STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Minggu, 10 Juli 2011

Pengertian dan langkah-langkah penyusunan Peta Konsep (Concept Map)

1. PETA KONSEP

Peta konsep adalah merupakan diagram yang menunjukan hubungan antara konsep-konsep yang mewakili pembelajaran.[1] Peta konsep juga diartikan tampilan dari sebuah gambar atau bagan tentang konsep-konsep materi yang tersusun sesuai dengan tabiat ilmu pengetahuan itu sendiri tanpa mengindahkan urutan atau skuensi topik bahasan yang diinginkan.[2]

[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Concept_map
[2] Bermawy, Op. Cit., h.7

Langkah-Langkah Menyusun Peta Konsep
Untuk mendesain materi perkuliahan untuk satu semester dalam bentuk sebuah peta konsep, ada beberapa langkah yang mutlak dilakukan khususnya bagi dosen pemula, dosen asisten atau dosen.

  1. Brainstormingatau curah gagasan,
  2. Menentukan 8-12 konsep (topik) besar (major) atau utama,
  3. Menulis dan menyusun konsep-konsep dalam satu bentuk gambar,
  4. Menghubungkan konsep-konsep dengan garis,
  5. Memberi label di atas garis panah.
Langkah pertama melakukan Brainstorming[1] atau curah gagasan, anda berusaha menuangkan segala topik atau konsep yang berkaitan dengan materi mata kuliah dengan leluasa, bebas tanpa beban takut salah. Seperti ketika melakukan Brainstorming atau curah gagasan untuk mata kuliah Kritik Sastra/ Naqd al-Adab, si dosen mencurahkan semaksimal mungkin segala konsep, ide, topic terkait, seperti:
  • Sastra/al-Adab
  • Novel
  • Cerpen
  • Drama
  • Puisi/al-Shi`r
  • al-Nasr/Prosa
  • kritik/al-Naqd
  • Semantik
  • Semiotik
  • Strukturalisme
  • Strukturalisme genetic
  • Hermeneutik
  • Naratologi
  • Post Strukturalisme
  • Teori
  • Pendekatan
  • al-Falsafah al-Jamaliyah/estetika
  • Metode
  • Tekhnik
  • Darida
  • Lucian Goldman
  • Perkembangan Penelitian Sastra
  • Paradigma Penelitian Sastra
  • Teori Penelitian Sastra V Teori Semiotik I
  • Roland Barthes
  • Teori Feminis Julia Kristeve
  • Teori Feminis Donna J. Haraway
Langkah kedua, setelah melakukan Brainstorming atau curah gagasan, Anda menyeleksi konsep-konsep atau topik-topik dari dua puluh delapan menjadi sekitar 8 sampai 12 konsep yang lebih besar. Dalam penyeleksian konsep-konsep, mungkin ada beberapa konsep yang bisa dicarikan jenisnya atau konsep yang lebih besar. Konsep novel, cerpen, drama, puisi dan prosa dapat dijadikan dalam satu konsep yang lebih besar yaitu konsep sastra. Sebagai hasil seleksi konsep yang lebih besar, umpamanya dapat disebut sebagai berikut:
  • Ma`na al-Naqd wa al-Adab
  • Ma al-Shi`r wa al-Nashr
  • Metode Strukturalisme
  • Metode Genesis Strukturalisme
  • Metode Semiotika
  • Al-Falsafah al-Jamaliyah
Langkah ketiga, setelah menyeleksi atau mensortir konsep-konsep menjadi lebih besar yang terdiri dari sekitar 8 sampai 12 konsep, Anda menggambar satu peta konsep dalam satu halaman. Jika anda melihat peta bumi yang memuat nama-nama kota besar,  maka dalam peta konsep anda melihat nama-nama konsep be
Langkah keempat, setelah menggambar satu peta konsep, anda memberi tanda hubungan arah antara konsep-konsep sebagaimana anda menemukan pada peta bumi yang memuat garis penghubung antara nama-nama kota besar. Dalam peta konsep anda melihat hubungan panah antara nama-nama konsep besar, seperti berikut:
Langkah kelima atau terakhir, setelah memberi tanda hubungan arah antara konsep-konsep, anda mutlak memberi makna pada garis penghubung atau satu label di atas tanda panah. Label ini menjadi penjelas sifat hubungan antara satu konsep dengan konsep yang lain. Setelah semua garis panah memiliki label, maka sebuah peta konsep dinyatakan telah jadi sebagai draft permulaan, seperti gambar  berikut:

[1]Brainstorming adalah Pengumpulan ide-ide yang tidak dievaluasi terlebih dahulu.(http://www.total.or.id/info.php?kk=Brainstorming) di situs lain juga dijelaskan bahwa brainstorming adalah : Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama. Disadur dari situs di http://www.smeru.or.id/report/training/menjembatani_penelitian…/3553.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar