAH

BAB I 
PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang Masalah

Usaha untuk menafsirkan al-qur’an secara benar, tidak terlepas dari keharusan untuk mengetahui tentang kapan ayat al-qur’an itu diturunkan, dimana dan kepada siapa ayat itu ditujukan, serta kondisi apa yang melatar belakangi turunnya ayat itu. Pengetahuan tentang hal itu akan dijelaskan secara rinci dalam ilmu Makki Wal Madani.
Oleh karena itu ilmu Makki wal Madani tidak dapat dipisahkan dari rangkaian ilmu-ilmu dalam disiplin ulumul qur’an. Ilmu ini menjelaskan tentang pengertian Makki dan Madani, cara-cara mengetahui Makki dan Madani, tanda-tandanya, macam-macamnya, serta faedah mengetahuinya.
Serta umum memang telah diketahui bahwa al-qur’an bahwa ayat-ayat al-qur’an itu terbagi dalam dua kelompok, yakni Makkiyah dan Madaniyah, namun bagaimana kriteria masing-masing kelompok itu, perlu dijelaskan secara rinci dan mendalam, untuk keperluan itu, untuk itu akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan Makki dan Madani. 

SISTEM EVALUASI HASIL BELAJAR

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Di negara yang sudah maju pendidikan dipandang sebagai sarana utama untuk memecahkan masalah sosial. Dengan menyelesaiakan masalahsosial yang ada maka dalam perkembanganya setiap masalah yang lain akan dengn mudah terselesaikan karena adanya sumber daya manusia yang mendukung dalan setiap produk yang akan diberikan. Berbeda dengan di negara kita yang tergolong pendidikannya paling terbelakang diantara negara-negara di kawasan ASEAN, bahkan dengan Myanmar dan Vietnam pun kita ketinggalan dalam beberapa hal.
Mungkinkah ini terjadi karena Evaluasi Hasil Belajar di negara kita kurang mendukung ataupun ada yang salah dalam penyusunan evaluasinya ?

TAFSIR QS. AL-BAQARAH (2) 6-10

{6 - 7} {إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ * خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ} .
يخبر تعالى أن الذين كفروا، أي: اتصفوا بالكفر، وانصبغوا به، وصار وصفا لهم لازما، لا يردعهم عنه رادع، ولا ينجع فيهم وعظ، إنهم مستمرون على كفرهم، فسواء عليهم أأنذرتهم، أم لم تنذرهم لا يؤمنون، وحقيقة الكفر: هو الجحود لما جاء به الرسول، أو جحد بعضه، فهؤلاء الكفار لا تفيدهم -[42]- الدعوة إلا إقامة الحجة، وكأن في هذا قطعا لطمع الرسول صلى الله عليه وسلم في إيمانهم، وأنك لا تأس عليهم، ولا تذهب نفسك عليهم حسرات.
ثم ذكر الموانع المانعة لهم من الإيمان فقال: {خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ} أي: طبع عليها بطابع لا يدخلها الإيمان، ولا ينفذ فيها، فلا يعون ما ينفعهم، ولا يسمعون ما يفيدهم.
{وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ} أي: غشاء وغطاء وأكنة تمنعها عن النظر الذي ينفعهم، وهذه طرق العلم والخير، قد سدت عليهم، فلا مطمع فيهم، ولا خير يرجى عندهم، وإنما منعوا ذلك، وسدت عنهم أبواب الإيمان بسبب كفرهم وجحودهم ومعاندتهم بعد ما تبين لهم الحق، كما قال تعالى: {وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ} وهذا عقاب عاجل.
ثم ذكر العقاب الآجل، فقال: {وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ} وهو عذاب النار، وسخط الجبار المستمر الدائم.

MODEL KURIKULUM BAHASA ASING MASA DEPAN

A. Pendekatan

Kurikulum dapat dikembangkan dengan berbagai metode dan pendekatan selaras dengan filosofis, tujuan, masalah, dan kebutuhan pendidikan yang ada pada suatu negara. Clark (1987: 99) mengemukakan tiga pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembaharuan kurikulum.
Pertama, humanisme klasik. Pendekatan ini mengembangkan kurikulum secara atas – bawah (top – down) yang dilakukan oleh dua pihak: sejumlah pakar dari lembaga pendidikan tinggi dan para pemegang kebijakan yang memiliki otoritas dalam bidang kurikulum. Produk inovatif dari pendekatan ini berupa silabus baru (dalam konteks ini silabus identik dengan kurikulum) yang telah teruji kesahihannya dan diwujudkan dalam bahan pelajaran sebagai materi penataran dan pendidikan tahunan.

ILMU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

BAB I
KONSEP PENGETAHUAN DALAM ISLAM
Pengetahuan adalah semua yang diketahui. Pengetahuan jenis kedua disebut pengetahuan sains. Dalam bahasa Indonesia, pengetahuan ini disebut ilmu. Kata (ilmu) itu sendiri masih sangat membingungkan. Karena kata “ilmu” dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Arab yang berarti “pengetahuan”.
Pengetahuan jenis pertama tadi (pengetahuan inderawi) sebenarnya sama saja (hakikatnya) dengan pengetahuan sains. Bedanya hanya sedikit: pengetahuan inderawi itu sederhana (karena tidak diurakan), sedangkan pengetahuan sains itu kompleks (sebenarnya karena diuraikan). Pengetahuan inderawi juga kompleks bila diuraikan.

Filsafat Romantis-Historis Dilthey

Akankah pada akhirnya kebutuhan akan keindahan dapat diberikan dan secara keseluruhan dan sempurna digantikan oleh kebutuhan akan kebenaran”(Wilhelm Dilthey)
PrologParuh kedua dari abad ke-19 neokantianisme menjadi salah satu aliran terbesar di Jerman. Terdapat dua madzhab besar yang menjadi turunan dari neokantinisme tersebut; madzhab Malburg dan madzhab Baden. Madzhab yang disebut belakangan, sebagaimana layaknya aliran neokantianisme, adalah sebuah madzhab pemikiran yang merefleksikan ilmu pengetahuan, namun madzhab ini lebih concern pada bidang ilmu pengetahuan budaya, mengingat kant sendiri terlalu banyak membahas ilmu pengetahuan alam.

FAZLUR RAHMAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Berbicara masalah pendidikan tidak akan pernah terlepas dari yang namanya pengaruh luar. Pendidikan bebas dinilai, akan tetapi pendidikan selamanya tidak akan pernah bebas nilai. Pendidikan dipengaruhi oleh siapa yang berbicara mengenai pendidikan tersebut. Dan kepada siapa pendidikan tersebut diperuntukan.
Islam sebagai salah satu agama yang besar perlu menempatkan diri dalam peta perjalanan manusia. Perkembangna islam pun tidak serta merta tumbuh tanpa adanya usaha untuk mencapai hal tersebut. Sebab, semua yang terjadi tidak akan pernah terlepas dari yang namanya ’pendidikan’. Oleh karena itulah dalam rangka mengkonstruksi akan ajaran yang ada pada jati diri islam perlu adanya usaha melacak sejarah akan rekonstruksi yang telah dilakukan oleh pendahulu kita.

Hermeneutika dalam Studi Al Quran; Mungkinkah Menggantikan Metodologi Tafsir?

A. Prolog
Salah satu kajian yang terus berkembang dan mendapat porsi lebih dalam khazanah ilmu pengetahuan kontemporer adalah kajian tentang peta ilmu pengetahuan itu sendiri atau yang kemudian lebih dikenal dengan kajian epistimologi. Kajian-kajian ini semakin menemukan peminatnya ketika dia menyentuh ranah-ranah yang dianggap sakral dalam studi keagamaan. Sebagaimana jamak diketahui, bahwa dalam setiap agama samawi, sumber epistimologi utama adalah kitab suci. Di titik ini terjadi banyak variasi pemikiran dan penafsiran. Tema-tema kontroversial sengaja dimunculkan meramaikan kajian-kajian keagamaan. Kitab suci didudukkan pada pada posisi 'terdakwah', dengan tuduhan utama melahirkan peradaban qauliyah dan memarginalkan bahkan mendiskreditkan peradaban kauniyah.

EVALUASI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Evaluasi Pembelajaran
sesungguhnya, dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni pengukuran, assessment dan evaluasi. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini, antara lain adalahsebagai berikut:
1). tujuan pengukuran,
2). ada objek ukur,
3). alat ukur, (
4). proses pengukuran,
5). hasil pengukuran kuantitatif.

FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONISME

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam filsafat modern dikenal beberapa aliran-aliran diantaranya aliran rekontrusionisme di zaman modern ini banyak menimbulkan krisis di berbagai bidang kehidupan manusia terutama dalam bidang pendidikan dimana keadaan sekarang merupakan zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan dan kesimpangsiuran.
Untuk mengatasi krisis kehidupan modern tersebut aliran rekonstrusionisme menempuhnya dengan jalan berupaya membina konsensus yang paling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dalam kehidupan umat manusia.

AURELIUS AGUSTINUS DAN THOMAS AQUINAS

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Memahami dan mengkaji tentang ajaran dua tokoh filosofi, adalah salah satu diminsi ke Filsafatan yang takterlepas dari perjalanan pemikiran-pemikiran tentang Ilmu Filsafat itu sendiri.
Pada abad pertengahan ada dua tokoh yang sangat berpengaruh terhadap ajaran-ajaran yang lain pada waktu. Mereka adalah Agustinus dan Aquinas seorang filosof yang jenius, teori-teorinya dapat di kolaborasikan dengan filsafat-filsafat modern.

TAKHRIJUL HADITS

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Ada dua pegangan utama yang harus dijadikan rujukan dalam islam yaitu:al-quran dan hadist.namun diantara keduanya ada perbedaan dari segi kualitasnya.al-quran merupakan produk tuhan yang terjamin keasaliannya,sedangkan al-hadist merupakan produk manusia yang selalu dijadikan objek oleh oknum tertentu dalam mengkaburkan kaum muslimin terhadap ajaran islam yangsebenarnya.atau yang kita sebut dengan hadist palsu.
Dan disamping itu ,diantara sekian hadist, tidak semuanya dapat dijadikan rujukan .karena tidak semua hadist itu shahih.sehingga apabila menemukan sebuah hadist, kita harus menelusuri terlebih dahulu sebelum diamalkan.
Dan untuk melakukan hal tersebut kita hareus mempelajari ulumul-hadist, terutama masalah takhrijul-hadist.karena itulah kami sangat tertarik membahas permasalahan ini.mengingat fungsinya sangat urgen dalam menentukan kualitas sebuah hadist. Dan walaupun penjelasannya kurang begitu luas,kami rasa makalah ini dapat dijadikan pegangan dasar dalam penelian hadist.

AL-KINDI DAN AL-RAZI

1.a. AL-Kindi
AL-Kindi lahir pada tahun 185 H/ 801 M. di Kufah (kini Arab Saudi) beliau hidup dari tahun 185 H/ 801 M – 260 H/ 870 M. nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq Ibn Sabbah Ibn Imran Ibn Ismail al-Ash’ats bin Qais al-Kindi.

AL-GHAZALI DAN AL-KINDI

BAB I
PENDAHULUAN
A. PENTINGNYA AL-GHAZALI DAN AL-KINDI DI BAHAS DI DALAM ISLAM
Maksud dan tujuan kami membahas 2 tokoh Islam yakni Al-Ghazali dan Al-kindi dalam makalah ini ialah memperkenalkan secara permulaan kepada para pembaca Indonesia, yang kebanyakan adalah orang-orang Muslim. Salah satu kekayaan Islam dibidang pemikiran. Khususnya yang berkenaan dengan filsafat dan teologi, tapi juga sedikit banyak menyangkut hal-hal lain yang dirasa perlu.
Nama-nama pemikir muslim yang makalah atau nukilan dari karya mereka yang lebih panjang dipilih untuk ontologi, sudah sangat luas dikenal kaum muslimin. lebih-lebih akhir ini, ketika dunia Islam dihadapkan kepada berbagai tantangan, dan kaum muslimin berusaha menemukan jawaban yang tangguh. Penegakan kebelakang, sejarah umat, semakin banyak membawa nama-nama sarjana Islam klasik itu muncul kepermukaan. Sekalipun begitu, dapat dipastikan bahwa hanya sedikit dari mereka para pemeluk islam yang benar-benar mengenal jalan fikiran para sarjana klasik tersebut keberhasilan memahami persoalan itu akan sangat menolong para pewaris khazanah agung tersebut untuk menjawab tantangan yang mereka hadapi.

MORPHOLOGY

Morphology or morphemic means learning how to form words (word-organization). It is a branch of linguistics which deals with the organization of phonemes into meaningful groups called morphs. A morph is the smallest meaningful part of language.
We can recognize that English word-forms such as talks, talker, talked and talking consist of one element talk, and a number of other elements such as ­–s, -r, -ed, -ing. All these elements are described as morphemes. Morpheme is a minimal unit of meaning or grammatical function. From this definition, we can take one example of word reopened. It consists of three morphemes. One minimal unit of meaning of it is open, another is re- which means ‘again’, and the minimal of grammatical function is –ed which indicates the past time.

ULUMUL HADITS

A.
  1. Ulama dalam menberikan definisi hadis memiliki pendapat yang berbeda-beda karena diantara mereka ada perbedaan latar belakang, persepsi dan sudut pandang mereka terhadap diri Rosululloh SAW.
  2. Perbedaan yang mendasar antara hadis dan sunnah
- Hadist : Secara bahasa berarti al-Jadid (sesuatu yang baru) sedangkan sunnah secara bahasa berarti jalan atau yang baik atau yang jelek.
- Secara istilah hadist ialah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya.
- Sedangkan sunnah secara istilah ialah segala sesuatu yang dilarang, dibolehkan atau dianjurkan oleh Rosululloh SAW baik berupa perkatan maupun perbuatan.

PERMAINAN UNTUK MENGEMBANGKAN KOSA KATA

Permainan merupakan bagian penting dari kegiatan yang dilakukian guru. Meskipun kegiatan permainan hanyalah merupakan kegiatan yang bersipat rekreasional yang dimaksudkan untuk memberikan hiburan, dalam pembelajaran bahasa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan penekanan tentang apa yang telah dipelajari.
Permainan merupakan bagian penting dari kegiatan yang dilakukian guru. Meskipun kegiatan permainan hanyalah merupakan kegiatan yang bersipat rekreasional yang dimaksudkan untuk memberikan hiburan, dalam pembelajaran bahasa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan penekanan tentang apa yang telah dipelajari.

POPULASI DAN SAMPEL

A. Pengertian Populasi dan Sampel
Secara singkat dan sederhana dikatakan bahwa populasi dan atau sampel merupakan sumber data. Akan tetapi di dalam metode penelitian kedua perkataan itu harus dibedakan secara jelas. Banyak pengertian populasi yang dikatakan oleh beberapa ahli, namun dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai test atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian.

PENTINGNYA SUPERVISI PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU

Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.
Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat.[1]

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang
lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang HAM. Maka dengan ini penulis mengambil judul “Hak Asasi Manusia”.

REMAJA DAN PACARAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku J.P. Chaplin, 1979) psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari karakteristik setiap fase-fase perkembangan. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk mengetahui karakteristik perkembangan fase remaja, hal-hal apa saja yang mempengaruhi psikologi perkembangan pada fase remaja, serta problematika pacaran pada masa remaja, maka dengan ini penulis mengambil judul REMAJA DAN PACARAN

PENGARUH TELEVISI TERHADAP AKHLAK ANAK

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini teknologi sudah semakin maju. Dimana orang dalam memerlukan berita atau informasi sudah sangat mudah memperolehnya. Dari sekian banyak kemajuan teknologi salah satu diantaranya adalah pesawat televisi. Berbicara mengenai televisi, tentu ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya, yakni yang menyajikan, yang disajikan dan yang menikmati.
Televisi yang selama ini berperan sebagai media massa elektronik, walaupun dalam bentuk yang paling sederhana, ternyata mampu menggelitik, mempengaruhi dan menggiring seluruh umat manusia untuk membeli dan memilikinya di berbagai belahan bumi ini sehingga boleh jadi, sampai hari ini, sudah sekian milyar pesawat televisi diproduksi banyak pabrik di seluruh dunia. Sementara merk, harga, mutu dan modelnya pun sudah sangat beragam dan banyak pilihan.

Sejarah Peradaban Islam pada masa Kerajaan islam Mughal di India

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kerajaan Mughal merupakan salah satu warisan peradaban Islam di India. Keberadaan kerajaan ini telah menjadi motivasi kebangkitan baru bagi peradaban tua di anak benua India yang nyaris tenggelam. Sebagaimana diketahui, India adalah suatu wilayah tempat tumbuh dan berkembangnya peradaban Hindu. Dengan hadirnya Kerajaan Mughal, maka kejayaan India dengan peradaban Hindunya yang nyaris tenggelam, kembali muncul.
Di kalangan masyarakat Arab, India dikenali sebagai Sind atau Hind. Sebelum kedatangan Islam, India telah mempunyai hubungan perdagangan dengan masyarakat Arab. Pada saat Islam hadir, hubungan perdagangan antara India dan Arab masih diteruskan. Akhirnya India pun perlahan-lahan bersentuhan dengan agama Islam. India yang sebelumnya berperadaban Hindu, sekarang semakin kaya dengan peradaban yang dipengaruhi Islam. Oleh sebab itu menjadi penting untuk menulis secara ringkas eksistensi Kerajaan Mughal di India yang identik dengan Hindu.

Jumat, 27 Mei 2011

Sosiologi Agama Durkheim

A. Definisi Agama Menurut Durkheim

Definisi agama menurut Durkheim adalah suatu "sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudusÉ kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal." Dari definisi ini ada dua unsur yang penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu "sifat kudus" dari agama dan "praktek-praktek ritual" dari agama. Agama tidak harus melibatkan adanya konsep mengenai suatu mahluk supranatural, tetapi agama tidak dapat melepaskan kedua unsur di atas, karena ia akan menjadi bukan agama lagi, ketika salah satu unsur tersebut terlepas. Di sini dapat kita lihat bahwa sesuatu itu disebut agama bukan dilihat dari substansi isinya tetapi dari bentuknya, yang melibatkan dua ciri tadi. Kita juga akan melihat nanti bahwa menurut Durkheim agama selalu memiliki hubungan dengan masyarakatnya, dan memiliki sifat yang historis.

Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences)

Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses gagalnya peserta didik belajar di sekolah. Peserta didik yang mempunyai taraf kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar diharapkan berprestasi tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan sukses belajar di sekolah.

Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik ?

Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.

INOVASI PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS MANAJEMEN QOLBU

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Terjadinya aksi dan tindak kekerasan (violence) akhir-akhir ini merupakan fenomena yang seringkah kita saksikan. Bahkan hal itu hampir selalu menghiasi informasi media masa. Sebagai contoh adalah, terjadinya tawuran antar pelajar, pemerkosaan, pembakaran gedung, pembunuhan, pembantaian, dan tindak anarkis yang lain. Itulah salah satu fenomena krisis akhlak yang kini tengah menimpa bangsa kita. Disamping itu, masih banyak krisis akhlak yang lain, seperti mabuk-mabukkan, penyalahgunaan narkotika, suap dan lain sebagainya. Krisis multi dimensional yang menimpa bangsa ini, salah satu penyebabnya -dan boleh jadi ini merupakan sebab yang paling utama- adalah karena terjadinya krisis moral atau akhlak. Krisis moral terjadi karena sebagian besar orang tidak mau lagi mengindahkan tuntunan agama, yang secara normative mengajarkan kepada pemeluknya untuk berbuat baik, meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat dan munkarat (Az-Zaibari, 2003:5,6).

HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada saat ini sekolah merupakan tempat untuk menimba ilmu. Baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum. Sudah banyak sekolah yang didirikan baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Contoh : SDN, SMPN, SMAN, MAN, MA dan lain-lain.
Peran sekolah juga tidak lepas dari peran masyarakat, artinya masyarakat juga punya andil besar dalam mewujudkan sekolah tersebut. Contoh : orang tua menyekolahkan anaknya pada sekolah A, sekolah B dan lain-lain.
Disinilah nanti akan diterangkan hubungan antara sekolah dengan masyarakat secara rinci.

PENCERAIAN KARENA LI’AN, KHULU’ FASAKH DAN FASID NIKAH SERTA AKIBAT HUKUMNYA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pernikahan merupakan suatu ikatan yang sangat sakral dalam agama kita, karena dengan adanya pernikahan ini hasrat seseoran akan tersalurkan dalam bingkai ibadah. Serta akan mendapatkan keturunan yang dilegitimasi oleh agama. Namun jangan dikira bahwa hidup dalam sebuah ikatan perkawinan penuh dengan hiasan canda dan tawa bagaikan hidup dalam sorga, melainkan di dalamnya tidak jarang terjadi problema dikarenakan keinginan yang berbeda. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang mengakhiri ikatan sucinya dengan sebuah perceraian.
Dalam makalah ini sengaja membahas masalah penceraian, mengingat persoalan ini begitu ragam keberadaannya, tergantung motif yang melatarbelakangi. Ada yang namanya Thalaq, Khulu’, Li’an dan fasakh. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memahami persoalan ini, aga kita mengetahui kriteria-kriteria yang satu dengan yang lainnya, sehingga apabila hal tersebut terjadi pada diri kita aau bahkan pada diri orang lain kita mampu menyelesaikannya sesuai dengan tuntunan agama.

KARAKTERISTIK MASALAH KEBIJAKAN DAN KEBIJAKSANAAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebijakan maupun kebijaksanaan merupakan suatu hal yang fundamental dalam segala bentuk kegiatan khususnya dalam dunia pendidikan. Mengapa demikian? Ia karena memang yang namanya kebijakan dan kebijaksanaan menjadi tolak ukur atau barometer atas konsekuensi yang akan dicapai. Artinya sejauh mana kualitas dari kebijakan tersebut, sajauh itu pula tingkat keberhasilan yang akan didapatkannya.
Oleh karena itu, penulis sengaja menampilkan tema di atas sebagai bahan kajian dalam rangkat memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Administrasi Pendidikan”

MEDIA PENDIDIKAN AGAMA

BAB I
PENGERTIAN MEDIA PENDIDIKAN
A. Arti media
Di lihat dari segi etimlogi kata “media” berasal dari bahasa latin, bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar yakni sebagai perantara atau alat untuk menyampaikan sesuatu.
Sedangkan dalam bahasa asing para ahli menggunakan istilah Audio Visual Aids(AVA).dan ada juga yang menggunakan istilah teaching material atau instruksional material yang artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata ”raga” artinya suatu benda yang dapat di raba,di dengar,dan di amati melalui panca indera.

MEMBONGKAR STAGNANSI PEMIKIRAN ISLAM

Jangan sampai seorang muslim mengklaim Islamnya sebagai Islam yang paling benar, hingga tergoda untuk menjadikannya dimiliki orang lain atau tergoda untuk menjadikannya sebagai pedoman untuk semua. Semua pemahaman Islam kita seharusnya perlu diperbaharui dari waktu ke waktu dengan jalan belajar, mengkaji dan yang lebih penting lagi adalah mendialogkannya.

TEORI-TEORI KURIKULUM BAHASA ARAB

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu, melainkan suatu teknologi. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan, khususnya kurikulum, lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah, dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah, masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama.

Nabi Muhammad SAW sebagai Pemimpin Agama dan Pemimpin Negara

I. Pendahuluan
Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir yang diutus Allah SWT., dengan segala kemuliaan yang melekat pada dirinya. Kemuliaan semasa kecil, remaja hingga dewasa. Semasa hidupnya tiada cela yang melekat dalam dirinya yang ada hanyalah suri tauladan yang patut dicontoh oleh seluruh umatnya sebagaimana Allah berfirman dalam Qur’an surat Al Ahzab ayat 21 yang artinya “ô Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu ( QS.33:21 )

UTSMAN BIN AFFAN BERSAMA RASULULLAH

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Utsman bin Affan adalah sahabat yang tergolong orang yang mula- mula masuk Islam. Salah orang yamg yang di jamin masuk surga, dan salah satu dari enam orang yang di tunjuk Umar ra menjadi tim Syura (untuk memilih pengganti Umar ) setelah rasulullah wafat. Ia rela kepada mereka. Dan beliau adalah seorang yang menyatukan umat islam dalam satu mushaf Al Quran ( yang di kenal sebagai mushaf Utsmani). Beliau juga termasuk seorang saudagar yang kaya tetapi dermawan, beliau adalah pedagang kain yamg kaya raya, kekayaan ini beliau belanjakan guna untuk mendapatkan ridho Allah SWT.: yaitu untuk pembangunan umat dan ketinggian Islam.

Sejarah Peradaban Islam Pada Masa Khulafaurrasyidun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan IPTEK betul-betul telah membawa dampak positif bagi seluruh dimensi kehidupan manusia. Namun demikian, tidak dapat pula kita pungkiri tidak sedikit akses Negatif yang harus diterima oleh manusia sebagai kensekuensi logis kemajuan tersebut. Dibidang pemerintahan misalnya. banyak Universitas yang melahirkan ilmuan-ilmuan muda, pakar politik dan pakat hukum serta pakar-pakarnya, yang secara logis dapat membawa Negara ini menuju kemakmuran. Namun hal ini tidak terwujud, korupsi meraja lela, dan hal-hal lain yang merugika rakyat. Mengutip Soerjanto Poespo Wardjojo. M Syarif menilai gejala negatif perkembangan kehidupan sosial bengsa indonesia saat ini. Beliau berkata : “Bangsa Indonesia saat ini benar-benar menghadapi dekadensi budaya dan dekadensi Moral”. Tindakan amoral dan asusila yang terjadi di Indonesia di sinyalir, akar permasalahannya adalah hilang dan keringnya dimensi keagamaan. Sehingga seluruh perilakunya tidak terkendali oleh rasa keimanan terhadap Alla SWT.

Perkembangan Masa Remaja

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.1. Latar Belakang
Kita sekarang tidak dapat berhenti dengan hanya mengatakan bahwa Remaja itu merupakan peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Dan masalah-masalah yang menyangkut kelompok Remaja kian hari kian bertambah. Berbagai tulisan, ceramah dan seminar yang mengupas berbagai segi kehidupan Remaja dan hubungan Remaja dengan orang tuanya, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dirasakan oleh masyarakat. Dengan perkataan lain, masalah Remaja sudah menjadi kenyataan sosial dalam masyarakat kita. Terlebih lagi jika dipertimbangkan bahwa Remaja sebagai generasi penerus yang akan mengisi berbagai posisi dalam masyarakat yang akan mendatang, yang akan meneruskan kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara di Masa depan.