STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Sabtu, 09 Februari 2013

PENGGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    LATAR BELAKANG
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media. Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat Bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Berikut akan dibahas secara rinci namun ringkas.

1.2.    RUMUSAN MASALAH
a.    apa pengertian media pembelajaran?
b.    Apa pengertian  media sebagai alat Bantu?
c.    Apa penjelaskan media sebagai sumber belajar?
d.    Apa saja macam-macam media?
e.    prinsip-prinsip apa yang di gunakan untuk pemilihan dan penggunaan media?
f.    Apa penjelaskan dasar pertimbangan pemilihan dan penggunaan media?
g.    Apa penjelaskan pengembangan dan pemanfaatan media sumber?

1.3.    BATASAN PEMBAHASAN
a.    Mengetahui pengertian media.
b.    Menjelaskan media sebagai alat Bantu.
c.    Menjelaskan media sebagai sumber belajar.
d.    Mengetahui macam-macam media.
e.    Menjelaskan prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media.
f.    Menjelaskan dasar pertimbangan pemilihan dan penggunaan media.
g.    Menjelaskan pengembangan dan pemanfaatan media sumber.


BAB II
PEMBAHASAN
PENGGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DALAM  PROSES BELAJAR MENGAJAR

2.1.    Pengertian Media
Kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda ataupun peristiwa yang  memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media. Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat Bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.

2.2.    Media Sebagai Alat Bantu
Media sebagai alat Bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada anak didik. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh setiap anak didik, terutama bahan pelajaran yang rumit atau kompleks.
Sebagai alat Bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandasi dengan keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi kegiatan belajar anak didik dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti kegiatan belajar anak didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media.
Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat Bantu dalam proses belajar mengajar. Dan gurulah yang mempergunakannnya untuk membelajarkan anak didik demi tercapainya tujuan pengajaran.

2.3.    Media Sebagai Sumber Belajar
Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber. Sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat di mana-mana; di sekolah, di halaman, di pusat w:st="on"kota, di pedesaan, dan sebagainya. Udin Saripuddin dan Winataputra (199;65) mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku/perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang.
Media sebagai sumber belajar diakui sebagai alat Bantu auditif, visual, dan audiovisual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan instruksional, dan tentu saja dengan kompetensi guru itu sendiri dan sebagainya. Untuk tercapainya tujuan pengajaran tidak mesti dilihat dari kemahalan suatu media, yang sederhana juga bisa mencapainya, asalkan guru pandai menggunakannya. Maka guru yang pandai menggunakan media adalah guru yang bisa memanipulasi media sebagai sumber belajar dan sebagai penyalur informasi dari bahan yang disampaikan kepada anak didik dalam proses belajar mengajar.

2.4.    Macam-Macam Media
1.    Dilihat Dari Jenisnya, Media Dibagi ke Dalam :
a.    Media auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, Seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
b.    Media visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, cetakan. w:st="on"Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau symbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.
c.    Media Audiovisual
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsure suara dan unsure gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.

2.    Dilihat dari Daya Liputnya, Media Dibagi Dalam :
a.    Media dengan Gaya Liput Luas dan Serentak, contoh: radio dan televisi.
b.    Media dengan Gaya Liput yang Terbatas oleh Ruang dan Tempat, contoh: film.
c.    Media untuk Pengajaran Individual, contoh: modul berprogram melalui computer.

3.    Dilihat dari Bahan Pembuatannya, Media Dibagi Dalam :
a.    Media Sederhana yaitu media yang mudah diperoleh dan harganya murah, serta cara pembuatannya mudah.
b.    Media Kompleks yaitu media yang bahan dan lat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunaannya memerlukan keterampilah yang memadai.

2.5.    Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran yang dibaginya ke dalam tiga kategori, sebagai berikut:
1.    Tujuan Pemilihan
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Pemilihan media untuk pembelajaran (siswa belajar), untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar untuk hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih spesifik lagi, untuk pengajaran kelompok atau pengajaran individual.
2.    Karakteristik Media Pengajaran
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran.
3.    Alternatif Pilihan
Memilih pada hakikatnya adalah proses membuat keputusan dari berbagai alternative pilihan. Guru bisa menentukan pilihan media mana yang akan digunakan apabila terdapat beberapa media yang dapat diperbandingkan. Sedangkan apabila media pengajaran itu hanya satu, maka guru tidak bisa memilih, tetapi menggunakan apa adanya.
Menurut Dr. Nana Sudjana (1991; 104) tentang prinsip-prinsip penggunaan media agar mencapai hasil yang baik yaitu:
a.    Menentukan jenis media dengan tepat,
b.    Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat,
c.    Menyajikan media dengan tepat,
d.    Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.

2.6.    Dasar Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media
1.    Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Media Pengajaran
a.    Objektivitas
Artinya guru tidak boleh memilih suatu media pengajaran atas dasar kesenangan pribadi. Apabila secara objektif, berdasarkan hasil penelitian atau percobaan, suatu media pengajaran menunjukkan keefektifan dan efesiensi yang tinggi, maka guru jangan merasa bosan menggunakannya.
2.    Program Pengajaran
Progam pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik isinya, strukturnya, maupun kedalamannya.
3.    Sasaran Program
Sasaran program yang dimaksud adalah anak didik yang akan menerima informasi pengajaran melalui media pengajaran.
4.    Situasi dan Kondisi
Situasi dan kondisi yang dimaksud adalah:
1)    Situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang dipergunakan.
2)    Situasi serta kondisi anak didik yang akan mengikuti pelajaran mengenai jumlahnya, motivasi dan kegairahan.
5.    Kualitas Teknik
Dari segi teknik, media pengajaran yang akan digunakan perlu diperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat atau belum.
6.    Kefektifan dan Efesiensi Penggunaan
Keefektifan berkenaan dengan hasil yang dicapai, sedangkan efesiensi berkenaan dengan proses pencapaian hasil tersebut.
2.     Kriteria Pemilihan Media Pengajaran
Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (1991; 5), dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan criteria-kriteria sebagai berikut:
a.    Ketepatannya dengan tujuan pengajaran,
b.    Dukungan terhadap isi bahan pelajaran,
c.    Kemudahan memperoleh media,
d.    Keterampilan guru dalam menggunakannya,
e.    Tersedia waktu untuk menggunakannya,
f.    Sesuai dengan taraf berpikir siswa.

2.7.    Pengembangan Pemanfaatan Media Sumber
Media pengajaran adalah suatu alat Bantu yang tidak bernyawa. Alat ini bersifat netral. Peranannya akan terlihat jika guru pandai memanfaatkannya dalam belajar mengajar. Nana Sudjana (1991) merumuskan fungsi media pengajaran menjadi enam kategori, sebagai berikut:
1.    Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat Bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2.    Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan siatuasi mengajar.
3.    Media pengajaran dalam pengajaran, penggunaanya integral dengan tujuan dari isi pelajaran.
4.    Penggunaan media dalam pengajaran bukan semata-mata alat hiburan melainkan proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
5.    Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar.
6.    Penggunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
Ketika fungsi-fungsi media pelajaran itu diaplikasikan ke dalam proses belajar mengajar, maka terlihatlah peranannya sebagai berikut:
a.    Sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan.
b.    Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.
c.    Media sebagai sumber belajar bagi siswa.
d.    Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru pada waktu ia mengajar dengan mempergunakan media sebagai berikut:
1.    Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media.
2.    Persiapan guru.
3.    Persiapan kelas.
4.    Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media.
5.    Langkah kegiatan belajar siswa.
6.    Langkah evaluasi pengajaran.
Nana Sudjana (1991) mengemukakan nilai-nilai praktis media pengajaran adalah:
a.    Dengan mefia dapat meletakkan dasar-dasar yang nyata untuk berpikir.
b.    Dengan media dapat memperbesar minat dan perhatian siswa untuk belajar.
c.    Dengan media dapat meletakkan dasar untuk perkembangan belajar sehingga hasil belajar bertambah mantap.
d.    Memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap siswa.
e.    Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan.
f.    Metode belajar lebih bervariasi.
g.    Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya.
h.    Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar.











BAB III
PENUTUP

3.1.    KESIMPULAN
Demikian pembahasan mengenai penggunaan dalam proses belajar mengajar ini. Untuk dapat merasakan manfaatnya, guru dapat mempergunakan dan mengembangkannya dalam proses belajar mengajar, baik di kelas maupun di luar kelas. Media yang dapat dimanfaatkan oleh guru adalah media yang sesuai dengan misi tujuan. Cara memanfaatkan media tergantung dari jenis dan karakteristik suatu media. Cara kerja media visual tentu berbeda dengan cara kerja media audiovisual. Cara pemakaiannya tidak mesti harus guru, tetapi siswa juga bisa, selama untuk mencpai tujuan pengajaran.

DAFTAR PUSTAKA


Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta
Thomas Gordon, Guru yang Efektif Cara untuk mengatasi kesulitan dalam kelas, Disadur oleh Drs. Mudjito, M.A., Rajawali Pers, Jakarta Cetakan III, 1990.
______ , Menjadi Guru Profesional, Remaja Rosdakarya, Bandung, Cetakan II, 1990.
______ , Psikologi Belajar Mengajar, Sinar Baru, Bandung, Cetakan, 1992.
W. James Popham Eva L. Baker, Bagaimana Mengajar secara Sistemnatis, Yogyakarta, Cetakan IV, 1992.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar