STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Rabu, 27 Maret 2013

KONSEP DASAR PAI

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas. Jadi Perencanaan Pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar tersebut di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi interaksi guru – murid, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Karena dengan perencanaan itu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik, karena ia dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas, mantap dan fleksibel.
Karena membuat perencanaan yang baik, maka seorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik. Seorang bisa menjadi guru yang baik adalah berkat pertumbuhan, berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus, walaupun faktor bakat ikut pula berpengaruh.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian perencanaan pengajaran?
2.      Apa yang dimaksud dengan system pengajaran?
3.      Apa Fungsi Dan Tujuan Perencanaan Pengajaran PAI ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Perencanaan Pengajaran PAI
1.      Pengertian Perencanaan Pengajaran PAI
[1]Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untuk memaksimalisasikan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan.
[2]Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
[3]Perencanaan dalam arti luas : suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Lembaga Administrasi Negara
a.       Perencanaan dalam arti luas : suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
b.      Perencanaan : proses penentuan tujuan, penentuan kegiatan dan penentuan aparat pelaksana kegiatan untuk mencapai tujuan.
c.       Perencanaan : usaha yang diorganisasikan dengan dasar perhitungan untuk memajukan perkembangan tertentu.
[4]Perencanaan Pengajaran dalam arti yang luas adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakat.
[5]Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dari pengertian-pengertian diatas maka yang di maksud dengan Perencanaan Pengajaran  adalah suatu proses yang sistematis dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar serta mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan dengan langkah-langkah penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu.
2.      Bentuk-Bentuk Pengajaran PAI
Seperti yang telah diuraikan di muka, bahwa perencanaan pengajaran khusus di bidang Pendidikan Agama Islam ditetapkan sekarang dan dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan datang. Dalam ilmu manajemen, perencanaan tersebut memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:
a.       Tujuan(objektif)
Merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b.      Kebijakan(policy)
Yaitu suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Karena kebijakan ini biasanya tidak tertulis, maka seringkali sulit untuk difahami oleh para peserta didik.
c.       Strategi
Merupakan tindakan penyesuaian dari rerncana yang telah dibuat. Disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi. Oleh karena itu dalam membuat strategi haruslah memperhatikan beberapa faktor seperti: ketepatan waktu mengajar, ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan sebagainya.
d.      Prosedur
Merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang. Ini lebih menitikberatkan pada suatu tindakan.
e.       Aturan
Meruapakan suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f.       Program
Yaitu campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran; semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan.
Dari semua bentuk-bentuk perencanaan tersebut satu sama lain saling terkait dalam satu kesatuan sistem
3.      Masalah-masalah pokok dalam perencanaan pengajaran
Beberapa permasalahan pokok yang harus diperhatikan dan dicarikan solusi pemecahannya yaitu:
  1. Masalah Arah atau Tujuan
Masalah yang sering terjadi dalam penentuan arah atau tujuan pengajaran adalah : rumusan masalah yang dibuat oleh guru terlalu luas dan tidak operasional, sehingga sulit diukur dan diobservasi yang berakibat tujuan pengajaran tidak dipahami oleh siswa.
  1. Masalah Evaluasi
Masalah yang muncul dalam evaluasi, berkisaran antara lain : Prosedur evaluasi yang tidak dikenal oleh siswa yang berakibat evaluasi yang dilaksanakan tidak adil, dan memuaskan para siswa. Rumusan instrumen penilaian tidak jelas, alat penilaian di buat secara sembarang, kurang atau tidak memenuhi syarat validitas, serta tingkat reliabilitas yang rendah. Tingkat daya pembeda soal yang kurang baik yaitu tidak dapat membedakan mana siswa pintar dan mana siswa yang kurang pintar.
  1. Masalah Isi dan Urutan Materi Pelajaran
Masalah yang muncul adalah bagaimana memilah-milah mana materi pelajaran yang harus didahulukan penyajiannya secara runtun, logis dan sistematis. Lalu apabila materi pelajaran yang disajikan tidak serasi dan tidak terorganisasi dengan baik maka akibatnya terjadi kegagalan dalam menyampaikan uraian materi pelajaran. Penyebab kegagalan penyampaian materi disebabkan guru membuat instrumen penilaian yang isinya menghendaki jawaban materi pelajaran yang sebenarnya belum atau tidak diajarkan.
  1. Masalah Metode
Masalah yang berkaitan dengan metode pengajaran adalah kurang atau tidak tepat sasaran dalam pemilahan metode yang digunakan, bersifat monoton dan tidak sesuai dengan tujuan, strategi, model serta pendekatan pengajaran yang digunakan.
  1. Hambatan-hambatan
Hambatan-hambatan bisa datang dari siswa (kurangmampu mengikuti pelajaran, memiliki perbedaan indvidual), dari guru (kurang berminat mengajar), faktor institusional (terbatasnya ruang kelas, laboratorium serta alat-alat peraga).
B.     SISTEM PENGAJARAN PAI
1.    Pendekatan Sistem Pengajaran PAI
Dalam berbagai kegiatan, khususnya proses pengajaran, dewasa ini pendekatan sistem (sistem approach) dipandang merupakan salah satu pendekatan logis dan analitis terhadap berbagai bidang.
[6]Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Dengan mengidentifikasi tujuan, dapat dianalisis komponen yang terdapt pada sistem itu.
Gagasan inti filosofis adalah bahwa suatu sistem merupakan kumpulan dari sejumlah komponen, yang saling berinteraksi dan saling bergantungan satu sama lain. Untuk mengenal suatu sistem, kita harus mengenal semua komponen yang beroperasi didalam. Perubahan suatu sistem harus dilihat dari perubahan komponen-komponen tersebut. Kita tak mungkin mengubah suatu sistem tanpa perubahan sistem secara menyeluruh. Sistem filosofis cenderung untuk mengkondisikan pendekatan tertentu terhadap sistem adalah sensitivitas terhadap hakikat sistemis dari kenyataan, sikap sensitive terhadap fariabel-fariabel dalam sistem yang saling berinteraksi satu sama lain. Itu sebabnya para perancang sistem harus bersikap rasional, senantiasa tanggap terhadap kenyataan yang sesungguhnya.
Dalam pendekatan sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam harus bersifat komprehensip, intregated dan universal. Karena itu, secara filosofis pendekatan sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam dapat menolong para perancang pendidikan dan orang-orang pikiran sehat terhadap proses pendidikan. Ia seolah-olah menjadi acuan dalam memecahkan berbagai persoalan dalam pendidikan dan pengajaran. Hal ini disebabkan karena pendekatan secara filosofis menjadi akar dari setiap permasalahan kependidikan.
Ada dua ciri pendekatan sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam, yakni sebagai berikut:
a)             Pendekatan sistem merupakan suatu pendapat tertentu yang mengarah ke proses belajar-mengajar. Proses belajar-mengajar adalah suatu penataan yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain untuk memberikan kemudahan bagi siswa belajar.
b)             Penggunaan metodologi khusus untuk mendesain sistem pengajaran. Metodologi khusus itu terdiri atas prosedur sistematik, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penilaian keseluruhan proses belajar mengajar. Dengan demikian, pendekatan sistem merupakan suatu panduan dalam rangka merencanakan dan menyelenggarakan pengajaran., [7]pendekatan ciri tersebut pada hakikatnya sejalan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). Pendapat ilmiah ditandai oleh keyakinan tentang sebab akibat antara peristiwa-peristiwa, konsep tentang zat yang tak dapat rusak, dan keteraturan alam semesta.
2.      Konsep Sistem Pengajaran PAI
     Sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sesuai dengan rumusan itu, orang yang terlibat dalam sistem pengajaran secara umum adalah siswa, pengajar (guru), dan tenaga lainnya, misalnya tenaga yang membutuhkan dalam laboratorium. Meterial meliputi buku-buku, papan tulis, kapur, fotografi, slide, film, audio, video tape.
     Fasilitas dan perlengkapan terdiri atas ruangan kelas, perlengkapan audiovisual, bahkan juga computer. Produser meliputi jadual dan metode penyampain imformasi, penyedia untuk praktek, belajar, pengetesan dan penentuan tingkat dan sebagainya.
     Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang dan tingkat keunikan. Sistem pengajaran dapat dilaksnakan dalam membentuk membaca buku, sistem belajar dikelas atau di sekolah, di perguruan tinggi, atau disebuah kota maupun desa. Sistem pengajaran senantiasa di tandai oleh organisasi dan intraksi antar komponen untuk memdidik siswa.
3.      Ciri-ciri Sistem Pengajaran PAI
a.      Berdasarkan rumusan di atas, ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pengajaran PAI, yaitu:
Rencana, penataan internasional orang, material, dan prosedur, yang merupakan unsur sistem pengajaran sesuai dengan suatu rencana khusus, sehingga tidak mengembang.
b.      Saling ketergantungan (interdependent), unsur-unsur suatu sistem merupakan bagian yang koheren dalam keseluruhan , masing-masing bagian bersifat esensial, suatu sama lain saling memberikan suatu tertentu.
c.       Tujuan, setiap sistem pengajaran memiliki tujuan tertentu. The goal is the purpose for which the sistem is designed. Ciri itu menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem-sistem alami (natural). Sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem peerintahan, semuanya memiliki tujuan. Sistem natural, seperti sistem elogis, sistem persyaratan pada hewan, memiliki unsur-unsur yang sling bergantungan antara yang satudengan yang lain disusun dengan rencana tertentu, tetapi tidak mempunyai tujuan untuk maksud.
[8]Tujuan utama sistem pengajaran secara umum adalah siswa yang belajar. Tugas seorang perancang sistem adalah mengorganisasi orang, material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Karena itu, material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien. Karena itu, melalui proses mendesain sistem, si perancang membuat rancangan keputusan atas dasar pemberian kemudahan untuk mencapai tujuan sistem.
Unsur-unsur minimal yang harus ada dalam sistem pengajaran adalah siswa, tujuan, dan prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Dalam konteks ini, guru tidak termasuk sebagai unsur sistem, karena fungsinya mungkin dalam kondisi tertentu dapat digantikan atau dialihkan kepada media lain sebagai pengganti, seperti buku, film, slide, teks yang telah diprogram dan sebagainya. Sebaliknya, administrator mungkin menjadi salah satu unsur sistem karena ada kaitannya dengan prosedur perencanaan dan pelaksanaan sistem.
Fungsi guru dalam suatu sistem pengajaran adalah sebagai perancang dan sebgai guru yang mengajar (unsur suatu sistem). Pelaksanaan, fungsi pertama, guru bertugas menyusun suatu sistem pengajaran, sedangkan pelaksanaannya mungkin digantikan atau dilaksanakan oleh tenaga lain atau dengan media lainnya. Pelaksanaan fungsi kedua adalah guru berfungsi mendesain sistem pengajaran, sedangkan dia sendiri bertindak sebagai pelaksana. Fungsi kedua itu memang wajar karena guru telah menguasai bidang pengajaran.
Di samping itu, guru telah berpengalaman dalam hubungannya dengan para siswanya dan menguasai prinsip-prinsip dan teknik pengajaran. Dalam hal itu, berarti guru mendesain dirinya sendiri dalam kerangka sistem belajar yang dikembangkannya,
C.    FUNGSI DAN TUJUAN PERENCANAAN PENGAJARAN PAI
Pada hakikatnya perencanaan pengajaran secara umum mempunyai dua fungsi pokok, yaitu:
1.      Fungsi Perencanaan Pengajaran PAI
a)      Dengan adanya perencanaan, maka pelaksanaan pengajaran akan menjadi baik dan efaektif. Maksudnya adalah, karena perencanaan atau persiapan tersebut, maka seorang guru akan dapat memberikan pengetahuan yang baik. Karena ia dapat menghadapi situasi di kelas dengan tegas dan mantap serta fleksibel.
b)      Dengan membuat perencanaan yang baik, maka seorang guru akan tumbuh dan berkembang menjadi guru professional. Maksudnya adalah, karena dalam perbuatan perencanaan yang baik, maka seorang guru yang baik adalah berkat pertumbuhan dan perkembangan dari hasil pengalaman atau belajar yang continue, walaupun faktor bakat sangat menentukan.
2.      Tujuan Perencanaan Pengajaran PAI
a)      Sesuai dengan fungsi perencanaan pengajaran, maka tujuan yang ingin dicapai perencanaan pengajaran adalah sebagai berikut:
Supaya proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
b)     Supaya guru atau calon guru dapat menjadi guru yang professional khususnya dalam mendidik dan memberikan pengajaran kepada siswanya.
c)      Agar dalam proses belajar mengajar diperoleh hasil (out put) yang baik, oleh karena itu harus menggunakan cara yang baik pula.
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Perencanaan pengajaran adalah suatu hal yang sangat penting yang harus dikerjakan oleh setiap guru ataupun calon guru. Jadi perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi interaksi pengajaran (interaksi guru-murid) tertentu yang khusus, baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas. Makin baik dipikirkan, maka makin baiklah persiapan perencanaan pengajaran itu, sehingga bisa diharapkan makin baik pula dalam pelaksanaannya.
Semua perencanaan yang baik adalah suatu proses pertumbuhan. Pada mulanya suatu konsep hanya samar-samar, lambat laun berkat pemikiran yang matang maka konsep itu makin jelas dan terperinci. Setiap perencanaan harus bersifat fleksibel (bisa berubah-ubah) sehingga ada usaha untuk selalu memperbaiki dan mempertinggi mutu pengajarannya.
Mengajar itu sebenarnya merupakan juga suatu “seni” dan sebagaimana kesenian yang lain harus pula selalu dikembangkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan tekun untuk mencapai taraf dan mutu yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Darwin Syah, M.Pd, 2007, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam.
Team Pembina Mata Kuliah Didaktik Metodik, 1995, Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM.
Abdul Latief, 2006. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam.
Bandung. Pustaka Bani Quraisy.


[1] Ulbert Silalahi
[2] William H. Newman dalam Abdul Majid
[3] Bintoro Tjokroamidjodjo
[4]  Comb dalam Harjanto
[5]  Abdul Majid
[6] Tatang M. Amirin 1995
[7] Oemar H. Malik(2002:09)
[8] (Oemar H. Malik, 2002: 12).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar