STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Rabu, 02 November 2011

MEMBENTUK CITRA DIRI DENGAN TADABBUR QUR’AN

Citra diri atau gambaran mental tentang diri sendiri sangat besar pengaruhnya pada kehidupan seseorang. Citra diri positif akan memberikan kehidupan yang baik sedang Citra diri negatif akan menghancurkan kehidupan seseorang. Mengubah citra diri negatif menjadi positif membutuhkan perjuangan yang berat dan sunguh sungguh. Citra diri negatif yang telah tertanam berakar dalam fikiran bawah sadar tidak bisa dilenyapkan begitu saja dengan mudah . Perlu usaha yang berat dan gigih.
Mengubah citra diri negatif menjadi positif dapat dilakukan dengan berapa cara , antara lain dengan tehnik hipnoterapi, pengulangan kalimat tertentu dalam kondisi alfa, do’a yang khusuk dan sungguh sungguh, membaca Qur’an dengan tadabbur dan lain sebagainya. Metode hipnoterapi, pengulangan kalimat tertentu dan do’a sudah banyak diketahui dan dilakukan orang . Pada kesempatan ini kami akan memperkenalkan metode tadabbur Qur’an kepada pembaca untuk menghilangkan dan mengubah citra diri negatif menjadi citra diri positif.

Metode ini sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah, namun dengan berjalannya zaman metode ini kurang berkembang dan disosialisasikan. Orang lebih tertarik pada seni baca Qur’an dan kajian Al Qur’an daripada melakukan tadabbur Qur’an. Disamping membentuk citra diri positif tadabbur Qur’an juga sangat besar pengaruhnya pada hati. Tadabbur Qur’an dapat membersihkan hati dari berbagai penyakit, memberi kekuatan dan kesehatan yang prima pada hati , hingga membentuk qalbun salim.Hati yang sehat , kuat dan bersih dari berbagai penyakit juga akan membentuk citra diri positif. Disamping itu dengan hati yang sehat dan bersih berarti terbukalah lah hijab yang menutup hati manusia dari memandang wajah Allah sehinga ia dapat berkomunikasi dengan Nya, dan selalu mendapat hidayah dan petunjuk dalam menghadapi berbagai masalah hidup didunia ini.
Membaca, mendengar dan mengkaji Al Qur’an
Al Qur’an adalah wahyu Ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan menjadi pedoman dan pegangan hidup bagi umat Islam diseluruh dunia.
Namun sayang interaksi antara umat islam dengan Al Qur’an dewasa ini dirasakan sangat kurang. Sebagian besar umat islam tidak mengerti dan tidak paham tentang Al Qur’an yang seharusnya menjadi pedoman hidupnya.
Al qur’an dibaca dan didengarkan hanya sebagai hiasan telinga, tidak menyentuh akal dan fikiran apalagi menyentuh hati. Al Qur’an dibaca dan didengarkan hanya sebagai kegiatan ritual yang diagungkan dan disucikan, kurang menyentuh akal dan hati. Hal ini terjadi terutama pada orang yang tidak berbahasa arab.
Walau demikian untunglah masih ada kelompok umat islam yang berusaha mengkaji Al Qur’an , membaca Qur’an dengan tartil diterjemahkan kedalam bahasa ibu masing masing, dibahas dan diusahakan untuk diamalkan. Inilah kelompok ahli tafakkur., yang memikirkan dan mengkaji ayat Qur’an dan memperhatikan tanda kebesaran Allah dilangit dan bumi sebagai mana disebutkan dalam s Ali Imran ayat 190-191
3_190.png
3_191.png
190- Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191- (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
( Ali Imran 190-191)
Namun sayang kelompok ahli tafakkur ini kadang kala terlalu mengagungkan akal dan logika. Sering kali muncul dari kalangan ini kelompok yang kritis dan berani mengkritik Al qur’an dan mulai meragukan kebenaran Al Qur’an. Mereka mengatakan sebagian ayat Al qur’an perlu dikoreksi tidak sesuai dengan kemajuan zaman, Mereka mulai mengutak atik keabsahan Al qur’an yang dibukukan dizaman Khalifah Usman dan lain sebagainya. Pelaksanaan tafakkur harus diiringi dengan keyakinan yang teguh pada Allah, kehidupan akhirat dan semangat sami’na wa atho’na, tunduk taat dan patuh pada Allah dan Rasul. Tanpa semangat sami’na wa atho’na sangat mungkin akal dan fikiran akan menyimpang dari jalan yang benar dan tersesat jalan.
Tafakkur dan tadabbur
Sasaran utama Al Qur’an adalah hati yang ada didalam dada, Al qur’an merupakan obat bagi segala penyakit yang ada dalam hati manusia. Al qur’an membersihkan hati dari berbagai penyakit dan menggantikan penyakit itu dengan cahaya terang yang bersinar dalam hati setiap mukmin , menerangi kehidupan dirinya dan orang-orang disekitarnya.
Firman Allah dalam S Yunus ayat 57
10_57.png
57- Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. ( Yunus 57)
Rasulullah mengatakan dalam salah satu hadistnya : “ Seandainya hati bani Adam tidak ditutupi oleh setan ( dosa dan berbagai perbuatan maksiat) niscaya ia bisa melihat rahasia kerajaan langit” Hati yang kotor , bergelimang dosa, penuh penyakit dan selalu memperturutkan keinginan hawa nafsu , terhijab dari berkomunikasi dan memandang Allah. Ia tidak mampu berkomunikasi dengan Allah, sehingga tidak mendapat bimbingan dan petunjuk-Nya. Ia hanya mampu mendengar bisikan dan bujukan setan yang menyesatkannya, dan ia menyangka bisikan setan itulah yang benar
Hati yang bersih ( Qolbun Salim) mempunyai kemampuan memandang wajah Allah dan berkomunikasi dengan-Nya, ia mendapat bimbingan dan tuntunan dari Allah dalam segala hal. Mereka itulah orang yang mendapat kemenangan didunia dan akhirat
Memasukan Al Qur’an kedalam hati dilakukan dengan cara memikirkan ayat ayat yang dibaca atau didengar dan berusaha memahaminya ( Tafakkur) atau dengan cara berusaha merasakan serta menghayati setiap ayat yang dibaca atau didengar.dan meresapkan dalam hati ( Tadabbur).
Metode Tafakkur
Metode tafakkur ( pengkajian ayat Al-Qur’an) adalah metode yang banyak dilakukan orang pada dewasa ini. Dimana mana muncul pengajian yang mengkaji kandungan Al Qur’an yang disampaikan oleh para da’i dan ustadz menggunakan media Radio, Televisi atau langsung bertatap muka.
Para Da’i dan Ustadz mengajak jama’ah untuk memikirkan kebenaran kandungan Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Isi ceramah didengar oleh telinga , diolah oleh fikiran sadar ( otak kiri ) , jika argumen dan penjelasan yang diberikan bisa diterima diresapkan dalam hati dan fikiran bawah sadar, menjadi suatu sikap hidup. Jika argumen atau penjelasan yang diberikan tidak bisa diterima oleh fikiran sadar, maka pelajaran yang diberikan akan ditolak dan tidak akan pernah sampai kehati, ataupun disimpan dalam fikiran bawah sadar.
Metode Tadabbur
Pada metode tafakur untuk memahami ayat Qur’an yang memegang peranan utama adalah fikiran sadar ( otak kiri ) , jika argumen bisa diterima baru diendapkan dalam hati.
Pada metode Tadabbur fikiran sadar ( otak kiri ) tidak begitu berperan, peran utama ada pada fikiran bawah sadar ( otak kanan ) . Ayat Qur’an yang didengar di rasakan oleh fikiran bawah sadar (otak kanan ) langsung diterima oleh hati. Pada metode Tadabur kita lebih memperhatikan akibat , berusaha merasakan apa yang dimaksud oleh Allah dengan firman-Nya itu, bukan memperhatikan dalil kenapa begini , kenapa begitu seperti pada metode tafakkur. Metode tadabbur baru efektif jika dilakukan dalam suasana alfa, karena itu untuk melakukan tadabbur Qur’an harus diusahakan suasana tempat, ruangan , lingkungan yang mendukung, jauh dari hiruk pikuk yang mengganggu konsentrasi. Jika perlu pada saat tadabbur menggunakan bahasa ibu bisa dibantu dengan alunan musik lembut yang merangsang otak untuk memasuki suasana alfa ( gelombang otak berada pada frekwensi antara 7 – 14 Hz) . Metode tadabbur sudah dilaksanakan oleh Rasulullah dan para sahabat , hal ini diungkapkan dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan :
Muhammad membaca Al Qur’an secara beruntut artinya jika beliau membaca ayat yang isinya tasbih maka beliau membaca tasbih. Jika beliau beliau membaca ayat yang isinya pertanyaan maka beliau bertanya. Dan jika beliau membaca ayat yang menyeru untuk minta perlindungan , maka beliau minta perlindungan “
Namun sayang dalam perjalanan waktu metode ini tidak begitu berkembang, yang banyak digunakan orang adalah metode tafakur. Bacaan Qur’an juga yang diutamakan adalah seni bacanya , setiap tahun dinegara kita diadakan perlombaan seni baca Qur’an. Tentang tadabbur ini Allah berfirman dalam S Muhammad ayat 24:
47_24.png
24- Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?
Tata cara Tadabbur Qur’an
Tadabbur Qur’an dilakukan dengan menggunakan bahasa ibu sehingga dapat dimengerti dan dihayati oleh setiap orang dari bangsa dan bahasa apapun. Tadabbur Qur’an mengandung seni penyampaian pesan sesuai bahasa masing masing daerah atau bangsa yang digunakan . Bahasa , logat dan tekanan suara yang digunakan harus mampu menyentuh perasaan orang yang mendengarkan nya.
Tadabbur Qur’an dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
  1. Baca satu atau dua ayat Qur’an dengan tartil sesuai tajwid, makhraj yang benar dan irama bacaan yang tepat.
  1. Baca terjemahan ayat tersebut dalam bahasa ibu ( daerah, bangsa ) orang yang mendengarkan ayat tersebut agar dapat dimengerti dan dipahami oleh yang mendengarkannya.
  1. Baca sekali lagi ayat tersebut diatas dengan tartil
  1. Lakukan tadabbur dalam bahasa ibu dengan logat, tekanan suara dan irama yang menyentuh perasaan .
Tadabbur dilakukan sebagai berikut :
  • Kalimat yang menyatakan Allah dengan Dia, Kami, Aku, Allah diganti dengan Engkau
  • Kalimat yang menyatakan engkau, Kamu, kalian diganti dengan kami atau hamba
  • Kalimat yang menyatakan pihak ketiga seperti mereka, dia, Fi’aun, Musa, tetap tidak berubah
Contoh tadabbur S Al A’raaf ayat 96:
7_96.png

96- Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ( Al A’raaf 96)
Ucapan tadabbur sebagai berikut:
Ya Allah telah Kau sampaikan kepada kami dalam Qur’anMu yang agung, bahwa jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa niscaya Engkau akan menurunkan keberkahan bagi mereka dari langit dan bumi. Namun jika mereka mendustaiMu maka engkau akan menimpakan azab kepada mereka sebagai balasan atas apa yang telah mereka lakukan. Ya Allah kami mohon kepadaMu tolong kami untuk beriman dan bertakwa kepadaMu. Bukakan bagi kami keberkahan dari langit dan bumi Mu. Bukakan bagi kami pintu rahmat dari segala penjuru yang Kau berkahi. Tutup dari kami pintu azab dan kemurkaanMu. Ya Allah kami berlindung kepadaMu dengan namaMu yang maha tinggi dari azab dan kemurkaanMu. Jangan Kau timpakan kepada kami azab akibat kelalaian dan kealpaan kami. Ampuni kami ya Allah Kau maha Pengampun dan maha kasih. Telah kami dengarkan peringatanMu yang Kau sampaikan kepada kami didalam kitabMu yang Mulia. Janji dan ancamanMu pasti terjadi. Tolong kami mendapatkan janjiMu jangan Kau hadapkan kami pada ancaman dan azabMu karena kekhilafan kami. Maafkan kami ya Allah.
Kalimat dan ucapan tadabbur itu terus diulang ulang beberapa kali hingga betul betul meresap dan menyentuh kalbu.Rasakan dengan hati yang jernih sampai dada terasa bergetar, air mata berurai menagis terisak.
Harap akan rahmat Allah dan takut akan azabNya . Pelaksanaan tadabbur ini akan menimbulkan efek psychologis bagi pendengar maupun yang melakukan tadabbur tersebut, antara lain:
  1. Kulit bergetar, wajah tertunduk dan hati terasa khusuk
  2. Dada terasa bergetar dan timbul dorongan untuk menangis
  3. Tidak kuat menahan getaran didada hingga menangis terisak
  4. Tidak kuat menahan isak tangis hingga menjerit histeris
Kondisi seperti tersebut diatas banyak disebutkan dalam Al Qur’an antara lain dalam S Az Zumar ayat 23
39_23.png

23- Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya. ( Az Zumar 23 )
Al Anfal Ayat 2:
8_2.png

2- Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal
( Al Anfal 2)
Al Israak 107-109
17_107.png
17_108.png
17_109.png
107- Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,
108- dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”.
109- Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. ( Al Israak 107-109)

Tangis Rasulullah, para sahabat dan para sholihin
Rasulullah, para sahabat dan para sholihin sesudah zaman Rasulullah sering menangis terisak isak ketika membaca atau mendengar ayat Qur’an yang dibacakan orang lain.
Dikisahkan pada suatu ketika Rasulullah sedang berkumpul ditengah para sahabat, Rasulullah memanggil Ibnu Mas’ud dan meminta padanya untuk membacakan Al Qur’an.Ibnu Mas’ud berkata: “Apakah pantas aku membaca Al Qur’an dihadapamu, ya Rasulullah padahal Al qur’an itu turun kepadamu” Rasulullah menjawab : Aku ingin mendengarnya dari selainku” Kemudian Ibnu Mas’ud membaca Surat An Nisa, ketika sampai pada surat An Nisa ayat 41 yang berbunyi :
4_41.png

41- Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). ( An Nisa 41)
Tiba tiba Rasulullah berkata : “Tahan bacaamu “ . Ibnu Mas’ud menghentikan bacaannya, ketika ia memandang Rasulullah dilihatnya dilihatnya Rasulullah menangis dan airmatanya mengalir membasahi pipinya.
Abdullah bin Syadad menceritakan , ketika sholat subuh bertindak sebagai imam Umar Bin Khatab, ketika mebaca surat yusuf sampai pada ayat 86
10_81.png

86- Yakub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.”
Tiba tiba ia mendengar beliau menangis terisak isak.
Syu’bah bin Sa’ad menceritakan , satu ketika makan malam telah dihidangkan dihadapan Abdurahman bin Auf , setelah siang harinya ia berpuasa. Ia membaca surat Al Muzzammil ayat 12 -13 :
73_12.png
73_13.png

12- Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang bernyala-nyala,
13- dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
Abdurahman bin Auf tiba tiba menangis dan terus menangis hingga ia tidak jadi makan malam.
Dikisahkan Umar bin Abdul Azis salah seorang Khalifah Bani Umayyah ketika sedang sholat pada suatu malam , ia membaca surat Al Mukmin ayat 71-72
23_71.png
23_72.png

71- ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,
72- ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,
Ia berulang kali membaca ayat itu dan terus menangis hingga pagi hari.
Ibnul Jauzi meriwayatkan bahwa suatu ketika ia berada bersama Malik bin dinar sedang seorang Qori’ mdembaca Al Qur’an, hingga sampai pada surataAl Zalzalah
99_7.png

1- Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),
Ia lihat Malik bin Dinar mulai menghapus air matanya sedang jamaah yang lain mulai menangis terisak isak bahkan histeris. Hingga tatkala sampai pada bagian terakhir surat Al Zalzalah:
99_71.png
99_8.png

7- Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
8- Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
Malik bin Dinar mulai manangis terisak isak , hingga jatuh pingsan, orang banyak menyangka ia gila.
Demikianlah keadaan Rasulullah , para sahabat , tabiin dan para salihin ketika membaca atau mendengar ayat Qur’an dibaca orang lain. Bagaimana dengan kita ? Inilah yang ditegur Allah dalam surat An Najm ayat 60
53_60.png

60- Dan kamu menertawakan dan tidak menangis?
Dengan melakukan tadabbur Qur’an kita bisa mengalami kondisi seperti yang dialami oleh Rasulullah, para sahabat, para tabiin dan salihin sesudah zaman Rasulullah.

Tadabbur Qur’an sangat menyentuh hati dan perasaan, dada terasa bergetar, timbul dorongan kuat untuk menangis, hingga akhirnya menangis terisak isak.

Pelaksanaan tadabbur Qur’an
Pelaksanan tadabbur dilakukan dengan memperhatikan tiga unsur:
  1. Pemimpin tadabbur
Pemimpin tadabbur adalah orang yang menyampaikan kalimat tadabbur dalam bahasa ibu yang mudah dimengerti dan menyentuh kalbu para pendengarnya.
Kalimat tadabbur harus keluar dari hati yang tulus dan menyentuh kalbu, bukan dari suatu tulisan yang dibacakan dan terasa hambar.Agar dapat menyampaikan kalimat tadabbur dengan baik pemimpin tadabbur harus terbiasa melakukan tadabbur Qur’an setiap hari dan mampu mencapai tahap seperti yang disebutkan dalam S Al Israak ayat 107-109 .
  1. Pembaca Qur’an ( Qori’)
Pembaca Qur’an harus mampu membaca ayat Qur’an dengan tartil sesuai dengan tajwid dan makhraj huruf yang benar. Irama bacaan dapat menyentuh kalbu para pendengarnya. Sebaiknya ayat yang dibaca adalah ayat yang dihafal bukan yang dibaca dari mushaf atau lembaran lainnya
  1. Penterjemah
Penterjemah adalah orang yang membacakan terjemahan ayat yang dibaca dalam bahasa ibu para pendengar. Terjemahan disampaikan secara puitis dengan tekanan suara yang jelas dan menyentuh kalbu. Kalimat terjemahan sebaiknya diambil dari terjemahan Qur’an yang bisa dipertanggung jawabkan yang diterjemahkan oleh orang yang ahli.
Pelaksanaan tadabbur Qur’an bisa dilakukan oleh tiga orang, dua orang atau satu orang, dimana semua kegiatan mulai membaca Qur’an, terjemahan dan tadabburnya dilakukan oleh satu orang. Suasana tempat , ruangan dan lingkungan tempat dilaksanakan tadabbur harus tenang dan bebas dari gangguan suara bising, dan lalu lalang orang. Ruang dan tempat dibuat sedemikian rupa, karena tadabbur akan efektif jika dilakukan dalam suasana alfa.
Pengaruh tadabbur Qur’an pada citra diri
Tadabbur Qur’an dapat menghilangkan citra diri negatif dan membantu membentuk citra diri positip. Dengan mentadabburi ayat ayat Qur’an yang membangkitkan semangat juang, harga diri, janji kemenangan dari Allah, pertolongan Allah, larangan berputus asa, ampunan Allah, dan lain sebagainya . Sifat buruk seperti rendah diri, putus asa, merasa hina , takut dan gentar pada manusia akan lenyap berganti dengan perasaan dimuliakan Allah, memiliki semangat juang yang tinggi, tidak takut kepada apapun selain Allah, yakin akan datangnya kemenangan dan pertolongan Allah.
Citra diri positif yang muncul dari tadabbur Qur’an antara lain :
  • Merasa dekat dengan Allah
  • Merasa disayang dikasihi dan dicintai Allah
  • Merasa dimuliakan Allah
  • Merasa dilindungi dan selalu ditolong Allah dalam segala hal
  • Tidak gentar dan takut pada ancaman manusia atau mahluk Allah lainnya
  • Tidak putus asa menghadapi masalah atau persoalan yang muncul
  • Tidak pernah larut dalam kesedihan dan duka yang menimpa
  • Segera bangkit dari kegagalan atau musibah yang menimpa
  • Sabar menghadapi musibah dan ujian keburukan, selalu bersyukur jika mendapat nikmat dari Allah, dan lain sebagainya.
Beberapa contoh ayat Qur’an yang jika ditadabburi dapat membangkitkan citra diri positif antara lain :
Surat Fathir ayat 1-7
Surat Al mukminun ayat 1-11
Surat An nur 55-56
Surat Fushilat ayat 30-32
Al Fath ayat 1-4 , dan banyak lagi
Tadabbur Qur’an membersihkan dan melenyapkan penyakit hati
Tadabbur Qur’an juga membersihkan hati dari berbagai penyakit hati seperti Musyrik, sombong,. Irihati dengki, ujub , takabbur, tamak , kikir, khianat, buruk sangka dan lain sebagainya. Tadabbur Qur’an menjadikan hati tawadhu, tunduk dan khusuk pada Allah.
Tadabbur Qur’an juga dapat memberi kesehatan dan kekuatan pada hati. Didalam hati muncul sifat takwa, tawakkal , iman yang teguh pada Allah, sabar, jujur, amanah, ikhlas, mampu mengendalikan amarah, mampu mengendalikan nafsu rendah, rasa kasih saying dengan sesama dan lain sebagainya. Jika hati telah bersih dari berbagai penyakit, hati menjadi sehat kuat dan bercahaya dengan cahaya Ilahi , disaat itu terbukalah hijab yang selama ini menghalangi manusia dari memandang wajah Allah dan berkomunikasi dengan –Nya. Hati akan naik dari tingkat nafsul amarah menjadi nafsul kamilah. Orang yang telah terbuka hijab yang menutupi hatinya dapat berkomunikasi dengan Allah dan selalu mendapat bimbingan dan hidayah-Nya dalam segala hal. Ia tidak pernah disentuh ras sedih dan duka sebagaimana disebutkan dalam S Yunus ayat 62
10_62.png
62- Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ( Yunus 62)
Mereka itulah orang yang mendapat kemenangan didunia dan akhirat.
Membentuk karakter manusia dengan tadabbur Qur’an
Semua perusahan didunia membutuhkan orang yang mempunyai karakter sabar, jujur, amanah, mampu mengendalikan amarah , mampu bekerja sama, saling mengasihi dengan sesama, rajin, pantang berputus asa dan lain sebagainya. Berbagai training dan latihan dilakukan dengan menghabiskan dana milyaran rupiah untuk membentuk karakter karyawan seperti tersebut diatas . Training dan latihan yang dilakukan banyak perusahaan dewasa ini lebih banyak berusaha membentuk karakter dengan kekuatan dari luar. Karyawan dijejali berbagai teori dan latihan yang kadang kala membosankan . Seringkali usaha membentuk karakter dengan usaha penekanan dari luar mendapat perlawanan dari pribadi orang yang bersangkutan, sehinga hasilnya tidak maksimal. Fikran bawah sadar manusia cenderung melawan setiap usaha untuk merubah citra diri yang telah melekat pada dirinya. Tadabbur Qur’an mampu merubah karakter manusia dengan kekuatan yang muncul dari dalam dirinya. Metode ini lebih efektif karena tidak medapat perlawanan dari fikiran bawah sadar yang bersangkutan sehinga diharapkan hasilnya lebih maksimal
Ayat Qur’an yang jika ditadabburi mampu membentuk karakter suka bersedekah, tidak kikir, mampu mengendalikan marah, pemaaf, cepat menyadari kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan adalah surat Ali Imran ayat 133-135:
3_133.png
3_134.png
3_135.png

133- Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
134- (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
135- Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ( Al,I Imran 133-135)
Ucapan tadabburnya adalah sebagai berikut
Ya Allah telah Kau ingatkan kepada kami didalam KitabMu yang agung, agar kami berlumba lomba kepada ampunan-Mu dan Syurga-Mu yang luasnya seluas langit dan bumi, yang Kau sediakan bagi orang yang bertakwa kepada-Mu. Ya Allah tolong kami untuk belomba lomba mendapatkan ampunanMu dan syurgaMu yang luasnya seluas langit dan bumi, yang Kau sediakan bagi orang yang bertakwa. Yaitu orang orang yang menafkahkan hartanya dikala lapang dan sempit, dan orang yang mampu menahan marahnya ketika marah, dan mampu memaafkan kesalahan orang lain. Dan orang yang apabila berbuat kesalahan atau meanganiaya dirinya segera ingat padaMu dan mohon ampun padaMu atas kesalahan dan kekeliruannya dan mereka tidak terus menerus melakukan kesalahan itu sedang mereka mengetahui
Ya Allah tolong kami untuk menafkahkan harta kami dikala lapang dan sempit, tolong kami untuk merngendalikan marah kami ketika marah, tolong kami untuk memaafkan kesalahan orang lain pada kami.
Ya Allah tolong kami apabila kami berbuat kekeliruan atau kesalahan agar segera ingat padaMu, dan segera mohon ampun atas kekeliruan dan kesalahan yang kami lakukan, jangan kau biarkan kami terus menerus dalam kesalahan dan kekeliruan kami . Jangan kau timpakan azab kepada kami atas kekeliruan dan kesalahan kami itu, maafkan kami, ampuni kami yang Allah, tolong kami memperbaiki diri kami.
Ucapan tadabbur dilakukan dengan khusuk , rasakan bahwa anda ketika itu sedang berhadapan langsung dengan Allah. Ia sangat dekat, anda tidak dapat melihat Allah, tapi Allah melihat anda. Berbicaralah padaNya dengan khusuk dan tawadhu. Penuh harap dan takut akan murkan-Nya. Jika dilakukan dengan benar dan sungguh sungguh anda akan merasakan getaran yang hebat diseluruh tubuh, dada terasa akan pecah . Timbul dorongan untuk menangis, tak terasa air mata meleleh dipipi. Jaga dan kendalikan diri anda. Jika anda tidak mampu menjaga dan mengendalikan diri , kemungkinan anda akan histeris dan jatuh pinsan. Dalam melaksanakan tadabbur otak akan memasuki kondisi alfa, apa saja do’a yang diucapkan pada saat itu akan menghunjam kedalam hati dan fikiran bawah sadar. Itulah kekuatan dahsyat yang akan merubah karakter seseorang dari dalam dirinya sendiri.
Do’a yang diucapkan mohon agar mampu menafkahkan harta dikala lapang dan sempit, mampu menahan amarah ketika marah, mampu memaafkan kesalahan orang lain , segera ingat dan mohon ampun pada Allah jika berbuat kesalahan atau kekeliruan, dan mohon untuk tidak terus menerus melakukan kesalahan dan kekeliruan , seperti tersebut pada surat Ali Imran ayat 133-136 diatas jika dilakukan pada saat tadabur dan otak berada pada kondisi alfa insya Allah dapat merubah dan membentuk karakter seseorang dengan kekuatan dari dalam dirinya sendiri sesuai permohonan yang disampaikan pada Allah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar