STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Senin, 07 November 2011

HUBUNGAN FILSAFAT, AGAMA DAN ISLAM

 Rumusan tentang makna filsafat
• Al-Farabi  mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan mencari aau menyelidiki helelat yang sebenarnya.
• Karl Jespers  berpendapat bahwa makna filsafat itu adalah mengenal apa yang dikatakan “ titk nol yang mutlak “ seperti ilmu alam, ia tidak dimulai secara polos dengan membuka selembar buku yang masih kosong, yang selalu berurusan dengan manusia yang sudah berangkat pada perjalanan.
• Imanuel kant  filsafat adalah pengetahuan mengenai segala pengetahuan dan prilaku.
• Plato  berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu yang berminat mencapai titk kebenaran.
• Dr. Fuad hasan  guru besar psikologi di universitas Indonesia dapat enyimpulkan nahwa filsafat adalah suatu ikhtiar yang mengajarkan untuk berfikir radikal, satu hal yang hendak dimasalahkan dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha sampai kepada kesimpulan yang universal.
• Aristoteles  Pengetahuan yang meliputi kebenaran yang didalamnya menafsirkan logika, retorika, ekonomi, politik dan estitika.
• Poedjawijata (1974:11)  Sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pemikiran belaka.

• De Muyer  pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan.
• Harun Nasuiton  Fikiran menurut tata tertib dengan bebas (tidak terikat pada tradisi agama
• Menurut saya  Filsafat merupakan suatu analisa secara hati-hati terhadap penalaran-penalaran mengenai suatu masalah, dan menyusun secara sistematis.

• Hubungan Filsafat dengan Agama
Pada dasarnya, setiap ilmu memiliki dua macam obyek, yaitu obyek material dan obyek formal. Filsafat sebagai proses berfikir yang sistematis dan radikal juga memiliki obyek material dan obyek formal. Obyek material filsafat adalah segala yang ada mencakup “ada yang tampak” dan “ada yang tidak tampak” sebagaian filosuf membagi objek material filsafat menjadi 3 bagian yaitu yang ada dalam kenyataan, yang ada dalam fikiran, dan yang ada dalam kemungkinan. Adapun obyek formal yaitu sudut pandang yang menyeluruh, radikal dan obyektif tentang yang ada agar dapat mencapai hakekatnya.
Agama adalah suatu sistem kepercayaan kepada Tuhan yang dianut oleh sekelompok manusia dengan selalu mengajarkan interaksi dengan-Nya. Persoalan yang dibahas dalam agama adalah eksistensi Tuhan, manusia, hubunga manusia dengan Tuhan. Hubungan manusia dengan Tuhan merupakan aspek metafisika. Sedangkan manusia sebagai makhluk dan bagian dari benda alam termasuk dalam ketegori fisika.
Dengan demikian filsafat membahas agama dari segi metafisika dan fisik namun titik tekan pembahasan filsafat agama lebih terfokus pada aspek metafisiknya ketimbang aspek fisiknya. Bisa dikatakan bahwa filsafat agama pada hakikatnya adalah pembahasan yang mendalam tentang ajaran dasar agama, ajaran dasar tentang agama yang paling pokok adalah tentang Tuhan, karena itu Tuhan merupakan pembahasan pokoknya dalam filsafat agama.

• Hubungan Islam dengan filsafat
Agama Islam mempunyai ciri khas tersendiri yaitu arah vertikal: kemuliaan dan transendensi Tuhan yang maha esa merupakan pusatnya vertikalisme ini mempunyai tiga aspek, pertama agama Islam berfungsi sebagai semacam petunjuk jalan bagi semua agama lainnya lebih daripada setiap agama lain, Islam menurut tabiatnya menentang setiap usaha yang mau menerangkan agama seolah-olah bertumbuh dari data alamiah, faktor sosial, kebutuhan psikis dan sebagainya. yang kedua bagi pemikiran Islam modern, vertikalisme tadi menimbulkan pertanyaan-pertanyaan bagaimana hal ini dapat diserasikan dengan masalah-masalah horizontal di dalam masyarakat modern, ketiga: kedua aspek tadi berjumpa dalam ketegangan teologi dan filsafat seperti kita saksikan dalam dunia pemikiran Islam, dalam filsafat Islam lebih daripada dalam kalangan-kalangan agama lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar