STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Rabu, 30 November 2011

Karakteristik Kepribadian Guru Agama Islam Dalam Meningkatkan Proses Belajar Mengajar di SMP

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan dalam proses belajar mengajar berkaitan dengan usaha peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dicapai melalui proses belajar mengajar yang efektif. Pada asasnya peran penting guru pendidikan agama Islam dalam proses belajar mengajar adalah sebagai “direktur of learning” (direktur belajar). Artinya, setiap guru pendidikan agama Islam diharapkan untuk pandai-pandai mengarahkan kegiatan belajar siswa agar tercapai keberhasilan belajar (kinerja akademik) sebagaimana telah ditetapkan dalam sasaran proses belajar mengajar yang bersifat bertahap dan meliputi beberapa jenjang yang kongkrit dapat dirasakan dan dilihat sampai yang bersifat nasional dan universal.
Peranan guru pendidikan agama Islam sebagai mediator (penghubung atau perantara) antara pengetahuan dan keterampilan dengan siswa yang membutuhkannya sangat berpengaruh pada hasil proses belajar mengajar. Profil guru pendidikan agama Islam yang sebenarnya menggambarkan nilai-nilai (perilaku) kependidikannya dari berbagai pengalamannya selama menjalankan tugas atau profesinya sebagai guru pendidikan agama Islam yang ternyata tidak hanya mentransfor ilmu saja tetapi sebagai cermin berperilaku.
Dalam kerangka kependidikan secara umum dapat dikatakan bahwa perilaku guru pendidikan agama Islam dipandang sebagai  “sumber pengaruh” sedangkan tingkah laku yang belajar sebagai “efek” dari berbagai proses tingkah laku dan kegiatan interaksi (Gage, 1964, hal. 139).1 Penulis sepakat dengan pendapat tersebut karena guru pendidikan agama Islam merupakan pendidik dan pengajar yang menyentuh kehidupan pribadi siswa karena itu oleh siswa sering dijadikan tokoh teladan bahkan tokoh identifikasi diri serta menjadi profil yang diidolakan dan segala kebiasaan dijadikan patokan yang paling benar oleh siswa SMP yang sedang dalam pertumbuhan jasmani antara usia (+ 13-16) tahun dan pertumbuhan kecerdasan yang mendekati kematangan sehingga dapat mengambil kesimpulan yang abstrak dari kenyataan yang dilihat atau yang ditemukannya karena siswa berada dalam usia goncang. Padahal sosok guru pendidikan agama Islam yang ideal adalah sosok yang mengabdikan diri berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani bukan karena tuntutan materi belaka yang membatasi tugas dan tanggung jawabnya sebatas di sekolah saja dan seyogyanya guru pendidikan agama Islam meiliki perilaku yang memadai untuk untuk dapat mengembangkan diri siswa secara utuh.
Guru pendidikan agama Islam bertanggung jawab mewariskan nilai-nilai dan norma-norma baik yang bersumber dari diri sendiri yang meliputi kaedah atau norma keagamaan dan kaedah atau norma kesusilaan maupun yang bersumber dari lingkungan sosialnya yang meliputi norma kesopanan dan norma hukum kepada generasi muda sehingga terjadi proses konservasi nilai, bahkan melalui proses pendidikan diusahakan terciptanya nilai-nilai baru dalam konteks ini pendidik berfungsi mencipta, memodifikasi dan mengkontruksi nilai-nilai baru (Brameld)
Guru pendidikan agama Islam sebagai pendidik atau pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan. Itulah sebabnya setiap perbincangan mengenai perbincangan mengenai pembaharuan kurikulum, pengadaan alat-alat belajar sampai pada kriteria sumber daya manusia yang dihasikan selalu bermuara pada guru. Hal ini menunjukkan betapa signifikan (berarti penting) posisi guru pendidikan agama Islam dalam dunia pendidikan. Karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam sangat mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan, karena guru pendidikan agama Islam sangat mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan, karena guru pendidikan agama Islam sebagai profil pribadi yang ditiru dan diteladani oleh siswa baik secara sengaja atau tidak. Profesi sebagai guru pendidikan agama Islam tidak sama dengan profesi apapun di luar, karena memerlukan persyaratan kepribadian disamping ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. Mengenai pentingnya kepribadian guru pendidikan agama Islam, seorang psikolog terkemuka, Prof Doktor Zakiyah Daradjat menegaskan: “ kepribadian itulah ang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat sekolah dasar) dan mereka yang sedang menjalani kegoncangan jiwa (tingkat menengah)”.2
Dengan kata lain, baik tidaknya citra seorang guru pendidikan agama Islam ditentukan kepribadianya, walaupun kepribadian sebenarnya adalah suatu masalah yang abstrak, hanya bisa dilihat lewat penampilan, tindakan, ucapan, cara berpakaian, dan dalam menghadapi setiap persoalan atau keseluruhan dari individu yang terdiri dari unsur perilaku dan fisik. Oleh karena itu masalah kepribadian adalah suatu hal yang sangat menentukan tinggi rendahnya kewibawaan atau citra seorang guru pendidikan agama Islam dalam pandangan anak didik atau pandangan masyarakat. Realita di lapangan sampai saat ini masih ada guru senior yang merasa ingin dihormati yang berakibat timbulnya sikap-sikap yang kurang layak sebagai seorang guru pendidikan agama Islam.
Guru pendidikan agama Islam dan peserta didik memang dua figur manusia yang selalu hangat dibicarakan dan tidak akan pernah absen dari agenda pembicaraan masyarakat. Untuk itu setiap calon guru pendidikan agama Islam sangat diharapkan memahami bagaimana karakteristik (ciri khas) kepribadian dirinya yang diperlukan sebagai panutan para siswanya.
Kepribadian guru pendidikan agama Islam adalah unsur yang menentukan keakraban hubungan guru pendidikan agama Islam dengan anak didik. Kepribadian guru pendidikan agama Islam akan tercermin dalam sikap dan perbuatanya dalam membina dan membimbing anak didik.3
 Dari kepribadian guru pendidikan agama Islam itu sendiri, keberhasilan guru pendidikan agama Islam dalam mengelola proses belajar mengajar dapat dilihat dari berbagai segi diantaranya adalah prestasi yang dicapai oleh peserta didik dan  jalannya proses belajar mengajar tergantung dari pendekatan yang digunakan guru pendidikan agama Islam tersebut. Tingkah laku guru pendidikan agama Islam dalam proses tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya sementara, misalnya ketepatan menentukan tujuan pengajaran atau memilih materi pengajaran yang sesuai dan kemampuan menggunakan media pengajaran saja, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku guru pendidikan agama Islam yang relatif tetap yaitu kepribadian guru pendidikan agama Islam itu sendiri.
Sebagai teladan, guru pendidik agama Islam harus memiliki kepribadian yang dapat dijadikan profil atau idola seluruh kehidupannya adalah figur yang paripurna. Itulah kesan terhadap guru pendidikan agama Islam sebagai sosok yang ideal, sedikit saja guru agama Islam berbuat yang kurang atau tidak baik, akan mengurangi kewibawaannya dan kharisma pun secarta perlahan lebur dari jati dirinya bahkan bisa juga ia dicaci maki dengan sinis hanya karena kealpaan berbuat kebaikan. Meskipun kejahiliannya itu bak setetes air dalam daun talas. Keburukan perilaku anak didik cenderung diarahkan pada kegagalan guru pembimbing dan pembina anak didik karena faktor kepribadian guru pendidikan agama Islam yang sangat sensitif. Padahal warna perilaku anak didik yang buruk itu terkonsumsi dari multi sumber.
Secara konstitusional, guru pendidikan agama Islam hendaknya berkepribadian pancasila dan UU 45 yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, disamping ia harus memiliki kualifikasi (keahlian yang diperlukan) sebagai tenaga pengajar. (pasal 28 ayat (2) UUSPN /1989). Pada intinya ada beberapa kemampuan dan perilaku yang harus dimiliki oleh guru pendidikan agama Islam yaitu terkait dengan aspek personal yang menyangkut pribadi guru pendidikan agama Islam sendiri sehingga perlu menatap dan mengaca dirinya serta memahami konsep dirinya sebagai guru pendidikan agama Islam yang patut ditiru dan digugu. Aspek sosial yang diemban oleh guru pendidikan agama Islam adalah misi kemanusiaan karena mengajar adalah pemanusiaan masyarakat serta aspek profesional yang menyangkut peran profesi dari guru pendidikan agama Islam atau pendidik dalam arti yang memiliki kualifikasi profesi sebagai seorang guru pendidikan agama Islam. Dari beberapa uraian diatas, maka peneliti mempunyai alasan untuk mengadakan penelitian yang berjudul “ Karakteristik Kepribadian Guru Agama Islam Dalam Meningkatkan Proses Belajar Mengajar di SMP Islam Ma’arif 02 Desa Janti Kec. Sukun Kotamadya Malang”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, terdapat beberapa permasalahan yang akan diteliti  dan dibahas serta dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana karakteristik kepribadian guru Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Ma’arif 02 Malang?
2.      Bagaimana proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Ma’arif 02 Malang?
3.      Bagaimana peran Karakteristik Kepribadian guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan proses belajar mengajar di SMP Islam Ma’arif 02 Malang?

C.     Tujuan Penelitian
Sejalan dengan perumusan masalah tersebut diatas, maka tujuan penulisan ini adalah:
1.      Untuk mendeskripsikan karakteristik kepribadian guru Pendidikan Agama Islam SMP Islam Ma’arif 02 Malang.
2.      Untuk mendeskripsikan proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Ma’arif 02 Malang.
3.      Untuk mendeskripsikan peran karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan proses belajar mengajar di SMP Islam Ma’arif 02 Malang.

D.    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna :
1.      Bagi Peneliti
a.       Mengetahui karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam sehingga dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai.
b.       Sebagai bekal pengalaman apabila suatu saat nanti sudah terjun dalam dunia pendidikan dan pengajaran.
2.       Bagi Guru Pendidikan Agama Islam
a.       Sebagai bahan evaluasi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
b.       Sebagai tolak ukur karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam yang seharusnya ada dalam diri seorang guru pendidikan agama Islam.
3.      Bagi Peneliti Selanjutnya
a.       Sebagai bahan referensi.
b.       Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian selanjudnya.
c.       Sebagai bahan pertimbangan bagi pengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan agama Islam

E.     Penegasan Judul
Untuk menghindari adanya kesalahpahaman didalam menafsirkan judul skripsi ini, maka penulis memberikan definisi beberapa kata yang tertulis dalam penulisan judul skripsi.
1.       Karakteristik Kepribadian
            Karakter menunjukkan sifat-sifat dari diri pribadi yang diperankan, sehingga karakter dapat diartikan dengan keseluruhan sifat-sifat individual manusia. Karakteristik merupakan ciri-ciri atau bentuk-bentuk watak, karakter yang dimiliki oleh setiap individu, corak tingkah laku, tanda khusus.4
      Dalam literatur ilmu jiwa kata kepribadian secara etimologi berasal dari kata personality (bahasa Inggris) ataupun persona (dalam bahasa latin), yang berarti kedok atau topeng. Yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang.5
            Kepribadian menurut Amir Daien Indrakusuma bahwa: kepribadian adalah keseluruhan dari ciri-ciri dan tingkah laku dari seseorang sehingga kepribadian itu meliputi juga kecerdasan, kecakapan, pengetahuan, sikap, minat, tabiat, kelakuan, dan sebagainya.6
            Karakteristik kepribadian adalah identitas yang dimiliki seseorang yang tersusun dari pikiran, perasaan, dan perbuatan nyata yang secara fungsional berkaitan dalam diri seseorang sehingga membuatnya bertingkah laku secara khas dan tetap.
2.       Guru Pendidikan Agama Islam
            Guru adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil pembelajaran.7
            Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, danm mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.8
            Guru dalam pandangan Islam secara umum adalah mendidik, yaitu mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik baik kognitif, psikomotorik maupun afektif.[1]
            Guru pendidikan agama Islam adalah orang yang menguasai ilmu pengetahuan (agama Islam) sekaligus mampu melakukan transfer ilmu atau pengetahuan (agama Islam), internalisasi, serta amaliah (implementasi); mampu menyiapkan peserta didik agar dapat tumbuh dan berkembang kecerdasan dan daya kreasinya untuk kemaslahatan diri dan masyarakatnya; mampu menjadi model atau sentral identifikasi diri dan konsultan bagi peserta didik; memiliki kepekaan informasi, intelektual dan norma-spiritual serta mampu mengembangkan bakat, minat dan kamampuan peserta didik; dan mampu menyiapkan peserta didik yang bertanggung jawab dalam membangun peradapan yang diridhoi oleh Allah.[2]
3.       Proses Belajar Mengajar
            Pada dasarnya proses belajar mengajar (pengajaran) merupakan proses mengoordinasi sejumlah tujuan, bahkan metode, dan alat serta penilaian sehingga satu sama lain saling berhubungan dan saling berpengaruh sehingga menumbuhkan kegiatan belajar pada diri peserta didik seoptimal mungkin menuju terjadinya perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan yang diharapkan.[3]

F.      Ruang Lingkup Pembahasan
Sesuai dengan judul diatas, yaitu karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan proses belajar mengajar maka penelitian ini diadakan dengan subyek guru pendidikan agama Islam.
Guru pendidikan agama Islam dalam skripsi ini adalah guru pendidikan agama Islam yang aktif mengajar di SMP Islam Ma’arif 02 Malang.
Kemudian karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam yang penulis maksud adalah ciri khas sifat guru pendidikan agama Islam yang meliputi kecerdasan, kecakapan, sikap, minat, tabiat, kelakuan dalam proses belajar mengajar.
Sedangkan proses belajar mengajar yang penulis maksud adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dengan siswa baik didalam maupun diluar kelas, pada waktu atau jam mengajar yang telah diamanatkan lembaga kepada guru pendidikan agama Islam.
Penelitian ini penulis fokuskan pada peran karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam di SMP Islam Ma’arif 02 Malang.

G.  Sistematika Pembahasan
            Agar dalam pembahasan skripsi ini memperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh, maka berikut ini penulis kemukakan pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
      BAB I : Pendahuluan
            Pada bab ini penulis akan uraikan pendahuluan yang meliputi: 1) latar belakang, 2) rumusan masalah, 3) tujuan penelitian, 4) manfaat penelitian, 5) penegasan judul, 6) ruang lingkup pembahasan, dan 7) sistematika pembahasan.
      BAB II : Kajian Teori
            Pada bab ini akan penulis kemukakan teori yang diperlukan dalam penelitian  yang didalamnya diuraikan tentang karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam di SMP Islam Ma’arif 02 Malang yang meliputi: 1) pengertian karakteristik kepribadian, aspek-aspek kepribadian, faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian, serta pengukuran kepribadian, 2) pengertian guru Pendidikan Agama Islam, 3)  pengertian proses belajar mengajar.
      BAB III : Metode Penelitian
            Pada bab ini akan dijelaskan tentang metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan proses belajar mengajar di SMP Islam Ma’arif 02 Malang meliputi metode penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, metode pengumplan data, metode analisa data, pengecekan keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.
      BAB IV : Paparan Hasil Penelitian
            Pada bab ini peneliti menyajikan latar belakang objek penelitian dan paparan hasil penelitian.
      BAB V : Pembahasan Hasil Penelitian
            Pada bab ini merupakan pembahasan empiris yang berisi laporan hasil penelitian yang terdiri dari paparan data yang nantinya akan dipakai dalam pemberian jawaban terhadap problematika pada masalah yang telah dirumuskan di atas dan pembahasan atau analisis dari laporan hasil penelitian.
      BAB VI : Simpulan dan Saran
            Pada bab ini akan diuraikan tentang simpulan dari keseluruhan pembahasan skripsi dan dilanjutkan dengan saran-saran dalam rangka meningkatkan proses belajar mengajar pendidikan agama Islam khususnya yang berkaitan dengan karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam.


     1 Muhaimin, dkk., Strategi Belajar Mengajar Penerapannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: CV. Citra Media, 1996), hlm.13

     2 Zakiyah Darajad, Kepribadian Guru (Jakarta: Bulan Bintang, 1978), hlm.8
     3 Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm.41
     4 Dahlan Al-Bahri, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arkola, 1994), hlm. 306
     5 Agus Sujanto, dkk., Psikologi Kepribadian  (Jakarta: Aksara Baru, 1986) hlm.10
     6 Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1975), hlm.179
     7 Depdiknas UUSPN Tahun 2003 (Jakarta: Sinar Grafika, 2003), hlm.36
     8 UU Republik Indonesia no 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (Bandung: Citra Umbar,2006)
     [1] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam (Bandung: PT.Rosda Karya, 2001), hlm.74
     [2] Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi (Jakarta: PT Grafindo Persada, 2005), hlm, 51
     [3] A. Tabrani Rusyan dkk, Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Karya, 1989), hlm.29

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar