STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Senin, 26 Desember 2011

Pengertian dan Fungsi Cara Belajar

Pengertian Cara Belajar

Tidak ada suatu metode mengajar pun yang cocok untuk semua pebelajar, karena metode mengajar yang ditentukan haruslah melalui proses pertimbangan atas cara belajar para pebelajarnya. Setiap pebelajar memiliki cara sendiri dalam hal mengolah, menyandi, merasakan atau menerima informasi (pesan pembelajaran). Ada pebelajar lebih menyukai cara visual dan ada yang lebih menyukai cara mendengar. Ada yang lebih suka belajar sendiri, ada yang lebih suka belajar secara kolaborasi atau bersama-sama dan berdiskusi. Ada yang suka menganalisis informasi, ada pula yang senang membuat abstrak garis besar isi bahan. Ada yang lebih menggantungkan diri pada isyarat internal, ada pula yang lebih meyakini isyarat eksternal untuk mengolah sesuatu. Cara yang terus-menerus tetap bagi masing-masing pebelajar ini disebut cara belajar atau learning style. Selayaknyalah cara belajar pebelajar ini dijadikan pertimbangan awal oleh pembelajar (instruktur, dosen, guru) dalam menentukan metode mengajar yang sesuai dengan cara belajar pebelajar.

Berkaitan dengan cara belajar, terdapat sejumlah istilah yang memiliki pengertian yang sama, yaitu learning style (cara belajar), cognitive style (cara kognitif), dan cara belajar kognitif. Istilah terakhir ini dipakai oleh Tresna Sastrawijaya (1988). Namun untuk memperjelas pengertian istilah tersebut: (a) Schunk (1991) mengatakan bahwa: Cognitiv style is stable variation among lerners in ways of perceiving, organizing, processing, and remembering information; (b) Dembo (1981) Cognitive style of learning style is the consistent ways in which and individual responds to a wide range of perceptual and intellectual tasks; Sigel and Cop (1974) State that cognitive style is an integrative concept in that is definition bridges the personality-cognitive dimension of the individual; (c) Nasution (1997), Learning stule : refers to a students consistent way of responding to and using stimuli in the of learning. Cognitive style : cognitive characteristic modes of fungtion in that we reveal throughout perceptual and intellectual activities in highly consistent and pervasive way. Cognitive style is a supordinate construct which Is involved in many cognitive operation, and which accounts for individual differences in a variety of cognitive, perceptual, and personality variables; (d) Sastrawijaya (1988) Cara belajar cognitif adalah cara seseorang yang relatif tetap dan terus menerus dalam hal mengolah, menyandi, menyimpan, merasakan atau menerima informasi; (e) Porter dan Hernacki (2000) cara belajar merupakan gabungan modalitas dan dominasi otak. Modalitas artinya cara termudah bagi seorang untuk menyerap informasi, sedangkan dominasi otak cara seorang dalam mengatur dan mengelolah informasi.

Cara belajar Kinestetik merupakan segala jenis gerak dan emosi, baik yang diciptakan maupun yang diingat. Gerakan, koordinasi, irama, tanggap emosional, dan kenyamanan fisik menonjol di sini. Seorang pembelajaran yang sangat kinestetik, sering melakukan hal-hal berikut :
1. Menyentuh orang dan berdekatan, banyak gerak;
2. Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca;
3. Mengingat sambil berjalan dan melihat;
Dari sejumlah definisi tersebut di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa istilah cognitive style, Learning ataupun cara belajar kognitif, memiliki pengertian yang sama yaitu cara yang relatif tetap dan konsisten yang dilakukan seorang pembelajar dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, cara berfikir, dan cara memecahkan masalahnya. Selanjutnya dalam tesis ini peneliti akan menggunakan cara belajar. Cara belajar yang sangat berperan dalam proses pembelajaran adalah:
a. Visual
Cara belajar ini mengakses citra visual yang diciptakan maupun diingat. Baik berupa warna, hubungan ruang, potret mental, dan gambar sangat dominan dalam cara belajar ini. Dicirikan dengan:
1) Teratur, memperhatikan segala sesuatu, menjaga penampilan;
2) Mengingat dengan gambar, lebih suka membaca daripada dibacakan;
3) Membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh, menangkap secara detail, dan mengingat apa yang dilihat.
b. Auditorial
Cara belajar ini mengakses segala jenis bunyi dan kata, baik yang diciptakan maupun yang diingat. Musik, nada, irama, rima, dialog internal, dan suara sangat menonjol di sini. Dicirikan dengan:
1) Perhatiannya mudah terpecah;
2) Berbicara dengan pola berirama;
3) Belajar dengan cara mendengar, menggerakkan bibir atau bersuara saat membaca;
4) Berdialog secara internal dan eksternal.

Fungsi Cara Belajar

Dalam setting pembelajaran klasikal, cara belajar pebelajar akan menentukan metode dan prosedur mengajar pembelajar, dan dalam setting pembelajaran individual cara belajar menentukan cara belajar yang berbeda pula. Perbedaan tersebut menunjukkan perbedaan cara termudah seorang pebelajar dalam hal menyerap informasi, mengatur dan mengolahnya. Dengan kata lain, cara belajar perlu diketahui baik oleh pebelajar atau pembelajar, agar mereka sama-sama mengetahui tentang cara termudah untuk menerima informasi, mengolah, menyimpan dan memunculkan kembali saat diperlukan.

a. Cara Belajar menentukan metode dan prosedur mengajar
Metode ceramah lebih disukai oleh pebelajar dengan cara belajar auditorial, metode demonstrasi lebih disukai oleh pebelajar dengan cara belajar visual, sedangkan metode drill (latihan). Begitu pula prosedur pembelajaran dari seorang pembelajar, akan diterima dan dinilai dengan penerimaan dan penilaian yang beragam dari para pebelajarnya. Oleh karena itu, seyogyanyalah pembelajaran menggunakan metode dan prosedur yang bervariasi, agar seluruh pebelajar merasa diperhatikan dan tertentu dalam upaya mencari, menyerap, mengolah dan mengatur informasi (Sastrawijaya, 1988). Dengan mengetahui gaya belajar pebelajar, pembelajar dapat menyesuaikan gaya atau metode mengajar dengan kebutuhan pebelajaran. Misalnya, pembelajar menggunakan berbagai metode mengajar yang berbeda, sehingga para pebelajar memperoleh sesuai dengan cara belajarnya, dan proses pembelajaran berjalan lebih efektif. Untuk dapat memenuhi selera cara belajar para pebelajar, pebelajar seyogyanya menguasai keterampilan menggunakan berbagai metode mengajar dan sanggup menjalankan berbagai peran, seperti peran sebagai ahli isi, ahli perancang pembelajaran, sumber belajar, instruktur, evaluator, dan lain-lainnya. Alangkah baiknya, kalau pembelajar sanggup memilih metode mengajar yang tepat sesuai dengan gaya belajar masing-masing pebelajar, dan sanggup menentukan mana bahan yang dipakai dalam pembelajarna individual dan mana bahan yang dipakai pembelajaran klasikal (Nasution, 1997)

b. Cara belajar termudah untuk pebelajar
Pada Tabel berikut disajikan cara termudah untuk belajar bagi pebelajar dengan bentuk perbandingan.
Tabel 1. Perbandingan Cara Termudah Untuk Belajar Bagi Pebelajar
No
Cara Belajar
Cara Belajar Termudah
1
Visual
Sat mengerjakan sesuatu yang bersifat prosedural, ia lebih suka mengikuti ilustrasi atau membaca instruksi.
Belajar sambil menulis atau coret-coret.
Belajar dengan membuat ikhtisar dan semacamnya
Mengingat dengan mudah apa yang dilihat
Mengingat dengan asosiasi visual
2.
Auditorial
Belajar sambil berbicara sendiri
Ikut seminar atau mendengarkan ceramah
Belajar dengan berdiskusi
Mengingat dengan mudah pa yang didengar dan didiskusikan
Mengingat dengan asosiasi visual belajar dengan bercerita


Ditulis Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar