STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Senin, 06 Juni 2011

Metode Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Semua perilaku manusia dikendalikan oleh otak. Demikian juga dengan peserta didik. Sifat masing-masing peserta didik juga akan berbeda, karena masing-masing memiliki perbedaan struktur komposisi otak. Adapun kunci membangun karakter pada peserta didik adalah dengan membangun struktur otak secara optimal sejak usia dini. Bangunan karakter inilah yang akan menjadi pembentuk arah hidup dan kehidupan mereka dimasa depan jika mereka sudah tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Oleh karena itu, perlu bagi para pendidik untuk memiliki pribadi yang lembut agar menjadi tempat pertumbuhan karakter yang positif bagi anak. Selain karakter pendidik, lingkungan sekolah juga menjadi penentu perkembangan karakter peserta didik. Maka ada anjuran untuk memilih sekolah yang bebas dari ketakutan, beban, ancaman, dan ejekan. Kalau mungkin, memilih sekolah yang memiliki program eksplisit pendidikan karakter. Seperti Super Brain (Brain Based Learning), Integrated Learning, Cooperative Learning, Contextual Learning, dan lainnya.

B. RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang:
1. Bagaimana konsep Metode Pembelajaran Super Brain?
2. Mengapa menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain?
3. Bagaimana strategi Metode Pembelajaran Super Brain?
4. Bagaimana aplikasi Metode Pembelajaran Super Brain dalam KBM (kegiatan belajar mengajar)?
C. TUJUAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. menjelaskan konsep Metode Pembelajaran Super Brain
2. menjelaskan alasan menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain
3. menjelaskan startegi Metode Pembelajaran Super Brain
4. menjelaskan aplikasi Metode Pembelajaran Super Brain.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Metode Pembelajaran Super Brain
Metode Pembelajaran Super Brain menjelaskan tentang bagaimana merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua komponen otak. Yaitu: otak emosional, otak sosial, otak kognitif, otak kinestetik dan otak reflektif.
Menurut Barbara K. Given:
1. Otak emosional berperan dalam membangkitkan hasrat belajar
2. Otak sosial berperan dalam membangun visi untuk melihat apa yang mungkin (peluang)
3. Otak kognitif berperan dalan menumbuhkan niat untuk mengembangkan pengetahuan dan kecakapan
4. Otak kinestetik berperan dalam mendorong tindakan untuk mengubah mimpi/ide menjadi kenyataan
5. Otak reflektif berperan dalam mendorong berpikir tingkat tinggi yang akan membuahkan kebijakan yang membuat seorang pembelajar mampu dan mau berfikir yang senantiasa mengingat dan mengagungkan kebesaran Tuhannya.
Adapun menurut McClean, proses evaluasi mengacu pada tiga bagian otak manusia, yaitu:
1. Otak besar (Neokorteks) yang memiliki fungsi utama untuk berbahasa, berfikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan dan mencipta
2. Otak tengah (sistem limbik) berfungsi untuk interaksi sosial, emosional, dan ingatan jangka panjang
3. Otak kecil (otak reptil) berfungsi untuk bereaksi, naluriah, mengulang, mempertahankan diri, dan ritualis.
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain disebutkan bahwa semua pengetahuan pasti ada manfaatnya, karena itu jangan pernah menyesal denga apa yang pernah kita pelajari atau kita baca. Karena suatu saat akan bermanfaat.
Postulat lain menyebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru. Tetapi hanya ada kombinasi-kombinasi baru sehingga ditemukanlah ide baru. Karena itu peserta didik perlu diajari untuk tidak pernah berhenti berfikir. Karena berfikir merupakan proses menyimpan informasi. Semakin banyak otak digunakan untuk berfikir, semakin banyak informasi yang disimpan karena kapasitas otak tidak terbatas.
Pada anak usia dini, fase membangun pondasi struktur otak mempunyai dampak permanent. Karena itu semua pengalaman usia dini memegang peran penting dalam membangun pondasi dan semua kemampuan otak anak itu. Apabila lingkungan kaya dengan beragam stimulasi positif, maka semua potensi anak yang positif juga akan berkembang secara optimal. Sebaliknya apabila lingkungan berstimulasi negative, maka potensi anak tidak berkembang secara positif, bahkan bisa memicu stress.
Anak yang mengalami stress akan lebih menstimulasi bagian otak yang merespon untuk bertahan dan menyelamatkan diri. Bagian otak reptile akan terus distimulasi dan menjadi dominan, sementara bagian otak konteks tidak diaktifkan, sehingga anak pada masa dewasa tidak memiliki kemampuan berfikir dan mengontrol emosi secara baik.
B. Alasan Menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain
Sebagai metode baru, Metode Pembelajaran Super Brain cocok untuk diterapkan oleh para pendidik dalam KBM (kegiatan belajar mengajar), diantara beberapa alasannya adalah sebagai berikut:
1. Dapat memberikan perubahan mendasar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tidak saja menjadi sangat efektif, tapi juga hampir seluruh potensi yang dimiliki peserta didik akan tergarap dan terbangkitkan secara lebih optimal.
2. Meminimalisir adanya perkembangan emosi negatif, perlu diketahui bahwasannya kurangnya stimulasi dan eksplorasi terhadap otak anak akan menghambat perkembangannya. Hal ini dibuktikan pada hewan yang dipelihara dikebun binatang memiliki otak 20% sampai 30% lebih kecil dibandingkan dengan hewan yang dipelihara di alam liar.
3. Menjadikan karakter anak semakin kuat. Dalam membentuk karakter anak, otak kiri dan otak kanan bekerja seimbang. Otak kanan akan menyatukan perasaan benar/salah yang merupakan domain otak kanan, dengan pengetahuan baik dan buruk yang merupakan domain otak kiri.
4. Peserta didik mampu merekam dan menyimpan informasi dengan baik.
5. Pendidik dapat memperbaiki dan melejitkan kualitas pendidikan.
6. Dapat dijadikan rujukan dalam membuat kurikulum.
C. Strategi Metode Pembelajaran Super Brain
Pembelajaran dengan berorientasi kepada upaya pemberdayaan potensi peserta didik ada tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam implementasi metode super brain. Pertama, menciptakan lingkungan belajar yang menantang lingkungan berfikir peserta didik. Kedua, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan cara menhindari situasi pembelajaran yang membuat peserta didik merasa tidak nyaman dan tidak senang terlibat didalamnya. Ketiga, menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi peserta didik. Peserta didik sebagai pembelajar dirangsang melalui kegiatan pembelajaran untuk dapat membangun pengetahuan mereka. Sedangkan pendidik berusaha membangun situasi pembelajaran yang memungkinkan seluruh peserta didik beraktifitas secara optimal.
D. Aplikasi Metode Pembelajaran Super Brain
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain pendidik sering memberikan soal-soal materi pelajaran yang menfasilitasi kemampuan berfikir peserta didik dari mulai tahap pengetahuan (knowledge) sampai tahap evaluasi. Soal-soal pelajaran dikemas seatraktif dan semenarik mungkin misalnya melalui teka-teki, simulasi games, dan sebagainya, agar peserta didik dapat terbiasa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya dalam konteks pemberdayaan potensi otak siswa.
Selain itu, bisa juga dengan melakukan pembelajaran diluar kelas pada saat tertentu. Untuk pembelajaran dalam kelas diiringi dengan musik yang di desain secara cepat sesuai kebutuhan dikelas, serta melakukan kegiatan pembelajaran dengan diskusi kelompok yang diselingi dengan permainan-permainan menarik.
Disamping itu, bisa mengunakan anggota tubuh untuk merangsang kerja otak. Misalnya mata peserta didik digunakan untuk membaca dan mengamati, tangan peserta didik bergerak untuk menulis, kaki peserta didik bergerak untuk mengikuti permainan dalam pembelajaran dan mulut peserta didik aktif bertanya dan berdiskusi.
Metode Pembelajaran Super Brain dapat dipraktekkan dan dikembangkan diruang kelas sekolah kita. Semua itu tergantung pada kemauan dan kemampuan pendidik dalam mereformasi pengembangan-pengembangan baru dunia pendidikan ditataran praktis.
BAB III
KESIMPULAN
Metode Pembelajaran Super Brain menjelaskan tentang bagaimana merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua komponen otak. Yaitu: otak emosional, otak sosial, otak kognitif, otak kinestetik dan otak reflektif.
Diantara beberapa alasan menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain adalah dapat memberikan perubahan mendasar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran, meminimalisir adanya perkembangan emosi negative, menjadikan karakter anak semakin kuat, peserta didik mampu merekam dan menyimpan informasi dengan baik, pendidik dapat memperbaiki dan melejitkan kualitas pendidikan, dapat dijadikan rujukan dalam membuat kurikulum.
Ada tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam implementasi metode super brain. Pertama, menciptakan lingkungan belajar yang menantang lingkungan berfikir peserta didik. Kedua, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Ketiga, menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi peserta didik.
Metode Pembelajaran Super Brain dapat dipraktekkan dan dikembangkan diruang kelas sekolah kita. Semua itu tergantung pada kemauan dan kemampuan pendidik dalam mereformasi pengembangan-pengembangan baru dunia pendidikan ditataran praktis.
DAFTAR PUSTAKA
Baedowi, Ahmad. http://www.google.com/calak Edu/Otak. Senin, 25 Agustus 2008.
Chaeruman, Uwes Anis. http://www.google.com./. on Tuesday, May 13th 2008.
Guru, Sahabat. http://www.Google.Com/Brain Based Learning/Padang Ekspress/. Juli 10, 2007.
Syafa’at, Asep. Trainer Makmal Pendidikan. http:/www.google.com/
Th.D.Wulandari. <http://www.google.com/ Bisnis> Indonesia/ Mother And Baby/. on Saturday, 07 Juli 2007.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar