STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Kamis, 31 Mei 2012

SIFAT DAN KEPRIBADIAN WIRAUSAHA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Budaya wirausaha belum menjadi bagian dari kalangan pelajar, praktisi pendidikan dan masyarakat Indonesia panda umumnya, demikian juga pendidikan wirausaha belum mendapat perhatian yang optimal. Pendidikan wirausaha yang ada baru dalam tahab menyiapkan output yang siap kerja belum menyiapkan output yang siap menjadi wirausahawan.
Orientasi peserta didik setelah lulus kebanyakan adalah mencari pekerjaan atau meninginkan menjadi karyawan, pegawai dan atau pegawai negeri sipil. Persepsi yang ada dalam masyarakat seorang pegawai atau pekerja adalah seorang yang memiliki setatus sosial yang tinggi dihormati dan disegani, apalagi pegawai negeri sipil.
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas dalam makalah ini akan membahas sifat-sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan
C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas tujuan penulisan adalah untuk memberikan
penjelasan dan pengertian sifat-sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan dan sikap wirausaha.
BAB  II
SIFAT DAN KEPRIBADIAN WIRAUSAHA

A.    Profil Wirausaha

Menurut Roopke dikutip Suryana (2001)  profil wirausaha dapat dijabarkan sebagai berikut.                    
1.      Kewirausahaan Rutin (Wirt)
Wirausaha yang melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional, bukan penyusunan dan pengalo-kasian sumber-sumber. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang, pasar, dan teknologi.
2.      Kewirausahaan Arbitase
Wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). Kegiatan kewirausahaan ini tidak perlu melibatkan pembuatan barang dan tidak perlu menyerap dana pribadi wirausaha, kegiatan-nya adalah spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli.
3.      Kewirausahaan Inovatif
Wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda, ia merupakan promotor, tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru, tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan (pembekalan), peningkatan teknik manajemen, dan metode distribusi baru. Ia mengadakan proses dinamis pada produk, proses, hasil, sumber pembekalan, dan organisasi yang baru. 

B.     Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha

Wirausaha mempunyai dua fungsi, kedua fungsi tersebut adalah fungsi makro dan fungsi mikro.
1.      Fungsi Makro
Secara makro wirausaha berperan sebagai penggerak, pengendali, dan pemacu
perekonomian suatu bangsa. Di amerika serikat, eropa barat, dan negara-negara di asia, kewirausahaan menjadi kekuat-an ekonomi negara tertentu, sehingga negara-negara itu menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global, yang merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang dinamis. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi, karena ;
a.       Usaha kecil dapat memperkokoh pereko-nomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha, seperti fungsi pemasok, fungsi produksi, fungsi penyalur, dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar.
b.      Usaha kecil dapat meningkatkan efisiensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada, dapat menyerap tenaga kerja lokal, sumber daya lokal, dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh.
c.       Usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional, alat pemerataan berusaha, dan pemerataan pendapatan, karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan.
2.      Fungsi Mikro
Secara mikro peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian, mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbedauntuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. Dalam melakukan fungsi mikronya menurut marzuki usman (1977) secara umum wirausaha memiliki dua peran, yaitu sebagai penemu (innovator) dan sebagai perencana (planner).
a.      Innovator
Wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan ;
1)      Produk baru (the new product)
2)      Teknologi baru (the new technologi)
3)      Ide-ide baru (the new image)
4)      Organisasi usaha baru (the new organization)
b.      Planner
Wirausaha berperan dalam merancang ;
1)      Perencanaan usaha (corporate plan)
2)      Strategi perusahaan (corporate strategy)
3)      Ide-ide dalam perusahaan (corporate image)
4)      Organisasi perusahaan (corporate organi-zation)
  1. Kewirausahaan Dalam Konteks Global
Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi.
Setiap negara dan bangsa harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber dayanya, negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan.
Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber dayanya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan banyak kemajuan yang dicapainya.
Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya dan dapat memberdayakan sumber daya manusianya secara nyata.
Sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia memiliki keterampilan kreatif dan inovatif.
Di indonesia sumber daya manusia betul-betul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks, tantangan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
  1. Karakter, Ciri Umum, dan Nilai-Nilai Hakiki Kewirausahaan
1.Karakteristik Kewirausahaan
Para ahli mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Geoffrey G. Meredith (1996 : 5-6), misalnya, mengemukakan cirri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut :
KARAKTERISTIK
WATAK
·         Percaya diri dan optimis
Memiliki kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain, dan individualistis.
·         Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, mempunyai dorongan kuat, energik, tekun dan tabah, tekad kerja keras, serta inisiatif.
·         Berani mengambil resiko dan mempunyai tantangan
Mampu mengambil resiko yang wajar
·         Kepemimpinan
Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain, dan terbuka terhadap saran serta kritik.
·         Keorsinilan
Inovatif, kreatif dan fleksibel
·         Berorientasi masa depan
Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan
Sumber : Geoffrey G. Meredith, et al. Kewirausahaan : Teori dan Praktek Ed. 5 hal 5-6
Ahli lain, seperti M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993 : 6-7), mengemukakan delapan karakteritik kewirausahaan sebagai berikut :
  1. Desire for responsibility, memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
  2. Preference for moderate risk, lebih memilih resiko moderat, artinya selalu menghindari resiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
  3. Confidence in their ability to success, memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh kesuksesan.
  4. Desire for immediate feedback, selalu menghendaki umpan balik dengan segera.
  5. High level of energy, memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
  6. Future orientation, berorientasi serta memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan.
  7. Skill at organizing, memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
  8. Value of achievement over money, lebih menghargai prestasi daripada uang.
Authur Kurilof dan John M. Mempil (1993 : 20), mengemukakan karakteristik kewirausahaan dalam bentuk nilai-nilai dan perilaku kewirausahaan seperti :
NILAI-NILAI
PERILAKU
·         Komitmen
Menyelesaikan tugas hingga selesai
·         Resiko moderat
Tidak melakukan spekulasi, melainkan berdasarkan perhitungan yang matang
·         Melihat peluang
Memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin
·         Objektivitas
Melakukan pengamatan secara nyata untuk memperoleh kejelasan
·         Umpan balik
Menganalisis data kinerja waktu untuk memandu kegiatan
·         Optimisme
Menunjukkan kepercayaan diri yang besar walaupun berada dalam situasi berat.
·         Uang
Melihat uang sebagai suatu sumber daya, bukan tujuan akhir.
·         Manajemen proaktif
Mengelola berdasarkan perencanaan masa depan.
Sumber : Fundamental Small Business Management, 1993, hal. 20
Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadiannya. Kepribadian wirausaha terletak pada :
  1. Kepercayaan diri
  2. Kemampuan mengorganisasi
  3. Kreativitas
  4. Menyukai tantangan
  1. Ciri-Ciri Umum Kewirausahaan
1.      Memiliki motif berprestasi tinggi
2.      Memiliki perspektif ke depan
3.      Memiliki kreativitas tinggi
4.      Memiliki sifat inovasi tinggi
5.      Memiliki komitmen terhadap pekerjaan
6.      Memiliki tanggung jawab
7.      Memiliki kemandirian atau ketidaktergantungan terhadap orang lain
8.      Memiliki keberanian menghadapi resiko
9.      Selalu mencari peluang
10.  Memiliki jiwa kepemimpinan
11.  Memiliki kemampuan manajerial
12.  Memiliki kemampuan personal
F.     Nilai-Nilai Hakiki Kewirausahaan
1.      Percaya diri
2.      Berorientasi pada tugas dan hasil
3.      Keberanian mengambil resiko
4.      Kepemimpinan
5.      Berorientasi ke masa depan
6.      Keorsinalan : kreativitas dan inovasi
  1. Berpikir Kreatif Dalam Kewirausahaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi otak manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu fungsi otak sebelah kiri dan otak sebelah kanan. Setiap bagian otak memiliki fungsi spesifik dan menangkap informasi yang berbeda. Fungsi bagian otak yang satu lebih dominan daripada yang lain. Fungsi otak sebelah kiri dikendalikan secara linear (berpikir vertikal), sedangkan otak sebelah kanan lebih mengandalkan pemikiran lateral.
Otak sebelah kiri berperan menangkap logika dan symbol-simbol, dan emosional. Otak sebelah kanan menggerakkan pikiran lateral dan meletakkannya pada jiwa proses kreatif.
Menurut Zimmerer (1996), untuk mengembangkan keterampilan berpikir, seseorang menggunakan otak sebelah kiri, sedangkan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif, digunakan otak sebelah kanan, ciri-cirinya :
  1. Selalu bertanya, “Apa ada cara yang lebih baik?”
  2. Selalu menantang kebiasaan, tradisi dan rutinitas
  3. Berefleksi/merenungkan dan berpikir dalam
  4. Berani bermain mental, mencoba melihat masalah dari perspektif yang berbeda
  5. Menyadari kemungkinan banyak jawaban daripada satu jawaban yang benar
  6. Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai jalan untuk mencapai kesuksesan
  7. Mengorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan inovatif
  8. Memiliki keterampilan “helikopter”, yaitu kemampuan untuk bangkit di atas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas kemudian memfokuskannya pada kebutuhan untuk berubah.
Dengan menggunakan otak sebelah kiri, menurut Zimmerer (1996 : 76), ada tujuh langkah proses kreatif :
  1. Tahap 1 : persiapan
  2. Tahap 2 : penyelidikan
  3. Tahap 3 : transformasi
  4. Tahap 4 : penetasan
  5. Tahap 5 : penerangan
  6. Tahap 6 ; pengujian
  7. Tahap 7 : imlementasi
  1.    Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Menurut pengertian dari para Pakar-pakar, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain.
Berikut ini adalah beberapa semangat dan pribadi seorang wirausahawan yang memacunya untuk bisa menjadi sukses:
1. Tidak mudah putus asa
Menjalankan usaha, bukan perkara mudah. Pasti banyak tantangan dalam menjalaninya. Contoh : membuka sebuah café. Kita sudah tahu ada berapa banyak café yang telah berdiri. Pastinya akan menemui persaingan yang sangat berat. Jika café kita sepi, bisa saja orang memutuskan berhenti. Tidak begitu dengan orang yang ingin sukses. Bila persaingan ketat, yang kita perlukan adalah sebuah pembaharuan, sesuatu yang membuat café kita berbeda agar bisa lebih diperhatikan oleh konsumen. Karenanya, semangat untuk tidak putus asa haruslah tetap dijaga.
2. Bekerja sama
Anda punya ide unik untuk sebuah usaha, dan anda tidak punya modal dalam bentuk uang yang cukup. Bila anda merupakan orang yang bisa berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama dengan orang lain, uang bukan lagi persoalan bagi anda untuk memulai sebuah usaha. Anda bisa minta bantuan pada kerabat atau teman anda untuk membuka usaha tersebut.
3. Jujur
Dalam bekerja sama, kejujura sungguh sangat penting. Bukan itu saja. Kejujuran merupakan aspek penting dalam kehidupan. Begitu juga dengan wirausaha. Bila anda tidak jujur. Saya berani jamin. Usaha anda tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, junjunglah dengan tinggi sikap jujur itu.
4. Tidak cepat puas
Jangan menjadi orang yang cepat puas bila usaha anda sudah terbilang cukup sukses. Kita lihat sedikit pada beberapa perusahaan yang sudah sangat sukses. Apakah mereka berhenti begitu saja saat sudah sukses? Tidak, mereka selalu berusaha menemukan lagi hal-hal lain yang bisa membantu mengembangkan usaha mereka itu.
5. Jangan takut salah / gagal
Kegagalan merupakan sebuah pelajaran dan pengalaman dalam sebuah usaha. Bila anda takut gagal. Lebih baik anda tidak memulai sama sekali usaha itu. Begitu banyak pengusaha yang sukses saat ini, saat ditanyakan, mereka semua pasti pernah menemui kegagalan. Dan kegagalan itulah yang memicu kemajuan mereka saat ini. Kegagalan pasti pernah terjadi dalam hidup seseorang. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.
         
  1. Sikap Seorang Wirausahawan
1.    Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Disiplin berarti ketepatan komitmen wirusahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Hal tersebut berlaku menyeluruh dalam ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja, dan sebagainya.
2.    Komitmen Tinggi
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitemen yang jelas, terarah, dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan), terlebih terhadap konsumennya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya kepada konsumen akan memiliki nama baik yang pada akhirnya, wirausahawan tersebut mendapat kepercayaan dari konsumen.
3.    Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Padahal, kejujuran seorang wirausahawan akan berdampak langsung terhadap kepercayaan konsumen. Ketika kejujuran sudah dijunjung tinggi oleh seorang wirausahawan, maka kepercayaan konsumen juga akan semakin meninggi.
4.    Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju dan penuh dengan gagasan-gagasan yang baru dan berbeda dengan  produk-produk yang telah ada saat ini.
5.    Mandiri
Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang  melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pada pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dari pihak lain.
6.    Realistis
Seorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta atau realita sebagai landasan yang berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan atau perbuatannya. Banyak wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena tidak bersikap realistis, tidak objektif, dan tidak rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.
BAB III
PENUTUP
Seorang wirausahawan adalah seorang yang mampu melihat ke depan, berfikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan pemecahannya. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh wirausahawan dalam memenuhi kebutuhan usahanya secara realistis. Sifat-sifat yang ada dimakalah adalah sifat dasar manusia yang harus dikembangkan dan selalu dipertahankan agar dalam berwirausaha mendapatkan kesuksesan dan keberkahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar