STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Selasa, 27 September 2011

KELAHIRAN ALAM SEMESTA DI TINJAU DARI SUDUT ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MODERN

A. Alam Semesta

1. Mengenal Alam Semesta
Sejak awal zaman prasejarah diketahui bahwa manusia telah menyelidiki dan merenungkan bentangan langit kelam bertaburan benda-benda yang tampak seperti tidak teratur. Benda-benda langit tersebut tampak jelas gemerlapan pada malam hari. Dari waktu ke waktu, sejalan dengan akal pikiran manusia yang diikuti oleh kemajuan teknologi, pandangan terhadap alam semesta semakin luas. Firman Alah SWT:
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),”(Q.S. Al-Hijr{15}:16)
Ayat ini menjelaskan manusia melihat ke langit yang dihiasi dengan gugusan bintang-bintang pada malam hari yang cerah dengan memancarkan cahaya yang putih dan tatkala siang hari cahaya bintang-bintang itu menghilang karena adanya sinar matahari yang sangat kuat yang di umpamakan dalam Al-Qur’an dengan (سراجا وهاجا ) artinya sinar yang sangat kuat. Perubahan dari pandangan antroposentris1 berturut-turut sampai pada pandangan asentris2 memerlukan banyak pengorbanan baik waktu, tenaga, jiwa maupun materi, namun hasilnya luar biasa.

Mulai saat sebelum mengenal huruf sampai berkembagnya astronomi, manusia berusaha mengenal alam semesta dengan baik. Diantara usaha-usaha manusia tersebut salah satunya adalah membaca gerak-gerik langit, kemudian menetukan lamanya hari, bulan dan tahun.1 Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Firman Allah SWT:
Artinya: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Q.S. Yunus{10}:5}
Dengan memperhatikan letak bintang, perubahan letak bulan dan matahari, petani dapat menentukan musim bertanam, sedang para pengembara dan nelayan dapat menentukan arah perjalanan.
Firman Allah SWT:
Artinya: “Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.” (Q.S. Ar-Rahman{55}:17)
Dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya adalah tempat terbit dan terbenam matahari di waktu musim panas dan musim dingin, ini menandakan bahwa gerak semu matahari ke utara-selatan menyebabkan beberapa musim tertentu di suatu negara tertentu.2
Dan firman Allah SWT:
Artinya: “Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Q.S. Al-An’am{6}:97)
2. Manusia Pandai

Gallileo ( 1564-1642)

Membuktikan untuk pertama kalinya bahwa Bumi adalah hanya sebuah planet kecil di antara planet-planet yang lain. Ia seorang Ahli mekanika dan dinamika, dengan meggunakan teleskop dapat melihat Yupiter dikelilingi oleh 4 buah bulan, sedang Bumi hanya mempunyai 1 bulan.
Hasil pengamatan Kepler ( 1571-1830) yang merupakan penganut ajaran Kopernicus membuahkan Hukum Kepler yang memperkuat pandangan heliosentris3 yaitu :
Ø Orbit planet-planet yang mengelilingi matahari berupa elips dari matahari sebagai pusat di dalam orbit tersebut.
Ø Semakin jauh planet dari matahari, laju planet di dalam orbitnya semakin lambat.
b. Albert Einstein ( 1879-1955 )
Telah berhasil merumuskan kembali mekanika klasik dan mengubah persamaan-persamaan sesuai dengan hukum-hukum baru tentang cahaya. Keberhasilan Einstein tersebut mengubah pandangan manusia tentang pusat orbit matahari yang bernama Galaksi dan ternyata di angkasa lepas terdapat berjuta-juta galaksi. Galaksi Bimasakti yang merupakan orbit Matahari kita hanya merupakan satu di antara berjuta galaksi yang lain.
Tidak henti-hentinya manusia berusaha mengetahui bagaimana hakekat alam semesta walaupun telah diketahui bahwa jangkauan manusia itu sendiri amat terbatas. Menurut perkiraan berdasarkan perhitungan manusia itu sendiri, ternyata pengetahuan manusia terhadap alam semesta ini masih sangat sedikit. Bahkan ada rasa pesimis, mustahil manusia dapat mengetahui seluk-beluk alam semesta ini sampai kehidupan di dunia lenyap.

B. Isi Alam Semesta

Alam semesta terdiri dari semua materi, termasuk tenaga dan radiasi serta segala hal yang telah diketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada antariksa.
Bumi, Bulan, planet-planet dan Matahari yang termasuk dalam tata surya hanyalah merupakan titik kecil di antara lebih dari 200 milyar bintang penyusun Galaksi Bimasakti salah satu diantaranya adalah matahari kita, galaksi ini berbentuk cakram yang mempunyai lebar dari tepi ketepi seberangnya adalah 100.000 tahun cahaya, sedangkan tebal tebal bagian tengah cakramnya itu kira-kira 10.000 tahun cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah bintang Alpha Centauri, yaitu 4 tahun cahaya. Matahari kita bukanlah bintang terbesar. Ada bintang yang besarnya ± 27.000.000 X besar matahari.
Menurut catatan terakhir dari George O.Abell terdapat 39 buah bintang yang terdekat dengan matahari kita. Proxima centuri berjarak 1.31 PC atau 1.31 x 206.265 A.U. Satu A.U adalah jarak antara matahari ke bumi kita atau lebih kurang 149,6 juta km. Jarak antara matahari dengan Proxima centuri tersebut bila diukur dengan kilometer kira-kira 40.423 milyar km. Jarak ini merupakan jarak bintang yang terdekat dari matahari kita. Andaikata sebuah roket diluncurkan dari bumi dengan kecepatan 30.000 km per jam maka akan diperlukan waktu 1,4 juta jam atau kira-kira 155.953 tahun untuk mencapainya. Rata-rata panjang usia hidup manusia di dunia ini 70 tahun, maka di perlukan 2228 generasi atau keturunan untuk sekali jalan atau 4456 generasi untuk dapat mencapai bintang terdekat tersebut pulang balik.
Bumi merupakan salah satu 9 planet yang mengitari matahari, dan dihuni oleh makhluk hidup termasuk manusia. Apakah bintang-bintang yang lain juga memiliki planet seperti bumi, masih belum dapat dibayangkan jawabannya. Ternyata bumi hanya merupakan seberkas kuman atau atom kecil bila dilihat dari luas dan besarnya alam semesta ini dengan kacamata manusia ini.
Ini adalah merupaka tanda-tanda luasnya dan besarnya kekuasaan Allah Swt, yang tak patut bagi manusia untuk berbuat sombong dan kufur terhadap apa-apa yang telah diberikan-Nya kepada kita. Al-Qur’an sudah memberikan indikasi tentang keluasannya alam semesta ini yang tak terhingga ke segala arah dan tak bertepi dalam firman-Nya:
Artinya: “Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.“ (Q.S. Ar-Rahman{55}:33)
Firman Allah SWT:
Artinya : “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Q.S. Al-Isra{17}:37)
Sabda Rasulullah di dalam hadits qudsinya :
الكبرياء إزاري والعظمة رداءي فمن نازعني أحدا منكم أدخله النار
Artinya: “Sombong adalah SarungKu dan kemuliaan ( kebesaran ) adalah selendangKu barangsiapa diantara kamu yang mengambilnya dariKu maka akan Aku masukkannya kedalam api neraka“.

C. Terbentuknya Alam Semesta.

Pendapat tentang terbentuknya alam semesta baru merupakan teori yang meskipun sudah banyak penelitian, namun tetap masih dalam tingkat teori saja. Pada dasarnya ada dua pendapat tentang terbentuknya alam semesta ini adalah :
1. Teori pemuaian yang di kemukakan oleh Hubble 1940 dan dikembangkan oleh para pakar antronomi dan muncullah teori Dentuman Besar ( Big Bang Theory ) oleh George Gamow. Gamow pakar kelahiran Rusia yang bekerja di Amerika mengemukakan bahwa alam semesta ini pernah merupakan suatu bola raksasa padat yang terdiri dari neutron disebut Yelm. Yelm meledak terpencar ke alam luas dan menguraikan neutron menjadi proton dan elektron ( diperkirakan ini terjadi 10 milyar tahun yang lalu ). Setelah 30 juta tahun, suhu alam semesta menurun dan terbentuklah awal mula galaksi.
2. Teori keadan tetap yang dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold menyatkan bahwa alam semesta terus-menerus dalam keadaan tetap tidak berawal dan tidak berakhir.
Para pendukung kedua teori selalu bertentangan. Barulah setelah diketemukan radiasi gelombang mikro oleh Arno Penzias dan Robert Wilson (1965 ) yang mendung Teori Dentuman Besar, ternyata hipotesis tersebut berdasarkan Teory Kenisbian Einstein.
Begitu pula Hipotes yang di kemukakan oleh Laplace pertama kalinya pada tahun 1796, yang disebut dengan hipotesis Nebular, ia yakin bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas.
Immanuel Kant (1755) dari Jerman dalam bentuknya “ Algemeine Naturgeschichte Und Theorie asal segalanya ini adla dari gas yang bermacam-macam, yang tarik-menarik membentuk kabut besar dan menimbulkn panas. Begitu juga Piere de Laplace, serjana Perancis mengemukakan pula adanya kabut, meskipun ia tidak kenal dengan Kant.
Teori modern ini sesuai dengan apa yang di tunjukkan oleh Al-Qur’an dalam firman Allah Swt:
Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Anbiya{21}:35)
Prof. Thabbarah menyatakan “ ini adalah mu’jizat Al-Qur’an yang di kuatkan oleh pengetahuan modern bahwa alam adalah suatu kesatuan benda yang berasal dari gas kemudian memisah menjadi kabut-kabut dan matahari terjadi akibat dari pecahan bagian itu.”
Bagian kedua ayat itu berbunyi . وجعلنا من الماء كل شيء حي " "
Air adalah unsur pokok bagi kelestarian hidup untuk semua benda hidup dan tumbuh-tumbuhan.
Di dalam Tafsir Ibn Katsir, dari Ibn Abbas di ceritakan bahwasanya ia dalam menafsirkan ayat ini mengatakan : “ langit itu rapat tidak menurunkan hujan dan bumi pun rapat tidak mnumbuhkan tumbuh-tumbuhan, maka tatkala Allah menjadikan penduduk bumi Ia memecah langit dengan hujan dan bumi dengan tumbuh-tumbuhan.

D. Asal Kejadian Cosmos

Seorang ahli astronomi, Jean mengatakan bahwa alam ini pada mulanya adalah gas yang berserakan secara teratur di angkasa luas. Teori ini kita dapatkan penguatnya dalam Al-Qur’an. Allah Swt berfirman:
Artinya : “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati"“. (Q.S. Fush Shilat{41}:11)

E. Pembagian Atom.

Hingga abad ke XX bahwa atom adalah bagian terkecil yang didapati dalam semua unsur. Yang tidak dapat di bagi-bagi lagi. Mereka berpendapat bahwa atom mengandung unsur-unsur yang lebih kecil sebagai berikut :
1. Proton
2. Neutron
3. Ekektron
Dan dengan adanya perantaan pembagian ini mereka menciptakan bom atom dan bom hidrogen.
Allah Swt berfirman, pemberitahuan-Nya tentang Atom.
وما يعزب عن ربك من مثقال ذرة في الأرض ولا في السماء ولا أصغر من ذلك ولاأكبر إلا في كتاب مبين.
Artinya : " Dan tidak luput dari pengetahuan tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun dilangit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yanng nyata (lauhul Mahfudz)”.
Kata asghar ( terkecil ) dari atom ayat Al-Qur’an itu berarti keterangan yang jelas tentang masih bisanya atom-atom itu untuk dibagi, dan kalimat ولا في السمآء ) ( mengandung keterangan bahwa ciri-ciri khas atom yang berada di bumi sama saja dengan atom yang berada pada matahari , bintang dan planet.

F. Berkurangnya Oksigen atau Zat asam

Sejak di temukannya pesawat terbang maka timbullah gejala alamiah bagi para cendikiawan, yaitu adanya kekurangan oksigen dalam lapisan udara tertingi manakala manusia terbang meninggi di angkasa. Ketika itu akan di temui gejala ini dan ia akan merasakan sempitnya dada dan kesulitan bernafas, gejala ilmiah ini telah di tunjukkan oleh Al-Qur’an sebelum diciptakannya penerbangan dan sebelum 14 abad yang lalu.
Firman Allah SWT:
Artinya: “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”. (Q.S Al-An'am{6}:125)
Demikianlah beberapa catatan tentang kejadian alam semesta serta isinya di tinjau dari sudut islam dan pengetahuan modern, yang menunjukkan bahwasanya Islam adalah agama yang universal yang mencakup semua tatanan kehidupan, maka dari itu ummat islam harus menunjukkan bahwa islam tidak ketinggalan zaman, dengan kita kembali kepada Al-qur’an dan hadits serta menggali apa yang terkandung didalamnya umat islam tidak akan terperosok kedalam jurang kebodohan dalam hal teknologi modern. Benarlah apa yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad Saw di dalam salah satu haditsnya yang berbunyi :
" تركت فيكم أمرين ما إن تمسكتم بهما لن تضلوا بعدهما أبدا يعني كتاب الله وسنة رسوله"

DAFTAR PUSTAKA.
1. Dr.H.Nizamuddin, Ilmu Almaiah Dasar. Ghalia Indonesia
2. Hadhiri Chairuddin, Sp, Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an. Gema Insani
3. Hanafi Hasan, Tafsir Fii Al-Ayatil Al-kauniah, Mesir
4. Tafsir Ibn Katsir, Baeirut
5. K.H.M Ali Rahman, Kumpulan Hadist Qudsi, C.V Diponegoro Bandung.


1Anthropus = manusia, centrum = pusat. Adalah anggapan bahwa manusialah yang menjadi pusat
segala-galanya.
2a=tidak , merupakan anggapan tidak perlu lagi adanya pusat-pusatan dalam alam semesta ini, semu beredar dalam konstelasi alamiah. ( Ilmu Alamiah Dasar, Dr. H. Nizamuddin )Ghalia Indonesia , Jakarta 1991.
1Ilmu Alamiah Dasar, Dr.H.Nizamuddin, Ghalia Indonesia
2Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an , Chairuddin Hadhiri Sp, Gema Insan
3Helios : matahari anggapan bahwa pusat alam semesta adalah Matahari. Sampai sekarang paham ini masih bertahan sebagai salam satu kebenaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar