STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Kamis, 19 Januari 2012

SIFAT ISLAM

Sebagai agama atau sistem hidup yang Allah turunkan kepada manusia melalui para nabi dan rasul, Islam memiliki sejumlah sifat yang tidak dimiliki agama dan sistem mana pun[i].
ISLAM AGAMA SEMPURNA
  1. Islam diturunkan dengan sifat menyempurnakan agama lain.
  2. Islam memiliki perangkat-perangkat yang lebih sempurna dibanding agama-agama sebelumnya, terutama pada syariatnya.
  3. Islam diturunkan melalui nabi sempurna yang diberi kehormatan memberi syafaat kepada seluruh manusia. Kehormatan itu tidak diberikan kepada nabi lainnya.
  4. Islam sempurna karena menyangkut seluruh aspek kehidupan.
ISLAM NIKMAT SEMPURNA
  1. Umat Islam diangkat dan dipercaya Allah sebagai saksi atas umat manusia di dunia dan akhirat.
  2. Pemeluk Islam dinilai sebagai orang yang mendapat hidayah, nikmat terbesar dalam hidup.
  3. Umat Islam mendapat anugerah sebagai umat terbaik yang pernah dilahirkan untuk seluruh umat manusia.
ISLAM AGAMA YANG DIRIDHAI
Pernyataan ini Allah Swt. nyatakan berulang-ulang dalam Al Qur’an. Hal ini menandai sekaligus menegaskan bahwa agama dan sistem selain Islam adalah jahiliah, batil, dan tidak diridhai. Syariat Allah yang diturunkan sebelumnya adalah syariat yang diridhai pada masanya. Setelah masa berlakunya habis, logika akal dan dalil syar’i menentukan bahwa syariat terakhirlah yang berlaku. Pemberlakuan syariat yang telah kedaluarsa masa berlakunya merupakan pembangkangan terhadap syariat dan yang menurunkannya.
ISLAM AGAMA FITRAH
Karena Islam diturunkan oleh Allah Swt. yang telah menciptakan alam semesta berikut ketentuan-ketentuan kauniyah-nya, maka Islam adalah sistem yang sejalan dengan fitrah kauniyah itu. Tidak ada perbedaan antara fitrah kauniyah dan fitrah syar’iyah karena syariat dibuat untuk menjaga fitrah kauniyah itu. Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah ini.  Penyimpangan atas fitrah yang bersih dan lurus ini merupakan kesesatan yang hanya akan menimbulkan kerugian dan malapetaka bagi umat manusia dan alam semesta.

[i] Jasiman, Lc., Syarah Rasmul Bayan Tarbiyah, hlm. 134-135.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar