STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Rabu, 02 November 2011

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

islam (2)

Tentang Keistimewaan Bulan Dzulhijjah.
Firman Allah swt.
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)
Demi fajar, dan malam yang sepuluh.  =Qs. Al Fajr 89: 1-2=
Yang dimaksud dengan malam yang sepuluh pada ayat diatas menurut Ibnu Abbas ra, adalah sepuluh hari yang awal dari bulan Dzulhijjah.
Dan Rasulullah saw, pernah menyampaikan tentang keutamaan bulan Dzulhijjah, diantaranya sabda Rasulullah saw.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ  =رواه البخاري=
Dari Ibnu Abbas ra, Berkata bahwa Nabi saw bersabda: Tidaklah satu amal pada hari yang lain lebih utama selain dari bulan ini. Para shahabat bertanya, Tidak juga jihad. Ia menjawab, Tidak juga jihad, kecuali ia keluar mempertaruhkan dirinya, hartanya, dan ia tidak pulang dengan apapun. (maksudnya gugur ketika jihad).  =HR. Bukhari=
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ  =رواه احمد والطبراني=
Dari Ibnu Umar ra, Bahwa Nabi saw, tidak ada hari-hari yang lebih agung disisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal selain dari sepuluh hari ini, maka perbanyak kalianlah di dalamnya tahlil, takbir dan tahmid.  =HR. Ahmad dan Thabrani=
Ibadah yang paling besar di bulan Dzulhijjah adalah Haji dan Umroh.
Firman Allah swt.
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[1], Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji…dst…  =Qs. Al Baqarah 2: 197=
[1] Ialah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah.
Orang yang memiliki kemampuan namun tidak berangkat haji.
Sabda Rasulullah saw.
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلاَ عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا وَذَلِكَ أَنَّ اللهَ يَقُولُ فِي كِتَابِهِ { ¬!ur ’n?tã Ĩ$¨Z9$# kÏm ÏMøt7ø9$# Ç`tB tí$sÜtGó™$# Ïmø‹s9Î) Wx‹Î6y™ 4 `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$#  } =رواه الترمذي=
Dari Ali ra, berkata, Bersabda Rasulullah saw, Barangsiapa yang menyediakan bekal dan kendaraan yang dapat menghantarkannya ke Baitullah dan tidak berangkat haji, maka semogalah ia tidak mati sebagai sebagai Yahudi atau Nasrani, karena Allah telah berfirman dalam kitabnya […Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam … =Qs. Ali Imran 3: 97=] =HR. Tirmidzi= Hadits Dha’if dan didha’ifkan oleh Al-Albani dalam jamiush shaghir.
Sejalan dengan itu Umar bin Khattab ra, pernah mengatakan:
لِيَمُتْ يَهُوْدِيًّا اَوْ نَصْرَنِيًّا يَقُوْلُهَا ثَلاَثًا, رَجُلٌ مَاتَ وَلَمْ يَحُجَّ وَوَجَدَ عِنْدَهُ سَعَةً وَخُلِّيَتْ سَبِيْلُهُ
Silahkan mati sebagai yahudi atau nasrani, ia (Umar ra) mengucapkannya tiga kali, seseorang yang mati padahal ia belum haji sedang ia memiliki kemampuan, dan tidak ada menghalangi dalam perjalanan.
Umar bin Khattab ra, juga pernah berkata: Sungguh, aku pernah berkeinginan untuk mengutus beberapa orang ke berbagai penjuru negeri untuk melihat siapa saja yang sehat dan memiliki bekal tetapi tidak berangkat haji:
فَيَضْرِبُ عَلَيْهِمُ الْجِزْيَةَ, مَا هُمْ بِمُسْلِمِيْنَ مَا هُمْ بِمُسْلِمِيْنَ
Agar diambil dari mereka jizyah (upeti/pajak), karena mereka bukan orang islam, mereka bukan orang islam.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ يَعْنِي الْفَرِيضَةَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ  =رواه احمد=
Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: Segeralah kalian melaksanakan haji yaitu haji yang wajib, karena sesungguhnya salah seorang dari kalian tidak mengetahui apa yang akan menimpanya. =HR. Ahmad=
Sudah mampu namun alasan mereka belum ada panggilan.
Firman Allah swt.
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (27)
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, =Qs. Al Hajj 22: 27=
BEBERAPA HAL YANG DAPAT DILAKUKAN BAGI ORANG YANG TIDAK BERANGKAT HAJI.
Bagi orang-orang yang tidak berangkat haji, ada beberapa ibadah yang dapat dilakukan yang kalau saja ia melakukannya dengan sebaik-baiknya, maka ia mendapat keutamaan sebagaimana keutamaan orang-orang yang berangkat haji. Diantara adalah:
1. Shaum ‘Arafah.
Sabda Rasulullah saw.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ …سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ  =رواه مسلم=
Dari Abu Qatadah Al Anshari ra, ia berkata Rasulullah saw ….ditanya tentang shaum Hari ‘Arafah, ia bersabda, Menghapus dosa satu tahun yang telah lalu dan yang akan datang.  =HR. Muslim=
Memperbanyak do’a. Sabda Rasulullah saw:
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ  =رواه الترمذي=
Dari ‘Amr bin Syu’aib ra, dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi saw bersabda. Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. =HR. At-Tirmidzi=
Keutamaan mendo’akan orang lain yang jauh. Sabda Rasulullah saw:
عَنْ اَبِيْ الدَّرْدَاءِ قَالَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ  =رواه مسلم=
Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Nabi saw bersabda. Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : “Amin, dan bagimu seperti yang engkau doakan”. =HR. Muslim=
Apabila seseorang mendo’akan saudaranya yang sedang berada ditempat jauh, lalu orang itu mendapat kebaikan dari doa kita tersebut, maka kita mendapat kebaikan sebesar kebaikan orang yang kita doakan. Bila kita mendoakan jama’ah haji agar mendapat haji mabrur, lalu mereka mendapat haji mabrur, maka kita mendapat pahala sebesar pahala haji mabrur. Wallohu A’lam.
2. Shalat ‘Idul Adha.
Firman Allah swt.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2)
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. =Qs. Al Kautsar 108: 1-2=
Menunjukkan pentingnya shalat idul adha.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا  =متفق عليه= وهذا لمسلم
Dari Ummu Athiyah ra, berkata, Rasulullah saw memerintahkan kami agar kami mengeluarkan anak-anak gadis dan wanita haidh dan ditempatkan ditempat khusus wanita. Adapun wanita yang haidh agar menjauh dari shalat dan hanya menyaksikan kebaikan dan da’wah muslimin (khutbah), lalu aku bertanya, Ya Rasulallah, bagaimana kalau salah seorang kami tidak mempunyai jilbab. Nabi menjawab, Agar saudaranya meminjamkan jilbabnya kepadanya.  =HR. Muttafaqun Alaihi=
3. Menyembelih Qurban.
Firman Allah swt.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2)
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. =Qs. Al Kautsar 108: 1-2=
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ، وَعَطَاءُ، وَمُجَاهِدٌ، وَعِكْرِمَةٌ، وَالْحَسَنُ: يَعْنِيْ بِذَلِكَ نَحْرٍ اَلْبُدْنُ وَنَحْوُهَا  =تفسير ابن كثير=
Berkata Ibnu Abbas. Atha’, Mujahid, Ikrimah, dan Al-Hasan: Yaitu yang dimaksud dengan Nahr (kurban) adalah (menyembelih) unta dan apa saja yang semisalnya. =Tafsir Ibnu Katsir=
Sabda Rasulullah saw:
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا  =رواه الترمذي=
Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Tidaklah seseorang melakukan satu amal pada hari raya qurban yang lebih dicintai oleh Allah dari menumpahkan darah (qurban), karena sesungguhnya qurban itu pasti akan datang kelak pada hari kiamat dengan tanduknya, bulunya dan kuku-kukunya, dan bahwasanya darah itu (qurban) pasti telah tetap dari Allah akan balasannya sebelum darahnya sampai ke tanah, maka baguskan kalianlah dengan qurban itu akan diri kalian.  =HR. Tirmidzi=
Hukum berqurban.
Sabda Rasulullah saw:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « أُمِرْتُ بِالنَّحْرِ وَلَيْسَ بِوَاجِبٍ » =رواه الدارقطني=
Dari Ibnu ‘Abbas ra, berkata: Bersabda Rasulullah saw: Aku diperintahkan untuk berquban, dan tidak diwajibkan. =HR. Daruquthni=
Sabda Rasulullah saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا  =رواه ابن ماجه واحمد=
Dari Abu Hurairah ra, berkata, Bersabda Rasulullah saw: Barangsiapa yang mendapati kelapan (rizki), lalu ia tidak berqurban maka janganlah ia datang ketempat shalat kami.  =HR. Ibnu Majah dan Ahmad=
Maka dari hadits diatas dapatlah kita pahami bahwa menyembelih qurban itu adalah sunnah mu’akkadah. Tidak diancam dengan azab neraka, murka atau la’nat Allah bagi mereka yang mampu namun tidak berqurban, akan tetapi ia pasti rugi karena tidak mendapatkan kebaikan (pahala yang besar) dimana Allah sudah menyediakan waktu untuk melakukan amal yang memiliki keutamaan yang besar bila melakukannya, namun ia tidak melakukannya padahal ia memiliki kemampuan. Wallohu a’lam.
Yang dilarang bagi orang yang akan berqurban.
Sabda Rasulullah saw:
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ  =رواه مسلم=
Dari Ummu Salamah ra, bahwa Nabi saw bersabda: Apabila kalian melihat hilal bulan dzulhijjah, sedangkan kalian bermaksud untuk berqurban, maka hendaklah ia menahan (tidak memotong) akan rambutnya dan kukunya.  =HR. Muslim=
4. Takbir.
Firman Allah swt.
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (37)
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.  =Qs. Al-Hajj 22: 37=
Waktu memulai dan mengakhiri takbir.
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: «يُكَبِّرُ بَعْدَ صَلاَةِ الْفَجْرِ يَوْمَ عَرَفَةِ إِلَى صَلاَةِ الْعَصْرِ مِنْ آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيْقِ يُكَبِّرُ بَعْدَ الْعَصْرِ»  =رواه ابن منذر وغيره=
Dari Ali ra, ia berkata: Takbir dimulai setelah shalat fajar (shubuh) pada hari arafah sampai shalat ashar hari terakhir dari hari-hari tasyriq, takbir sesudah shalat ashar.  =HR. Ibnu Mundzir dan lainnya=
عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ  =رواه احمد ومسلم والنسائي=
Dari Nubaisyah Al-Hudzaliy ra, berkata: Bersabda Rasulullah saw, Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan mengingat Allah Azza wa Jalla.  =HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i=
…::: Wallohu A’lam :::..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar