STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Tampilkan postingan dengan label Khithobah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khithobah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2014

Tanda-Tanda Husnul Khatimah


Betapa sangat mulianya pesan ayat yang senantiasa dibaca oleh sang khatib pada setiap khutbahnya pada hari jum’at “Wa laa tamuutunna illa wa antum muslimuun” -jangan sekali-kali kalian wafat melainkan sebagai seorang muslim-. 
Dengan adanya pesan ini maka minimal seminggu sekali kita diingatkan betapa pentingnya berupaya menggapai husnul khatimah. Oleh karenanya, menjadi sangat penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda husnul khatimah.
Makna Husnul Khatimah
Istilah ini berasal dari dua kata “husnu” yang berarti baik, dan “khatimah” yang bermakna akhir atau penutup. Husnul Khatimah adalah akhir yang baik; akhir seseorang menikmati kesempatan hidup di muka bumi dengan terjauhkan dari segala hal yang dimurkai Allah Swt. Jadi mereka yang menikmati khusnul khatimah adalah yang menikmati tutup usianya dalam keridha’an Allah Swt. dengan meninggal dalam kondisi yang baik. 
Tanda Khusnul khatimah
Secara garis besar ada dua tipe tanda husnul khatimah; tanda yang hanya diketahui oleh yang mengalaminya dan tanda yang bisa dilihat oleh orang lain. Yang hanya diketahui oleh pelakunya semisal datangnya para malaikat dengan membawa kabar gembira kepadanya, seperti yang digambarkan dalam firman Allah Swt. : “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Rabb kami adalah Allah”, kemudian mereka beristiqomah (dengan perkataan tersebut; hingga wafatnya mereka), maka para malaikat turun kepada mereka (ketika sakratul maut, sembari berkata):“Janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan 
(memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. (QS. Fussilat [41]: 30 ) 

Cara Setan Memasuki Jiwa Manusia

MUQADIMMAH

Pertarungan melawan setan adalah pertarungan yang berlangsung sepanjang sejarah kemanusiaan. Genderang perang yang dikobarkan iblis terhadap anak cucu Adam dimulai sejak penciptaan manusia pertama, Adam alaihis-salam. Allah telah menyuruh para malaikat bersujud kepadanya, dan segenap malaikat tunduk atas perintah Allah SWT tersebut. Akan tetapi, perintah ini ditentang oleh iblis karena kesombongan dan pembangkangannya. Kesombongan iblis itu berlandaskan atas keyakinan mereka  terhadap logika asal penciptaan: bahwa ia diciptakan dari api, sedangkan Adam terbuat dari tanah. Akibat kesombongan dan pembangkangan iblis atas perintah Rabb-nya, maka ia diusir dari komunitas malaikat dan dikeluarkan dari surga. Akan tetapi, ia mendapatkan beberapa kompensasi dan jaminan. Pertama, usia hidupnya diperpanjang sampai kiamat.Kedua, ia diberi kebebasan untuk menggoda dan menyesatkan Adam beserta anak cucunya. Maka, sejak saat itulah iblis merancang strategi dan menyiapkan segala perangkap serta sarananya, baik infrastruktur maupun konstitusi-konstitusinya yang merupakan juklak. Hal itu diperuntukkan  bagi setan-setan, yakni balatentara iblis untuk melakukan operasi penyesatan dan penggodaan terhadap Adam dan anak cucunya.

Jumat, 02 Maret 2012

KEMULIAAN TAQWA

2.1  Wasiat Allah kepada Ummat Terdahulu dan Kemudian
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. tetapi jika kamu kafir Maka (ketahuilah), Sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah[360] dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji. QS An Nisa' : 131
 [360] Maksudnya: kekafiran kamu itu tidak akan mendatangkan kemudharatan sedikitpun kepada Allah, karena Allah tidak berkehendak kepadamu.
Imam Al Ghazali rahimahullah berkata, “Bukankah Allah Ta’ala paling mengetahui tentang kebaikan hamba, bukankah  Dia lebih berlaku sayang, dan lebih belas kasih daripada siapa pun dari makhluk-Nya?. Seandainya di dunia ini terdapat suatu sifat yang lebih baik bagi seorang hamba, lebih banyak mengumpulkan kebaikan, lebih besar mendatangkan pahala, lebih agung dalam hal ‘ubudiyyah, lebih besar  dalam qodar, lebih utama dalam hal ihwal, lebih sukses dalam hal tempat kembali, dibandingkan sifat taqwa, tentu sifat tersebut akan Allah perintahkan dan wasiatkan kepada hamba-hamba-Nya, karena kesempurnaan hikmah-Nya dan luasnya rahmah-Nya. 
Pada kenyataannya, Allah telah mewasiatkan sifat taqwa tersebut, dan memerintahkannya kepada seluruh ummat, baik yang terdahulu (sebelum ummat Muhammad) maupun ummat Muhammad. Jelaslah, bahwa (taqwa) ini merupakan satu-satunya tujuan yang diingikan Allah. Dan bahwasanya, Allah menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil, petunjuk-petunjuk, peringatan-peringatan, didikan dan pengajaran, dalam satu wasiat (perintah) yaitu taqwa, sesuai dengan hikmah dan rahmat yang dimiliki-Nya. Dan jelas pula, bahwa sifat taqwa ini dapat menghimpun kebaikan dunia dan akhirat, dan sudah cukup mewakili seluruh tugas yang bisa mengantarkan kepada derajat paling tinggi.

MAKNA TAQWA.

Makna Taqwa Secara Bahasa:
          Ar Rafi’i menyatakan dalam Al Mishbahul Munir Fi Gharibisy Syahril Kabir, “Waqahullahus su’a” rtinya Allah menjaganya dari kejahatan. Al Wiqa’ (الوقاء) yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai pelindung.
          Abu  ‘Ubaid meriwayatkan dari Al Kisa’i, al wiqayah dan al wiqa’ juga bermakna sama. Ittaqaitullaha ittaqa’an (saya takut kepada Allah). Taqiyah dan taqwa adalah isim darinya, sedangkan ta’ adalah pengganti wawu, dan asal katanya adalah waqyun. (Hal : 669).

          Kata taqwa mengandung pengertian yang berbeda-beda di kalangan ulama. Namun semuanya bermuara pada satu pengertian, yaitu seorang hamba melindungi dirinya dari kemurkaan Allah ‘Azza wa Jala dan juga siksa-Nya. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang-Nya.
          Al Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Asal taqwa adalah seorang hamba membuat pelindung yang dapat melindungi dirinya dari hal-hal yang ditakuti”.
          Ketaqwaan seorang hamba kepada Rabbnya adalah dia melindungi dirinya dari hal-hal yang dia takuti, yang datang dari Allah berupa kemurkaan dan adzab-Nya, yaitu dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya.

Kamis, 10 November 2011

MERAIH AMPUNAN

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Sidang Jum'at Rahimakumullah
Kesalahan dan dosa bagi manusia adalah suatu kelaziman. Tidak ada manusia yang ma'shum, setebal apa pun tingkat keimanannya, seluas apa pun ilmunya dan sedalam apa pun ketakwaannya kepada Allah, selama dia adalah manusia, dia pasti suatu kali akan melakukan kesalahan dan dosa. Allah memang tidak berkehendak menciptakan manusia dalam keadaan bersih dari kesalahan dan sempurna dari dosa, karena Allah hanya mengingin-kan kesempurnaan untuk diriNya. Persoalan sebenarnya bukan pada manusia yang berdosa dan bersalah, akan tetapi apa yang dilakukan setelah dosa dan kesalahan tersebut?

TUNAIKANLAH AMANAH

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Kaum Muslimin Rahimakumullah!
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan kita. Khususnya di zaman ini yang banyak cobaan dan ujian yang menimpa kaum Muslimin umumnya dan Negara kita khususnya.

ANTARA ZAKAT DAN RIBA (MEMPERSEMPIT KESENJANGAN ANTARA SI KAYA DENGAN SI MISKIN)

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jamaah Jum'at yang Dirahmati Allah
Sudah terlalu sering kita mendengar seruan untuk memper-sempit jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin. Sudah lelah kita menerima selogan-selogan yang diusung oleh berbagai kala-ngan untuk melipat kesenjangan antara mereka yang berharta dan sanak saudara kita yang melarat. Kebijakan demi kebijakan terus bergulir atas nama kemanusiaan, dan undang-undang silih berganti ditetapkan atas nama kebijakan yang memihak rakyat kecil.

PENYAKIT HATI DAN OBAT PENAWARNYA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Hadirin Sidang Jum’at yang Terhormat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.
"Ketahuilah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan apabila rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah ia adalah hati." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Selasa, 08 November 2011

KHUTBAH 'ID: Meneladani Kesuksesan Nabi Ibrahim Membangun Makkah (Membangun Negeri Dengan Tauhid)

إِنَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَوَاتُ اهِل  وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (آل عمران: 102)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء:1)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (الأحزاب:70-71)
إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا . لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jama'ah Shalat Idul Adha yang Berbahagia!
Di pagi yang barakah ini kita berkumpul memuji Allah, menyucikan-Nya, membesarkan Asma-Nya dan menegakkan ibadah shalat untuk-Nya. Selanjutnya kita akan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk taqarrub kepada-Nya. Semua ini sebagai bentuk syukur kepada-Nya atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-Nya Subhanahu wa Ta'ala. Semoga dengan syukur ini, Allah menjaga dan menambah nikmat-nikmat-Nya kepada kita.

Rabu, 02 November 2011

PESAN DARI IBADAH QURBAN (Khutbah Idul Adha 1432 H)

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر 3X

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ


Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang begitu banyak sehingga kita sendiri tidak akan mampu menghitung secara rinci tentang kenikmatan-kenikmatan itu. Karenanya dalam konteks nikmat, Allah Swt tidak memerintahkan kita untuk menghitung tapi mensyukurinya. Kehadiran kita pada pagi ini dalam pelaksanaan shalat Idul Adha bersamaan dengan kehadiran sekitar tiga sampai empat juta jamaah haji dari seluruh dunia yang sedang menyelesaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci merupakan salah satu dari tanda syukur kita kepada Allah Swt.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad Saw, beserta keluarga, sahabat,kerabat dan para pengikuti setia serta para penerus dakwahnya hingga hari kiamat nanti. Semoga kita semua ini termasuk dari umat beliau, ummat dakwah ijabah yang kelak akan mendapat syafaatnya di hari akhir nanti.

Khutbah Idul Adha 1432 H: Bergerak dan Berkorban Dalam Kebenaran

Drs. Ahmad Yani
Drs. Ahmad Yani

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أََنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.
dakwatuna.com - Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt yang telah memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang begitu banyak sehingga kita bisa hadir pada pagi ini dalam pelaksanaan shalat Idul Adha. Kehadiran kita pagi ini bersamaan dengan kehadiran sekitar tiga sampai empat juta jamaah haji dari seluruh dunia yang sedang menyelesaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Semua ini karena nikmat terbesar yang diberikan Allah swt kepada kita, yakni nikmat iman dan Islam.
Shalawat dan salah semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para pengikut setia serta para penerus dakwahnya hingga hari kiamat nanti.

MENANGIS KARENA ALLAH

Orang yang beriman itu apabila disebut nama Allah atau dibacakan ayat Qur’an bergetar hatinya ( Al Anfal ayat 2) . Dalam keadaan khusus sampai menangis dan tersungkur seraya bersujud ( Al Israak 107-109). Dalam Hadist Riwayat Bukhari disampaikan bahwa ada 7 golongan orang yang mendapat naungan Allah di hari Kiamat , salah satunya adalah orang yang menitikan airmatanya karena ingat akan kebesaran Allah.
Dikisahkan pada suatu hari Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat , kemudian beliau meminta salah seorang sahabat Abdillah bin Mas’ud membaca surat An Nisa, hingga sampai surat an Nisa ayat 41 :
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).”
Beliau meminta Abdillah bin Mas’ud menghentikan bacaannya , para sahabat melihat airmata Rasulullah berlinang, beliau menangis. Aisyah ra menceritakan bahwa ia sering melihat Rasulullah menangis ketika mengerjakan sholat malam, beliau menangis sepanjang sholatnya . Mathrab bin Abdillah menceritakan bahwa ayahnya sering mendapati Rasulullah menangis dalam sholat, dari dada beliau terdengar suara bergemuruh bagai air yang mendidih didalam ketel.

TATA CARA PELAKSANAAN TADABBUR QUR’AN

Tadabbur Qur’an bisa dilaksanakan seorang diri atau secara berjama’ah dalam kelompok kecil maupun besar. Utamanya tadabbur Qur’an dilakukan seorang diri bisa dirumah, ketika mengendarai mobil, dialam terbuka, atau disela sela sholat tahajud pada akhir malam.
Tadabbur Qur’an yang dilakukan secara berjamaah dalam kelompok kecil maupun besar dilakukan dalam rangka pelatihan atau memperkenalkan metode ini kepada orang banyak. Tadabbur Qur’an dilakukan dalam bahasa ibu, karena itu bisa dikemas kedalam berbagai bahasa didunia ini, namun demikian tetap tidak meninggalkan bahasa asli Qur’an dalam bahasa arab. Pelaksanaan tadabbur Qur’an harus memenuhi tiga unsur yaitu :
  1. Pembaca ayat suci Al-Qur’an
Harus dilakukan dengan tartil dan benar sesuai hukum tajwid dan makhraj huruf yang betul.

MEMBENTUK CITRA DIRI DENGAN TADABBUR QUR’AN

Citra diri atau gambaran mental tentang diri sendiri sangat besar pengaruhnya pada kehidupan seseorang. Citra diri positif akan memberikan kehidupan yang baik sedang Citra diri negatif akan menghancurkan kehidupan seseorang. Mengubah citra diri negatif menjadi positif membutuhkan perjuangan yang berat dan sunguh sungguh. Citra diri negatif yang telah tertanam berakar dalam fikiran bawah sadar tidak bisa dilenyapkan begitu saja dengan mudah . Perlu usaha yang berat dan gigih.
Mengubah citra diri negatif menjadi positif dapat dilakukan dengan berapa cara , antara lain dengan tehnik hipnoterapi, pengulangan kalimat tertentu dalam kondisi alfa, do’a yang khusuk dan sungguh sungguh, membaca Qur’an dengan tadabbur dan lain sebagainya. Metode hipnoterapi, pengulangan kalimat tertentu dan do’a sudah banyak diketahui dan dilakukan orang . Pada kesempatan ini kami akan memperkenalkan metode tadabbur Qur’an kepada pembaca untuk menghilangkan dan mengubah citra diri negatif menjadi citra diri positif.

KEKUATAN FIKIRAN MANUSIA

Para ahli membagi fikiran yang berpusat pada otak ini menjadi dua , yaitu fikiran sadar dan fikiran bawah sadar. Fikiran sadar pada belahan otak sebelah kiri bertugas menghitung, menganalisa , mengevaluasi situasi dan keadaan yang dialami kemudian mengambil keputusan apa tindakan yang harus dilakukan.
Fikiran bawah sadar pada belahan otak sebelah kanan bertugas antara lain mengendalikan saraf motorik yang menggerakan fungsi organ tubuh seperti denyut jantung, kedipan mata, keluar masuk nafas, peredaran berbagai enzym dan cairan dalam tubuh. Menyimpan memori ingatan kejadian masa lalu. Menyimpan ilmu dan keterampilan. Menyimpan Citra diri. Merasakan keindahan seni dan lain sebagainya.
Al – Qur’an banyak menyebut tentang fungsi akal dan fikiran ini antara lain dalam S Al Baqarah ayat 164:
al-baqarah-164.png
164- Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. ( Al Baqarah 164)

Amaliyah di bulan Dzulhijjah

Rasulullah saw, pernah menyampaikan tentang keutamaan bulan Dzulhijjah, diantaranya sabda Rasulullah saw.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ  =رواه البخاري=
Dari Ibnu Abbas ra, Berkata bahwa Nabi saw bersabda: Tidaklah satu amal pada hari yang lain lebih utama selain dari bulan ini (Dzulhijjah). Para shahabat bertanya, Tidak juga jihad. Ia menjawab, Tidak juga jihad, kecuali ia keluar mempertaruhkan dirinya, hartanya, dan ia tidak pulang dengan apapun. (maksudnya gugur ketika jihad).  =HR. Bukhari=
Ibadah yang paling besar di bulan Dzulhijjah adalah Haji dan Umroh.
Firman Allah swt.
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[1], Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji…dst…  =Qs. Al Baqarah 2: 197=
[1] Ialah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah.

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

islam (2)

Tentang Keistimewaan Bulan Dzulhijjah.
Firman Allah swt.
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)
Demi fajar, dan malam yang sepuluh.  =Qs. Al Fajr 89: 1-2=
Yang dimaksud dengan malam yang sepuluh pada ayat diatas menurut Ibnu Abbas ra, adalah sepuluh hari yang awal dari bulan Dzulhijjah.
Dan Rasulullah saw, pernah menyampaikan tentang keutamaan bulan Dzulhijjah, diantaranya sabda Rasulullah saw.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ  =رواه البخاري=
Dari Ibnu Abbas ra, Berkata bahwa Nabi saw bersabda: Tidaklah satu amal pada hari yang lain lebih utama selain dari bulan ini. Para shahabat bertanya, Tidak juga jihad. Ia menjawab, Tidak juga jihad, kecuali ia keluar mempertaruhkan dirinya, hartanya, dan ia tidak pulang dengan apapun. (maksudnya gugur ketika jihad).  =HR. Bukhari=