STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Sabtu, 28 Mei 2011

FAZLUR RAHMAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Berbicara masalah pendidikan tidak akan pernah terlepas dari yang namanya pengaruh luar. Pendidikan bebas dinilai, akan tetapi pendidikan selamanya tidak akan pernah bebas nilai. Pendidikan dipengaruhi oleh siapa yang berbicara mengenai pendidikan tersebut. Dan kepada siapa pendidikan tersebut diperuntukan.
Islam sebagai salah satu agama yang besar perlu menempatkan diri dalam peta perjalanan manusia. Perkembangna islam pun tidak serta merta tumbuh tanpa adanya usaha untuk mencapai hal tersebut. Sebab, semua yang terjadi tidak akan pernah terlepas dari yang namanya ’pendidikan’. Oleh karena itulah dalam rangka mengkonstruksi akan ajaran yang ada pada jati diri islam perlu adanya usaha melacak sejarah akan rekonstruksi yang telah dilakukan oleh pendahulu kita.

Dalam makalah ini kami mengangkat usaha yang dilakukan oleh Fazlur Rahman selaku tokoh pembaharu dalam pendidikan dan pemikiran islam. Dengan melihat dan mempelajari usaha yang telah dilakukan oleh Fazlur Rahman, kita sebagai generasi penerus dari usaha pengembangan islam melalui pendidikan berharap dapat mengambil pelajaran. sehingga nantinya dalam pengembangan tersebut kita tidak berjalan dari ruang hampa, dan dapat lebih terarah langkahnya.
B. Pokok Bahasan
Pada makalah ini kami pembahasannya dibatasi pada:
1. Biografi Fazlur Rahman
2. Pemikiran dan Karya Fazlur Rahman
3. Usaha rekonstruksi Fazlur Rahman terhadap pengetahuan
BAB II
PEMBAHASAN
A. BIOGRAFI FAZLUR RAHMAN
Fazlur Rahman lahir pada tanggal 21 September 1919 di daerah Hazara, (anak benua india) yang sekarang terletak di sebelah barat Laut Pakistan.[1] Pertama-tama ia dididik dalam keluarga muslim yang taat beragama. Ayahnya bernama, Maulana Sahab al-Din, ia seorang alim terkenal lulusan Deoband. Pada usia sepuluh tahun, Fazlur Rahman telah hafal al-Qur’an secara keseluruhan. Dari ayahnya ia banyak mendapatkan pelajaran agama. Sedangkan dari ibunya kejujuran, kasih sayang, serta kecintaan sepenuh hati darinya. Pendidikan dalam keluarganya benar-benar efektif dalam membentuk watak dan kepribadiannya untuk dapat menghadapi kehidupan nyata.[2]
Hal lain yang telah mempengaruhi pemikiran keagamaan Fazlur Rahman adalah bahwa ia dididik dalam keluarga dengan tradisi mazhab Hanafi[3] sebuah mazhab sunni yang banyak menggunakan rasio (ra’yu) dibanding dengan mazhab sunni lainnya. Selain itu, di india ketika itu telah berkembang pemikiran yang agak liberal seperti yang dikembangkan syah Waliullah, Sayid Ahmad Khan, sir Sayid, Amir Ali, dan Muhammad Iqbal.[4]
Kemudian, pada tahun 1933, Fazlur Rahman melanjutkan studinya ke Lahore dan memasuki sekolah modern. Pada tahun 1940, ia menyelesaikan B.A.-nya dalam bidang studi Bahasa Arab pada Universitas Punjab. Kemudian, dua tahun berikutnya (1942) ia berhasil menyelesaikan Masternya dalam bidang yang sama pada Universitas yang sama pula.
Empat tahun kemudian, tahun 1946, Fazlur Rahman berangkat ke inggris untuk melanjutkan studinya di Universitas Oxford. Di bawah bimbingan Profesor S. Van Den Bergh dan H. A. R. Gibb, Fazlur Rahman menyelesaikan program Ph. D.-nya pada tahun 1949, dengan disertasi tentang Ibn Sina.
Setelah selesai kuliah di Oxford, ia tidak langsung pulang ke negerinya, pakistan. Akan tetapi, selama bebereapa tahun ia mengajar di Durham University, Inggris, dan selanjutnya di Intitute of Islamic Studies, McGill University, Canada. Ketika di Durham University, ia berhasil menyelesaikan karya osrisinalnya yang berjudul Prophecy in Islam: Philosophy and Orthodoxy.[5]
Pada tahun 1960-an, Fazlur Rahman pulang ke negerinya, pakistan. Kemuian dua tahun berikutnya, ia ditunjuk sebagai direktur lembaga riset islam setelah sebelumnya ia menjabat sebagai staf di lembaga tersebut. Selain menjabat sebagai direktur lemabag riset islam, pada tahun 1964 Fazlur Rahman ditunjuk sebagai anggota dewan penasehat ideologi islam pemerintah Pakistan.
Setelah melepas kedua jabatannya di Pakistan, Fazlur Rahman hijrah ke Barat. Ketika itu, ia diterima sebagai tenaga pengajar di Universitas California, Los Angeles, AS. Kemudian, pada tahun1969, ia muai menjabat sebagai guru besaar kajian islam dalam berbagai aspeknya di depertement of Near Eastern Languages and Civilization, University of Chicago. Ia menetap di chicago kurang lebih selama 18 tahun, sampai akhirnya Tuhan memanggilya pulang dengan tenang pada tanggal 26 Juli 1988.
B. DASAR PEMIKIRAN DAN KARYA FAZLUR RAHMAN
Perkembangan pemikiran dan karya-karya Fazlur Rahman dapat diklasifikasikan ke dalam tiga periode, yaitu periode pembentukan (formasi), periode perkembangan, dan periode kematangan.
Periode pertama disebut periode pembentukan karena pada periode ini Fazlur Rahman mulai meletakkan dasar-dasar pemikirannya dan mulai berkarya. Periode ini dimulai sejak Fazlur Rahman belajar sampai dengan menjelang pulang ke negerinya, pakistan.
Pada periode ini, Fazlur Rahman berhasil menulis tiga karya intelektualnya, yaitu: (1) Avecinna’s Psychology, berisikan kajian dari pemikiran Ibn Sina yang terdapat dalam kitab Kitab al-Najat; (2) Avecinna’s De Anima, being the Psychologycal Part of Kitab al-Shifa’ merupakan suntingan dari kitab al-Nafs yang merupakan bagian dari Kitab al-Shifa’ ; (3) Prophecy in Islam: Philosophi and Orthodoxy, merupakan karya orisinal Fazlur Rahman yang paling penting pada periode ini. Karya ini dilandasi oleh rasa keprihatinannya atas kenyataan bahwa sarjana-sarjana Muslim modern kurang menaruh minat dan perhatian terhadap dokrin-dokrin kenabian.
Periode kedua disebut periode perkembangan karena pada periode ini Fazlur Rahman mengalami proses menjadi, yaitu proses berkembang dari pertumbuhan menuju kematangan. Periode ini dimulai sejak kepulangan Fazlur Rahman dari Inggris ke Pakistan sampai menjelang keberangkatannya ke Amerika.
Periode ini ditandai dengan suatu perubahan yang radikal. Fazlur Rahman secara intens terlibat dalam upaya-upaya untuk merumuskan kembali islam dalam rangka menjawab tantangan-tantangan dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat muslim komtemporer, bagi pakistan khususnya. Ketertlibatan Fazlur Rahman dalam arus pemikiran Islam menghasilkan karya berupa artikel-artikel dia yang diterbitkan dalam bentuk buku, yang berjudul Islamic Methodology in History. Karya ini membahas konsep sunnah, ijtihad, da ijma’. Inti sari dari buku tersebut adalah pemikiran bahawa dalam perjalanan sejarah telah terjadi pergeseran dari otoritas sunnah Nabi mrnjadi sunnah yang hidup dan akhirnya menjadi hadits. Sunnah Nabi merupakan sunnah yang idela, sunnah yang hidup merupakan interpretasi dan implementasi kreatif para sahabat dan tabi’in terhadap sunnah ideal tersebut, sedangkan hadits merupakan upaya penuturan sunnah dalam suatu catatan. Dari sunnah tersebut, ia ingin membangun kembali mekanisme “Sunnah-Ijtihad-Ijma”.[6]
Buku kedua yang dihasilkan Fazlur Rahman dalam periode ini adalah berjudul Islam. Buku ini merupakan upaya Fazlur Rahman dalam menyajikan sejarah perkembangan Islam secara umum, yaitu kira-kira selama empat belas abad keberadaan Islam. Dalam buku ini, Fazlur Rahman lebih dominan mengemukakan kritik historis, disamping sedikit memberikan harapan dan saran-saran.[7]
Secara epistemologis Fazlur Rahman berhasil menggabungkan pendekatan historis dan normatif menjadi metode yang sistematis dan komprehensif untuk memahami al-Qur’an, yang pada akhirnya disempurnakan menjadi metode suatu gerakan ganda (a double movement).
Periode ketiga disebut dengan periode Kematangan, karya-karya intelektual Fazlur Rahman sejak kepindahannya ke Chicago (1970) mencakup hampir seluruh kajian Islam normatif maupun historis. Dalam periode ini ia berhasil menyelesaikan beberapa buku; pertama, Philosophy of Mulla Sadra Shirazi. Buku ini mewrupakan kajian historis Fazlur Rahman terhadap pemikiran Shadr al-Din al-Shirazi (Mulla Sadra). Didalamanya mengungkapkan tentang sanggahan bahwa tradisi filsafat islam telah mati setelah diserang bertubi-tubi oleh al-Ghazali, untuk membantah pandangan sarjana barat modern yang keliru tentang hal tersebut. Disamping itu, didalamya punmembahas tentang hasil penelusuran terhadap pemikiran Shadra. Fazlur Rahman sampaipada kesimpulan bahwa sistem filsafat Shadra sangat kompleks dan orisinal.
Byuku kedua adalah Mayor Themes of Qur’an. Buku ini berisi delapan tema pokok al-Qur’an, yaitu; Tuhan, Manusia sebagai Individu, Manusia sebagai anggota Masyarakat, alam semesta, kenabian dan wahyu, eskatologi, setan dan kejahatan, serta lahirnya masyarakat muslim. Melalui karya ini Fazlur Rahman berhasil membangun suatu landasan filosofis yang tegar untuk perenungan kembali makna dan pesan al-Qur’an bagi kaum muslimin komtemporer.
Buku ketiga yang dihasilkan Fazlur Rahman adalah Islam and Modernity: Transformation of an Intelektual Tardition. Dalam buku ini Fazlur Rahman berbicara ten5tang pendidikan islam dalam perspektif sejarah dengan al-Qur’an sebagai kriterium penilai. Menurut perspektif Fazlur Rahman bahwa yang dimaksud pendidikan bukanlah suatu perlengkapan, peralatan-peralatan fisik ataupun struktur eksternal pendidikan, melainkan intelektualisme Islam, sebab itu merupakan esensi daripendidikan tinggi islam. Ia adalah suatu pertumbuhan pemikiran islam yang asli dan memadai, yang harus memberikan kriteria untuk menilai keberhasilan atau kegagalan suatu sistem pendidikanm islam.
Buku terakhir yang dihasilkan oleh Fazlur Rahman adalah Helth and Medicine in Islamic Tradition. Buku ini berusaha memotret kaitan antar organis antara islam sebagai sistem kepercayaan dan islam sebagai sebuah tradisi pengobatan manusia. Dengan menjelajahi teks-teks al-Qur’an dan Hadits Nabi serta sejarah kaum muslim, Fazlur Rahman memperlihatkan bahwa perkembangan ilmu pengobatan dalam tradisi islam digerakkan oleh motivasi etika agama dan keyakinan bahwa mengobati orang sakit adalah bentuk pengabdian kepada Allah. Disamping itu, Fazlur Rahman juga menunjukan bahwa tegesernya ilmu pengobatan islam oleh ilmu pengobatan barat telah memunculkan problem etis, yaitu hilangnya dimensi religius-spiritual dalam pengobatan manusia.
C. USAHA REKONSTRUKSI FAZLUR RAHMAN TERHADAP PENGETAHUAN
Untuk mengetahui usaha rekonstruksi Fazlur Rahman kita perlu mengetahui Epistemologi dan metodologi Fazlur Rahman. Pada epistemologi kami akan membahas pengertian, karakteristik, klasifikasi, sumber pengetahuan, proses memperoleh pengetahuan, dan kebenaran pengetahuan. Dan pada pembahasan metodolgi akan membhas metode kritik sejarah, metode penafsiran sistematik, dan metode gerakan ganda.
1. Epistemologi Fazlur Rahman
1. Pengertian menurut Fazlur Rahman pengetahuan adalah proses untuk sampai pada keadaan tahu. Pengetahuan itu bukan merupakan suatu cermin kenyataan pasif, melainkan sesuatu proses berkelanjutan. Oleh karena itu pengetahuan dapat diperoleh melalui proses learning, thinking, atau expriencing.
2. Karakteristik pengetahuan menurut Fazlur Rahman ada tiga, yaitu:
a) Pengetahuan diperoleh melalui observasi dan eksperimen,
b) Pengetahuan selalu berkembang dan bersifat dinamis, dan
c) Pengetahuan merupakan kesatuan organik
3. klasifikasi pengetahuan, Fazlur Rahman membagi menjadi tiga jenis, yaitu pengetahuan tentang alam, pengetahuan tentang sejarah, dan pengetahuan temtang manusia.
4. Sumber pengetahuan menurut Fazlur Rahman berdasarkan pada al-Qur’an ada tiga, yaitu: alam, manusia, dan sejarah.
5. Proses memperoleh pengetahuan menurut Fazlur Rahman melalui proses mengindera, berpikir, dan eksperimen.
6. Kebenaran pengetahuan, disini Fazlur Rahman berpendapat bahwa kebenaran ada dua macam. Yaitu: kebenaran wahyu dan kebenaran akal.
2. Medotologi Fazlur Rahman
1. Metode kritik sejarah
Yang ditenmkan dalam metode ini adalah pengungkapan nilai-nilai yang terkandung dalam sejumlah data sejarah, bukan peristiwa sejarah itu sendiri.
2. Metode penfasiran sistematik
Metode ini terdiri atas tiga langkah utama, yaitu: pertama, pendekatan historis untuk menemukan makna teks al-Quer’an dalam bentangan karier dan perjuangan Nabi. Kedua adalah membedakan antara legal dan sasaran serta tujuan al-Qur’an. Ketiga adalah memahami dan menetapkan sasaran al-Qur’an denagn memperhatikan secara penuh latar belakang sosiologisnya.
3. Metode suatu gerakan ganda
Gerakan ganda adalah suatu gerakan dari situasi sekarang ke masa al-Qur’an diturunkan, kemudian gerakan kembali ke masa sekarang. Metode ini bisa dilakukan dengan
a) Membawa problem-problem umat (sosial) untuk dicarikan solusinya pada al-Qur’an atau
b) Memaknai al-Qur’an dalam konteksnya dan memproseksikannya kepada situasi sekarang.
BAB III
KESIMPULAN
A. Pentutup
Dari pemaparan di awal kita dapat menyimpulkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman dilihat dari prosesnya, dapat dibedakan ke dalam tiga periode, yaitu periode pertumbuhan, perkembangan, dan kematangan.
Pemikiran Fazlur Rahman, jika dilihat dari sturktur dasar epistemologisnya, dapat ditemukan bahwa pengetahuan itu bersumber pada teks dan realitas; alat yang digunakan adalah akal dan indera; pendekatannya: historis-filosofis; metodenya: observasi dan eksperimen; klasifikasi pengetahuan: pengetahuan tentang alam, manusia, dan serah; pendukung keilmuannya adalah sejarah dan filsafat. Medotologi Fazlur Rahman dapat digolongkan menjadi kedalam tiga macam yaitu metode kritik sejarah, metode penafsiran secara sistematis, dan metode suatu gerakan ganda.
B. Saran
Alhamdulillah kami panjatkan sebagai implementasi rasa syukur kami atas selesainya makalah ini. Namun dengan selesainya bukan berarti telah sempurna, Oleh karena itulah saran serta kritik yang bersifat membangun dari saudara selalu kami nantikan.untuk dijadikan suatu pertimbangan dalam setiap langkah sihingga kami terus termotivasi kearah yang lebih baik tentunya dimasa masa yang akan datang.akhirnya kami ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya.
DAFTAR PUSTAKA
Taufik Adnan Amal, Neo Modernis Islam Fazlur Rahman, Bandung: Mizan, 1987
Dr. Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006
Dr. Abd. A’la, Dari Neomodernisme Islam Liberal, Jakarta: Paramadina, 2003
M. Hasbi Amirudin, Konsep Negara Islam menurut Fazlur Rahman, Yogyakarta: UII Press, 2000
Dr. Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan


[1] Taufik Adnan Amal, Neo Modernis Islam Fazlur Rahman, Bandung: Mizan, 1987, hlm. 13
[2] Dr. Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006, hlm.61
[3] Dr. Abd. A’la, Dari Neomodernisme Islam Liberal, Jakarta: Paramadina, 2003, hlm. 33
[4] M. Hasbi Amirudin, Konsep Negara Islam menurut Fazlur Rahman, Yogyakarta: UII Press, 2000, hlm. 10
[5] Dr. Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, hlm. 63
[6] Ibid. hlm., 19
[7] Ibid. hlm., 22

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar