STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Sabtu, 14 Juli 2012

EPISTEMOLOGI DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan Islam sebagai suatu proses pengembangan potensi kreatifitas peserta didik,bertujuan untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt.,cerdas,terampil,memiliki etos kerja yang tinggi,berbudi pekerti luhur, mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya,bangsa dan negara serta agama.Proses itu sendiri sudah berlangsung sepanjang sejarah kehidupan manusia.
Ilmu pendidikan islam merupakan prinsip,struktur,metodologi,dan objek yang memiliki karakteristik epistemologi ilmu islam.Pengembangan pendidikan islam adalah upaya memperjuangkan sebuah sistem pendidikan alternatif yang lebih baik dan relatif dapat memenuhi kebutuhan umat islam dalam menyelesaikan semua problematika kehidupan yang mereka hadapi sehari-hari.
A. Pengertian Epistemologi
Secara etimologi,kata “Epistemologi” berasal dari bahasa Yunani;”Episteme” dan “Logos”.” Episteme” berarti pengetahuan,sedangkan “Logos” berarti teori,uraian atau alasan.Jadi Epistemologi berarti sebuah teori tentang pengetahuan.Dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah “Theori of Knowledge”.
Secara Terminologi,ada beberapa pendapat yaitu:
  1. Dagobert D.Runes dalam bukunya “Dictionary of Philisophy”,mengatakan Epistemologi sebagai cabang filsafat yang menyelidiki tentang keaslian pengertian,struktur,mode,dan validitas pengetahuan.
  2. Harun Nasution dalam bukunya “Filsafat Agama”,mengatakan bahwa Epistemologi adalah ilmu yang membahas apa pengetahuan itu dan bagaimana memperolehnya.
  3. Fudyartanto,mengatakan bahwa Epistemologi adalah ilmu filsafat tentang pengetahuan atau dengan kata lain filsafat pengetahuan.
  4. Anton Suhono, Epistemologi adalah teori mengenai refleksi manusia atas kenyataan.
  5. The Liang Gie, Epistemologi adalah sebagai cabang filsafat yang bersangkutan dengan sifat dasar dan ruang lingkup pengetahuan,pra anggapan-pra anggapan dan dasar-dasarnya serta reabilitas umum dari tuntutan akan pengetatuan.
Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa Epistemologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari hal-hal yang bersangkutan dengan pengetahuan dan dipelajari secara substantif.Hal ini selaras dengan definisi Epistemologi yang terdapat didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Epistemologi adalah cabang ilmu filsafat tentang dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan.
Oleh karena itu, Epistemologi bersangkutan dengan masalah-masalah yang meliputi :
1. Filsafat,yaitu cabang ilmu dalam mencari hakikat dan kebenaran pengetahuan.
2. Metode,memiliki tujuan untuk mengantarkan manusia mencapai pengetahuan.
3. Sistem,bertujuan memperoleh realitas kebenaran pengetahuan.
B. Teori Tentang Epistemologi
Dalam teori Epistemologi terdapat beberapa aliran.Aliran-aliran tersebut mencoba menjawab pertanyaan bagaimana manusia memperoleh pengetahuan.
Pertama,golongan yang mengemukakan asal atau sumber pengetahuan yaitu aliran :
  1. Rasionalisme,yaitu aliran yang mengemukakan,bahwa sumber pengetahuan manusia ialah pikiran,rasio,dan jiwa.
  2. Empirisme,yaitu aliran yang mengemukakan,bahwa sumber pengetahuan manusia berasal dari pengalaman manusia itu sendiri,melalui dunia luar yang ditangkap oleh panca indranya.
  3. Kritisme ( Transendentalisme), yaitu aliran yang mengemukakan ,bahwa sumber pengetahuan manusia itu berasal dari dunia luar dan dari jiwa atau pikiran manusia sendiri.
Kedua,golongan yang mengemukakan hakikat pengetahuan manusia inklusif didalamnya aliran-aliran:
  1. Realisme,yaitu aliran yang berpendirian bahwa pengetahuan manusia adalah gambaran yang baik dan tepat tentang kebenaran.Dalam pengetahuan yang baik tergambar kebenaran seperti sesungguhnya.
  2. Idealisme, yaitu aliran yang berpendapat,bahwa pengetahuan hanyalah kejadian dalam jiwa manusia,sedangkan kenyataan yang diketahui manusia semuanya terletak diluar dirinya.

C. Teori Tentang Pendidikan
Pembahasan mengenai teori pendidikan,dikenal ada tiga macam aliran:
  1.  Aliran nativisme yang dipelopori oleh Schopenhauer,Ia mengatakan bahwa bakat mempunyai peranan yang penting.Tidak ada gunanya orang mendidik kalau bakat anak memang jelek.
  2. Aliran empirisme yang dipelopori Jhon Lock.Ia mengatakan bahwa pendidikan itu perlu sekali.Teorinya terkenal dengan istilah “Teori Tabularasa”.Ini artinya bahwa kelahiran anak diumpamakan sebagai kertas putih-bersih yang dapat diwarnai setiap orang.Dalam konteks pendidikan,pendidik adalah orang yang mampu memberi “warna” terhadap anak didik.
  3. Aliran convergensi yang dipelopori Wiliam Stern.Aliran ini mengakui kedua aliran sebelumnya.Oleh karena itu,menurut aliran ini,pendidikan sangat perlu,namun bakat(pembawaan) yang ada pada anak didik juga mempengaruhi keberhasilan pendidikan.
Aliran convergensi adalah aliran yang banyak dianut oleh para pendidik dewasa ini.Sementara aliran nativesme dan emperisme telah mulai usang dan mulai banyak ditinggalkan oleh penganutnya.
Dalam pandangan islam, kemampuan dasar atau pembawaan disebut dengan fitrah.Secara etimologis, fitrah berarti sifat asal, kesucian, bakat dan pembawaan. Secara terminologi, Muhammad al-Jurjani menyebutkan, bahwa fitrah adalah tabiat yang siap untuk menerima agama islam.
Kata fitrah disebutkan dalam al-Quran pada surat al-Rum ayat 30 sebagai berikut:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Bila diinterpretasikan lebih jauh,kata fitrah bisa berarti bermacam-macam, sebagaimana yang telah diterjemahkan dan didefenisikan oleh banyak pakar.Diantara arti-arti yang dimaksud adalah :
1. Fitrah berarti thuhr (suci)
2. Fitrah berarti islam(agama islam)
3. Fitrah berarti tauhid (mengakui keesaan Allah)
4. Fitrah berarti ikhlas (murni)
5. Fitrah berarti kecenderungan manusia untuk menerima dan berbuat kebenaran
6. Fitrah berarti al-Gharizah(insting)
7. Fitrah berarti potensi dasar untuk mengabdi kepada Allah
8. Fitrah berarti ketetapan atas manusia baik kebahagiaan maupun kesengsaraan.
Timbulnya berbagai interpretasi kata fitrah diatas tidak terlepas dari sudut pandang masing-masing pakar dalam melihat kata fitrah tersebut.Namun,yang jelas dari berbagai interpretasi tentang kata fitrah semua memiliki persamaan yaitu adanya hubungan manusia dengan sang pencipta.
Dalam kaitannya dengan teori kependidikan dapat dikatakan,bahwa fitrah mengandung implikasi kependidikan yang berkonotasi kepada paham converagent.Karena,fitrah mengandung makna kejadian yang didalamnya mengandung potensi dasar beragama yang benar dan lurus(al-Din al-Qayyim) yaitu islam.Namun potensi dasar ini bisa diubah oleh lingkungan sekitarnya.
Kalau melihat hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berbunyi :
ماالمولودالاّ يولدعلى الفطرة فابواه يهوّدانه اوينصّرانه
“Tidak ada anak manusia dilahirkan kecuali atas dasar fitrah,maka kedua orang tuanya mendidiknya menjadi yahudi atau nasrani”(HR.Abu Hurairah)
Dapat dipahami bahwa fitrah sebagai pembawaan sejak lahir bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya,bahkan ia tak akan dapat berkembang sama sekali tanpa adanya pengaruh lingkungan tersebut.Sementara lingkungan itu sendiri dapat diubah bila tidak favorable(tidak menyenangkan karena tidak sesuai cita-cita manusia).
Namun demikian,meskipun fitrah dapat dipengaruhi lingkungan,tetapi kondisinya tidaklah netral.Ia memiliki sifat yang dinamis,reaktif dan responsif terhadap pengaruh dari luar.Dengan istilah lain,dalam proses perkembangannya, terjadi interaksi (saling mempengaruhi) antara fitrah dan lingkungan sekitarnya,sampai akhir hayat manusia.
D. Hubungan Epistemologi dengan Pendidikan
Adapun Hubungan Epistemologi dengan Pendidikan antara lain :
  1. Sama-sama memiliki perkembangan yang menyebabkan timbulnya ilmu-ilmu baru,
  2. Sama-sama berlangsung secara kontinyu dari satu generasi ke generasi berikutnya dan juga melakukan inovasi yang tiada henti,
  3. Sama-sama berlangsung dalam dunia yang disengaja dan tidak disengaja,
  4.  Sama-sama dalam bentuk proses yang akan membawa seseorang memperoleh kecakapan baik fisik maupun mental.

E. Teori Pengembangan Ilmu Pendidikan Islam
Berbicara mengenai epistemologi ilmu pendidikan islam akan timbul pertanyaan,bagaimana cara mengembangkan ilmu pendidikan islam sendiri?.Dalam mengembangkan sebuah disiplin ilmu dapat dilakukan dengan cara mengembangkan teori-teori tersebut,begitu pula dalam mengembangkan ilmu pendidikan islam.Mengembangkan teori berarti merevisi teori-teori yang ada,memahami teori yang lama dan atau membuat teori yang baru.
Merevisi teori yang ada dalam pendidikan islam berarti menyempurnakan teori yang ada agar sesuai dengan kebutuhan.Sedangkan membuat teori berarti merancang teori yang sama sekali baru.
Secara teori pendidikan islam sebagai disiplin ilmu merupakan konsep pendidikan yang mengandung berbagai teori yang dapat dikembangkan dari hipotesa-hipotesa yang bersumber dari al-Quran maupun hadits baik dari segi sistem,proses dan produk yang diharapkan mampu membudayakan umat manusia agar bahagia dan sejahtera dalam hidupnya.
Dari segi teori,pendidikan islam dapat diartikan sebagai studi tentang proses kependidikan yang bersifat progresif menuju kearah kemampuan optimal anak didik yang berlangsung diatas landasan nilai-nilai ajaran islam.
F. Pengembangan Ilmu Pendidikan Islam
Dalam mengembangkan ilmu pendidikan islam diperlukan beberapa hal,antara lain :
  1. Landasan atau basis filsafat yang akan dijadikan dasar pengembangan ilmu pendidikan islam.
  2. Paradigma bagi penyusunan metodologi pengembangan ilmu pendidikan islam.
  3. Metodologi pengembangan ilmu pendidikan islam.
  4. Model-model penelitian untuk digunakan dalam penelitian pendidikan islam.
  5. Organisasi yang bersekala nasional.
      Kelima hal diatas merupakan landasan atau orientasi kerja dalam mengembangkan ilmu pendidikan islam.Filsafat yang dapat digunakan sebagai landasan dalam pengembangan ilmu pendidikan islam ialah filsafat yang mampu mengakomodir pendapat bahwa:
1. Sumber pengetahuan ialah Allah.
2. Teori ilmu pendidikan islam tidak boleh bertentangan dengan wahyu.


Sumber : DR.Armei Arief,M.A.Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, 2002, Ciputat Pers,hal.3-12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar