STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Selasa, 29 November 2011

PERSEPSI SISWA TERHADAP GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG IDEAL DI SMP

BAB I
PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Guru merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam pendidikan. Untuk itu setiap adanya inovasi pendidikan, khususnya dalam kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan harus bermuara pada guru. Hal ini menunjukkan bahwa betapa eksistensinya peran guru dalam dunia pendidikan. Menurut Zakiyah Daradjat dalam bukunya Ilmu Pendidikan mengemukakan bahwa guru adalah Pendidik yang profesional karena secara eksplisit ia telah merelakan dirinya untuk menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak orang tua
Dan di negara-negara timur sejak zaman dahulu kala guru dihormati oleh masyarakat. Di Jepang, guru disebut senshei artinya yang lebih dahulu lahir. Di India menganggap guru sebagai orang suci dan sakti. Di Inggris guru itu dikatakan teacher dan di Jerman ter lehrer_ keduanya berarti pengajar, melainkan juga pendidik baik di dalam maupun di luar sekolah. Guru atau pendidik kedua istilah tersebut bersesuaian arti bedanya yaitu guru biasanya dipakai di lingkungan formal saja, sedangkan pendidik di pakai di lingkungan formal, informal maupun non formal.[1]
Dalam lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia guru disebut ustadz yang berasal dari bahasa Arab yang berarti guru atau guru besar. Sebutan ustadz biasa dipakai di lingkungan pendidikan Islam formal yang sistem pendidikannya diselenggarakan di madrasah. Ustadz yang berarti guru besar hanya dipakai di kalangan perguruan tinggi atau Universitas Islam saja. Sedangkan kyai berasal dari bahasa Jawa yang dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk gelar barang yang keramat, gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada umumnya dan gelar yang dimiliki oleh seorang ahli agama Islam yang memiliki pesantren dan mengajar kitab-kitab klasik pada santrinya.
Data dipahami bahwa siapapun dapat menjadi pendidik agama Islam asalkan ia memiliki pengetahuan (kemampuan) lebih mampu mengimplisitkan nilai relevan (dalam pengetahuannya itu). Guru merupakan suatu profesi yang bukan sekedar pekerjaan atau vocation, melainkan suatu vokasi khusus yang mempunyai ciri-ciri diantaranya yaitu: keahlian (expertise), tanggung jawab (responsibility), dan rasa kesejawatan yaitu (corporateness), selain itu guru juga mempunyai kecakapan dan pengetahuan dasar yang harus dimiliki sebagaiamana disampaikan oleh Winarno Surachmad sebagai berikut:
a)      Guru harus mengenal murid yang dipercayakan kepadanya
b)      Guru harus memiliki kecakapan memberi bimbingan
c)      Guru harus memiliki dasar pengetahuan yang jelas tentang tujuan pendidikan di Indonesia pada umumnya sesuai dengan tahap-tahap pembangunan
d)     Guru harus memiliki pengetahuan yang bulat dan baru mengenal ilmu yang diajarkan (Surachmad, 1982:61)
Untuk itu seorang guru harus memenuhi berbagai persyaratan baik secara fisik, psikis, mental, moral maupun intelektual yang secara ideal supaya kelak mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Sehingga guru sebagai pendidik dan pengajar mempunyai peranan dan tanggung jawab dalam membentuk pribadi siswanya terutama dalam pendidikan yang diarahkan agar setiap siswanya menjadi manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia serta mampu membangun dirinya dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Sebagaimana yang tercantum dalam tujuan Pendidikan Nasional secara garis besar Pendidikan Nasional diarahkan pada penggalian dan pengembangan sumber daya manusia secara optimal dengan tujuan mempersiapkan generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan, demi suksesnya pembangunan guru yang profesional akan selalu menjadi motivator dalam PBM yaitu dengan cara memberikan rangsangan dan dorongan serta dapat mendinamisasikan potensi siswa dalam menumbuhkan aktifitas mentalnya, sehingga akan terjadi dinamika dalam PBM.
Dengan demikian seorang guru yang ideal mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan karena menyangkut esensi pekerjaan yang membutuhkan kemahiran untuk mewujudkan guru yang ideal (termasuk guru agama), yang dapat mengambil tuntunan nabi Muhammad SAW karena beliau adalah satu-satunya pendidik yang paling berhasil dalam rentang waktu yang relatif singkat, sehingga dapat diharapkan dapat mendekatkan realitas (guru) dengan yang ideal (Nabi Muhammad SAW).
Sehingga hal ini dijadikan patokan untuk menjadikan permasalahan yang berkembang akhir-akhir ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik terutama seorang guru yang dijadikan pedoman bagi siswa-siswinya. Berawal dari latar belakang di atas maka penulis ingin mengangkat permasalahan yang berkenaan dengan: Persepsi Siswa-Siswi Terhadap Guru PAI Yang Ideal di SMPN 04 Batu_          

B.     Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas  menyebutkan bahwa seorang guru berperan sekali dalam sebuah kehidupan. Di lain pihak menjadi guru adalah sebuah tugas yang luhur, karena dalam melaksanakan tugasnya seorang guru dituntut dengan adanya budi pekerti luhur dan akhlak yang tinggi.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, selanjutnya penulis dapat rumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:  
  1. Bagaimana guru pendidikan agama Islam yang ideal di SMPN 04 Batu?
  2. Apa syarat dan tugas guru pendidikan agama Islam?
  3. Bagaimana persepsi siswa terhadap guru pendidikan agama Islam yang ideal di SMPN 04 Batu? 
 C.    Tujuan Penelitian
Berawal dari pembahasan tersebut di atas maka penelitian bertujuan untuk:
  1.  Untuk mengetahui guru pendidikan agama Islam yang ideal di SMPN 04 Batu
  2. syarat dan tugas guru pendidikan agama Islam
  3. Untuk mengetahui persepsi siswa terhadap guru yang ideal di SMPN 04 Batu

D.    Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian adalah diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
  1. Tambahan wawasan tentang guru pendidikan agama Islam yang ideal di SMPN 04 Batu
  2. Untuk mengetahui syarat dan tugas guru pendidikan agama Islam
  3. Untuk mengetahui persepsi siswa terhadap guru pendidikan agama Islam yang ideal di SMPN 04 Batu

E.     Ruang Lingkup Penelitian 

Untuk membatasi dalam pembahasan ini agar tidak terlalu luas dan memperoleh gambaran tentang materi ini, maka ruang lingkup pembahasan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
Persepsi siswa-siswi terhadap guru PAI yang ideal dalam membimbing dan mengarahkan siswa-siswi agar mempunyai kepribadian serta tata nilai moral yang islami serta dapat memahami ajaran agama Islam secara keseluruhan.

F.     Sistematika Pembahasan

Pada penulisan skripsi ini penulis membagi beberapa bab untuk mempermudah dalam memahami isi dari skripsi. Untuk itu perlu adanya sistematika yang global dalam memenuhi target yang diinginkan oleh penulis, adapun sistematika pembahasan meliputi empat bab dan untuk setiap bab terdiri dari beberapa sub bahasan sebagai berikut:
Bab I           :Pendahuluan yang berisi secara global keseluruhan permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional dan sistematika pembahasan.
Bab II      :Pemaparan tentang kajian pustaka yang merupakan kajian teori tentang pembahasan persepsi siswa terhadap guru PAI yang ideal di SMPN 04 atau yang meliputi persepsi siswa meliputi pengertian persepsi, syarat-syarat persepsi, proses terjadinya persepsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, pengertian siswa,  guru pendidikan agama Islam yang ideal meliputi pengertian guru agama, Syarat dan tugas guru agama yang ideal, persyaratan guru agama yang ideal, posisi guru agama menurut pakar pendidikan.
Bab III          :Dalam bab ini memaparkan tentang metode penelitian yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, metode analisa data dan tahap-tahap penelitian.
Bab IV     :Laporan hasil penelitian yang terdiri dari latar belakang obyek meliputi letak geografis SLTPN 04 Batu, sejarah berdirinya, keadaaan guru dan karyawan, keadaan siswa, keadaan sarana dan prasarana serta penyajian dan analisis data dari penelitian tersebut.
Bab V         :Kesimpulan dan saran. Pada bagian ini merupakan bab yang terakhir dari skripsi ini, oleh karena itu penulis akan memberikan kesimpulan dari pembahasan yang bersifat empiris, kemudian yang dilanjutkan dengan pemberian saran yang ditujukan kepada kepala sekolah, guru agama, dan siswa (siswa kelas II) di SMPN 04 Batu.   



[1] Drs, Hj. Nuruhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, CV. Pustaka Setia, Bandung, 1998, Hal. 69

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar