STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Rabu, 13 Juli 2011

Analisis Kurikulum PAI

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang masalah
Agama  memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat.Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang di tempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada TUHAN yang maha Esa dan berakhlak mulia . Akhlak mulia mencakup etika , budi pekerti dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan,pemahaman,dan penanaman nilai-nilai keagamaan,serta pengalaman nilai-nilai tersebutdalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan.Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang di miliki manusia yang actualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai mahluk TUHAN.
Pendidikan agama islam diberikan dengan memberikan tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertaqwa kepada ALLOH swt dan berakhlaq mulia ,serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur,adil,berbudi pekerti ,etis saling menghargai,disiplin,harmonis dan produktip,baik personal maupun social. Tuntutan ini mendorong dikembangkanya standar kompetensi sesuai dengan jenjang persekolahan yang secara nasional ditandai dengan cirri-ciri ;

  1. Lebih menitikberatkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi;
  2. Mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia;
  3. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan untuk mengembangkan strategi dan program pembelanjaran sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya pendidikan.
Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi pendidikan Agama Islam merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu lembaga pendidikan,untuk mencapai tujuan pendidikan maka standar kompetensi lulusan maupun standar isi harus ditelaah secara kritis untuk pengembangan kurikulum pendidikan Agama Islam,sehingga visi,misi dan tujuan sebuah lembaga pendidikan akan tercapai.
Didalam era modern yang lebih maju seperti sekarang ini diharapkan sebuah lembaga penddikan Islam dapat mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan yang dikembangkan dari standar isi agar hasilnya sesuai yang diharapkan dan mencapai standar kompetensi lulusan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Islam.Oleh karena itu ,dengan persaingan yang begitu ketat dalam dunia pendidikan,maka pendidikan Islam harus mempunyai terobosan-terobosan baru yang bersifat inovatif sehingga tidak kalah dengan lembaga pendidikan pada umumnya.
Seorang guru harus dapat mengukur sejauh mana standar isi itu dapat dikembangkan menjadi sebuah kurikulum untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh lembaga pendidikan Islam,sehingga konsumen dalam hal ini pelanggan yang menggunakan hasil lulusan lembaga pendidikan Islam menjadi puas.Diantara materi yang akan dibahas dalam Telaah kritis kurikulum Pendidikan Agama Islam disekolah yaitu :
1.      Permendiknas No 22 Tahun 2006
2.      Standar Kompetensi Lulusan PAI SD
3.      Standar isi PAI SD

B.Rumasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis dapat merumuskan dan memberi batasan masalah didalam makalah ini sebagai berikut:
1.      Apakah Standar kompetensi Lulusan sudah sesuai dengan  kurikulum yang diharapkan dalam rangka meningkatkan mutu  pendidikan Agama Islam?
2.      Bagaimana cara yang tepat dalam penerapan dan pengembangan standar isi kurikulum Pendidkan Agama Islam ?
C.Tujuan Pembahasan.
Pada tujuan pembahasan makalah ini yang akan didiskusikan dan dipresentasikan dalam seminar kelas agar menjadi lebih jelas diantaranya :
1.      Agar mengetahui standar kompetensi lulusan Pendidikan Agama Islam dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Islam.
2.      Agar dapat menemukan cara yang tepat untuk penerapan dan pengembangan kurikulum dalam peningkatan mutu pendidikan Islam.






BAB II
TELAAH KRITIS  KURIKULUM
 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR

A.    Dasar hukum kurikulum PAI

1.  Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004
2.  UU No. 20/1999 – Pemerintah-an Daerah
3.  UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. 20/2003
4.  PP No. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan
5.  UU No. 20/2003 – Sisdiknas
6.  PP No. 19/2005 – SPN
7.  Permendiknas No. 22/2006 – Standar Isi
8.  Permendiknas No. 23/2006 – Standar Kompetensi Lulusan
9.  Keputusan Dirjen Dikdasmen No.399a/C.C2/Kep/DS/2004 Tahun 2004.
10. Keputusan Direktur Dikme-num No. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003, dan No. 1247a/    C4/MN/2003 Tahun 2003.
11. Peraturan Mendiknas RI No. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. 22 tentang SI dan No. 23 tentang SKL

B.      Standar Kompetensi Lulusan PAI SD
Dalam peraturan pemerintah RI No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dikemukakan bahwa :”Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup Pengetahuan,sikap dan kerterampilan”,secara garis besar standar kompetensi lulusan dapat dideskripsikan sebagai berikut[1] :
a.       Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran serta mencakup aspek pengetahuan,aspek sikap dan aspek keterampilan
b.      Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakan dasar kecerdasan ,pengetahuan,kepribadian,akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan pendidikan lebih lanjut.
c.       Standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan nonformal dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan menteri.

      1.  SKL agama dan akhlak mulia
      a. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap        perkembangan  anak
b.  Mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan social ekonomi di     lingkungan  sekitarnya
      c. Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan         martabatnya
            sebagai makhluk Tuhan
      d.   Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman,   memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
e.       Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan  lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan




2.SKL Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD
a.       Menyebutkan,Menghafal,Membaca dan Mengartikan surat-surat pendek dalam Al Qur’an mulai surat Al Fatihah sampai surat Al Alaq
b.      Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada allah swt sampai iman kepada qodho dan qodhar.
c.       Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari sertamenghindari perilaku tercela.
d.      Mengenal dan melaksanakan Rukun Islam mulai dari bersuci (Thaharah) sampai Zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji.
e.       Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi.

C.    Standar Isi PAI SD
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu,yang dituangkan dalam kriteria kompetensi tamatan,kompetensi bahan kajian,kompetensi mata pelajaran dan silabus pembelajaran.Standar isi tersebut memuat kerangka dasar,beban belajar,kurikulum tingkat satuan pendidikan,dan kalender pendidikan/akademik.
D.    Tujuan
Pendidikan agama islam di SD bertujuan:
  1. menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta dididk tentang agama islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Alloh SWT.
  2. mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan social serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah


E.     Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
  1. Al-Qur’an dan Hadits
  2. Aqidah
  3. Akhlak
  4. Fiqih
  5. Tarikh dan Kebudayaan Islam
Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan , keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Alloh SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
F.     Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian.Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.


1.      Kerangka Dasar dan struktur kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,kompetensi dasar,materi,dan hasil belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan.
Kurikulum untuk jenis pendidikan umum terdiri atas :
a.       Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak mulia
b.      Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c.       Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
d.      Kelompok mata pelajaran estetika
e.       Kelompok mata pelajaran Jasmani,olahraga dan kesehatan
No
Kelompok mata pelajaran
cakupan
1
Agama dan akhlak mulia
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
dimaksudkan untuk membentuk peserta didik
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak
mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti,
atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan



2.Beban belajar
Beberapa yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan beban belajar adalah sebagai berikut[2] :
a.       Beban belajar untuk pendidikan dasar dan menengah menggunakan jam pembelajaran setiap minggu,setiap semester dengan system tatap muka,penugasan terstruktur,sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing.
b.      Pendidikan yang berbasis Agama dapat menambah beban belajar untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia sesuai dengan kebutuhan dan ciri khasnya.
c.       Ketentuan mengenai beban belajar,jam pembelajaran,waktu efektif dan tatap muka dan prosentase beban belajar ditetapkan dengan peraturan menteri berdasarkan usulan BSNP.

2.      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah sebagai berikut :
a.       Penyusunan kurikulum pada jenjang satuan pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP
b.      Kurikulum dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan,potensi dan karakteristik daerah serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
c.       Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasar kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota dan kementerian agama yang bertanggung jawab dibidang pendidikan

3.      Kalender Pendidikan
Beberapa hal yang perlu diketahui dalam kaitannya dengan kalender pendidikan adalah sebagai berikut :
a.       Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran,minggu efektif belajar,waktu belajar efektif dan hari libur.
b.      Hari libur dapat berbentuk jeda tengah semester selama-lamanya satu minggu dan jeda antar semester.
c.       Kalender pendidikan untuk tiap satuan pendidikan diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri.


4.      Standar isi PAI SD
Kelas I
No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1


2




3




4

 5

6



7




 8



9
 Menghafal Al Qur’an
surat pendek pilihan

 Mengenal Rukun Iman




 Membiasakan perilaku
terpuji



 Mengenal tatacara
bersuci (thaharah)
Mengenal Rukun Islam

 Menghafal Al Qur’an
surat-surat pendek pilihan


 Mengenal dua kalimat
syahadat


 Membiasakan perilaku
Terpuji



 Membiasakan bersuci
(thaharah)
1.1 Melafalkan QS Al-Fatihah dengan lancar
1.2 Menghafal QS Al-Fatihah dengan lancar

2.1 Menunjukkan ciptaan Allah SWT melalui ciptaan-Nya
2.2 Menyebutkan enam Rukun Iman
2.3 Menghafal enam Rukun Iman

3.1 Membiasakan perilaku jujur
3.2 Membiasakan perilaku bertnggung  jawab
3.3 Membiasakan perilaku hidup bersih
3.4 Membiasakan perilaku disiplin

4. Mengenal tatacara bersuci (thaharah)

5.1 Menirukan ucapan Rukun Islam
5.2 Menghafal Rukun Islam
6.1 Menghafal QS Al-Kautsar dengan lancar
6.2 Menghafal QS An-Nashr dengan lancar
6.3 Menghafal QS Al-‘Ashr dengan lancar

7.1 Melafalkan sahadat tauhid& sahadat rasul
7.2 Menghafal dua kalimat syahadat
7.3 Mengartikan dua kalimat syahadat

8.1 Menampilkan perilaku rajin
8.2 Menampilkan perilaku tolong-menolong
8.3 Menampilkan perilaku hormat terhadap orang tua
8.4 Menampilkan adab makan dan minum
8.5 Menampilkan adab belajar
9.1 Menyebutkan tata cara berwudlu
9.2 Mempraktekkan tata cara berwudlu

Kelas II
No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

1



2


3




4


 5


6


7



8



9
 Menghafal Al Qur’an



 Mengenal Asmaul
Husna

 Mencontoh perilaku
terpuji



 Mengenal tatacara
wudhu

Menghafal bacaan
shalat

 Membaca Al Qur’an
surat pendek pilihan

 Mengenal Asmaul Husna



Membiasakan perilaku
terpuji


Membiasakan shalat
secara tertib

1.1 Mengenal huruf Hijaiyah
1.2 Mengenal tanda baca (harakat)


2.1 Menyebutkan lima dari Asmaul Husna
2.2 Mengartikan lima dari Asmaul Husna

3.1 Menampilkan perilaku rendah hati
3.2 Menampilkan perilaku hidup sederhana
3.3 Menampilkan adab buang air besar dan kecil


4.1 Membiasakan wudhu dengan tertib
4.2 Membaca do’a setelah berwudlu

5.1 Melafalkan bacaan shalat
5.2 Menghafal bacaan shalat

6.1 Membaca huruf hijaiyah bersambung
6.2 Menulis huruf hijaiyah bersambung

7.1 Menyebutkan lima dari Asmaul Husna
7.2 Mengartikan lima dari Asmaul Husna


8.1 Mencontohkan perilaku hormat dan santun kepada guru
8.2 Menampilkan perilaku sopan dan santun kepada tatangga
9.1 Mencontoh gerakan shalat
9.2 Mempraktekkan shalat secara tertib










Kelas III
No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

1



2


3




4



 5


6



7





8
 Mengenal kalimat dalam
Al Qur’an


Mengenal sifat wajib
Allah

 Membiasakan perilaku
terpuji



Melaksanakan shalat
dengan tertib     


 Mengenal ayat-ayat Al
Qur’an

 Mengenal sifat mustahil
Allah


Membiasakan perilaku
terpuji




Melakukan shalat fardhu
1.1 Membaca kalimat dalam Al Qur’an
1.2 Menulis kalimat dalam Al Qur’an     


2.1 Menyebutkan lima sifat wajib Allah
2.2 Mengartikan lima sifat wajib Allah

3.1 Menampilkan perilaku percaya diri
3.2 Menampilkan perilaku tekun
3.3 Menampilkan perilaku hemat


4.1Menghafal bacaan shalat
4.2 Menampilkan keserasian gerakan dan bacaan shalat

5.1 Membaca huruf Al Qur’an
5.2 Menulis huruf Al Qur’an

6.1 Menyebutkan sifat mustahil Allah SWT
6.2 Mengartikan sifat mustahil Allah SWT


7.1 Menampilkan perilaku setia kawan
7.2 Menampilkan perilaku kerja keras
7.3 Menampilkan perilaku penyayang terhadap hewan
7.4 Menampilkan perilaku penyayang terhadap

8.1 Menyebutkan shalat fardhu
8.2 Mempraktikkan shalat fardhu

Kelas IV
No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

1



2


3





4



5




6



7



8


9


10
Membaca surat-surat Al
Qur’an


 Mengenal sifat jaiz
Allah SWT

 Menceritakan kisah Nabi





Membiasakan perilaku
terpuji


Mengenal ketentuanketentuan
shalat



Membaca surat-surat Al
Qur’an


Mengenal Malaikat dan
Tugasnya


Menceritakan kisah Nabi

Membiasakan perilaku
Terpuji

Melaksanakan dzikir
dan do’a
1.1 Membaca QS Al-Fatihah dengan lancar
1.2 Membaca QS Al-Ikhlas dengan lancar


2.1 Menyebutkan sifat jaiz Allah SWT
2.2 Mengartikan sifat jaiz Allah SWT

3.1 Menceritakan kisah Nabi Adam AS
3.2 Menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW
3.3 Menceritakan perilaku masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw

4.1 Meneladani perilaku taubatnya Nabi Adam AS
4.2 Meneladani perilaku masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW

5.1 Menyebutkan rukun shalat
5.2 Menyebutkan sunnat shalat
5.3 Menyebutkan syarat sah dan syarat wajib shalat
5.4 Menyebutkan hal-hal yang membatalkan shalat

6.1 Membaca QS Al-Kautsar dengan lancar
6.2 Membaca QS An-Nashr dengan lancar
6.3 Membaca QS Al-‘Ashr dengan lancar

7.1 Menjelaskan pengertian Malaikat
7.2 Menyebutkan nama-nama Malaikat
7.3 Menyebutkan tugas-tugas Malaikat

8.1 Menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS
8.2 Menceritakan kisah Nabi Ismail AS

9.1 Meneladani perilaku Nabi Ibrahim AS
9.2 Meneladani Nabi Ismail AS

10.1 Melakukan dzikir setelah shalat
10.2 Membaca do’a setelah shalat

Kelas V
No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar


1


2





3



4



5


6


7





8

9


10

Mengartikan Al Qur’an
surat pendek pilihan

 Mengenal kitab-kitab
Allah SWT




Menceritakan kisah Nabi



Membiasakan perilaku
terpuji


Mengumandangkan
adzan dan iqamah

Mengartikan Al Quran
Surat pendek pilihan

Mengenal Rasul- Rasul
Allah SWT



Menceritakan kisah
Sahabat Nabi

 Membiasakan perilaku
terpuji

Mengenal puasa wajib

1.1 Membaca QS Al-Lahab dan Al-Kafirun
1.2 Mengartikan QS Al-Lahab dan Al-Kafirun

2.1 Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT
2.2 Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT
2.3 Menjelaskan Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir

3.1 Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS
3.2 Menceritakan kisah Nabi Musa AS
3.3 Menceritakan kisah Nabi Isa AS

4.1 Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS
4.2 Meneladani perilaku Nabi Musa AS
4.3 Meneladani perilaku Nabi Isa AS

5.1 Melafalkan lafal adzan dan iqamah
5.2 Mengumandangkan adzan dan iqamah

6.1 Membaca QS Al-Maun dan Al-Fiil
6.2 Mengartikan QS Al-Maun dan Al-Fiil

7.1 Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT
7.2 Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul
7.3 Membedakan Nabi dan Rasul

8.1 Menceritakan kisah Khalifah Abubakar RA
8.2 Menceritakan kisah Umar bin Khattab RA
              
9.1 Meneladani perilaku Khalifah Abubakar  RA
9.2 Meneladani perilaku Umar bin KhattaRA

10.1 Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadhan
10.2 Menyebutkan hikmah puasa


Kelas VI
No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar


1



2


3


4




5


6




7


8



9







10

MengartikanAl Quran
Surat pendek pilihan


Meyakini adanya Hari
Akhir

 Menceritakan kisah Abu
Lahab, Abu Jahal, dan
Musailamah Al Kadzab
Menghindari perilaku
tercela



 Mengenal ibadah pada
bulan Ramadhan

MengartikanAl Quran
Ayat-ayat pilihan



 Meyakini adanya Qadha
dan Qadar


Menceritakan kisah
kaum Muhajirin dan
kaum Anshar
Membiasakan perilaku
terpuji






Mengetahui kewajiban
zakat


1.1 Membaca QS Al-Qadr dan QS Al-‘Alaq ayat 1-5
1.2 Mengartikan QS Al-Qadr dan QS Al-‘Alaq ayat 1-5

2.1 Menyebutkan nama-nama Hari Akhir
2.2 Menjelaskan tanda-tanda Hari Akhir

3.1 Menceritakan perilaku Abu Lahab dan Abu Jahal
3.2 Menceritakan perilaku Musailamah Al Kadzab

4.1 Menghindari perilaku dengki seperti Abu Lahab dan Abu Jahal
4.2 Menghindari perilaku bohong seperti Musailamah Al Kadzab

5.1 Melaksanakan tarawih di bulan Ramadhan
5.2 Melaksanakan tadarrus Al-Qur’an

6.1 Membaca QS Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayat 13
6.2 Mengartikan QS Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayat

7.1 Menunjukkan contoh-contoh Qadha dan Qadar
7.2 Menunjukkan keyakinan terhadap Qadha dan Qadar

8.1 Menceritakan perjuangan kaum Muhajirin
8.2 Menceritakan perjuangan kaum Anshar

9.1 Meneladani perilaku kegigihanperjuangan   kaum Muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik

9.2 Meneladani perilaku tolong-menolong kaum Anshar dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik

10.1 Menyebutkan macam-macam zakat
10.2 Menyebutkan ketentuan zakat fitrah



G.    Telaah Kritis SKL dan Standar Isi PAI SD
Selama ini pelaksanaan pendidikan agama yang berlangsung di sekolah masih mengalami banyak kelemahan. Mochtar Bucjari (1992) menilai pendidikan agama masih gagal. Kegagalan ini disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata dari pertumbuhan semata dari pertumbuhan kesadaran nilai-nilai (agama), dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volitif, yakni kemauan dan tekad untuk mengamlkan nilai-nilai ajaran aama. Akibatnya terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan, antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. Atau dalam praktik pendidikan agama berubah menjadi pengajaran agama, sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi bermoral, padahal intisari dari pendidikan agama adalah pendidikan moral (Harun Nasution, 1995).
Agar tidak terperosok ke jurang yang lebih dalam dan siap menghadapi persaingan global, maka perlu adanya upaya yang signifikan demi menyelamatkan anak-anak bangsa sebagai penerus perjuangan dan pembangunan negara. Untuk ini, pendidikan agama Islam ‎ ‎diyakini dapat dijadikan sebagai benteng kepribadian dan pembekalan hidup untuk andil dalam persaingan .
          Namun sudah maklum bahwa adanya kegagalan pendidikan agama Islam di negara kita bahkan pendidikan formal secara umumnya. Yang menjadi analisa klasik tentang gagalnya pendidikan Islam di Indonesia hingga saat ini adalah masalah minimnya jumlah jam pelajaran, khususnya di sekolah umum.
          Disebutkan bahwa pendidikan agama Islam yang sedang dilaksanakan dalam banyak lembaga pendidikan formal belum sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No. 20 tahun ‎‎2003.
           Husni Rahim melihat factor kegagalan pendidikan agama Islam di negara kita dari segi kurikulum. Dari segi ini materi pendidikan agama Islam di sekolah terlalu akademis , terlalu banyak topik, banyak pengulangan yang tidak perlu, tidak memperhatikan aspek afektif karena hanya mementingkan aspek kognitif dan metode pengajaran kurang tepat.‎ ‎ ‎
Faktor lain yang mempengaruhi kegagalan pendidikan agama Islam dan pendidikan secara umunya adalah dari factor menejemen, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, dualisme penyelenggaraan pendidikan di negara kita dan lain sebaginya yang menuntut segera dicarikan solusi dan mengubah dari segala tantangan di atas menjadi peluang, agar pendidikan di negara kita menjadi berkualitas yang akan berimbas pada kemajuan bangsa dan negara, sebagiamana dinyatakan Fazlurrahman bahwa, setiap reformasi dan pembaharuan dalam Islam harus dimulai dengan pendidikan .








BAB III
PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan manfa’at dari makalah ini. Kami menyadari bahwasannya isi dari makalah ini masih jauh dari kesempurnan. Untuk itu saran dan kritik yang mambangun dari pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini. Akhirnya hanya kata ma’af yang dapat kami haturkan.
A.    Kesimpulan
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu,yang dituangkan dalam kriteria kompetensi tamatan,kompetensi bahan kajian,kompetensi mata pelajaran dan silabus pembelajaran.
Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup Pengetahuan,sikap dan kerterampilan”
Kurikulum dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan,potensi dan karakteristik daerah serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
Setelah penulis analisis maka kurikulum pendidikan agama islam disekolah dasar yang tercantum dalam standar isi kurang relevan dengan standar kelulusan seperti didalam standar isi materi al qur’an ada 11 surat sedangkan didalam standar kelulusan yang diujikan dari surat al fatihah sampai al alaq (sekitar 21 surat).
Alokasi waktu yang ada didalam kurikulum hanya 3 jam pelajaran setiap minggunya,sedangkan materi yang ada sangat luas sekali ,jadi waktu yang ada masih perlu ditambah lagi.
B.     Saran-saran
Hendaknya kita menganalisa kurikulum tingkat satuan pendidikan sebelum melaksanakannya agar dapat mengetahui apa kekurangan dan kelebihannya.

DAFTAR PUSTAKA


[1] Mulyasa,HE,Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah,Jakarta:Bumi aksara,cet I, th 2008,hal 26
[2]  Mulyasa,HE,Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah,Jakarta:Bumi aksara,cet I, th 2008,hal 23

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar