STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Selasa, 28 Juni 2011

PENGETAHUAN DAN UKURAN KEBENARAN


A. DEFINISI DAN JENIS PENGETAHUAN

Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu knowledge. Dalam encyclopedia of phisolophy dijadikan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar ( knowledge is justified true belief ).secara langsung dari kesadaran sendiri.dalam peristiwa ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) didalam dirinya sendiri sedangkan aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif. pada umumnya, adalah tepat kalau mengetahui hanya merupakan pengalaman ” sadar”. Karena sangat sulit melihat bagaimana persiapanyan suatu peribadi dapat sadar akan suatu eksisten tanpa kehadiran eksisten itu di dalam dirinya.


Ilmu pada perinsipnya merupakan usaha untukmengorganisasikan dan mensistematiskan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalm kehidupan sehari-hari. Ilmu dapat merupakan suatu metode berfikir secara objektif (objective thinking), tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual.pengetahuan filsafat, yakni pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang sesuatu. Pengetahuan mengandung beberapa hal yang pokok, yaitu ajaran tentang cara berhubungan dengan tuhan, yang sering juga disebut dengan hubungan vertikal dan cara berhubungan dengan sesama manusia,yang sering juga disebut dengan hubungan horizontal.

1. HAKIKAT DAN SUMBER PENGETAHUAN


Penetahuan berkembang dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Dia memikirkan hal-hal baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu.manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna kepada kehidupan, manusia” memanusiakan diri dalam hidupnaya” dan masih banyak lagi pernyataan semacam ini, semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu dalam hidupnya yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya.

Para penganut realisme mengakui bahwa seseorang bisa salah lihat pada benda-benda atau dia melihat terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya. Menurut Prof. Dr. Rasjidi, penganut agama perlu sekali mempelajari realisme dengan alasan:

1. Dengan menjelaskan kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam pikiran. Kesulitan tersebut adalah pendapat yang mengatakan bahwa tiap-tiap kejadian dapat diketahui hanya benar segi subjektif.
2. Dengan jalan memberi pertimbangan-pertimbangan yang positif, menurut Rasjidi, umumnya orang beranggapan bahwa tiap-tiap benda mempunyai satu sebab. Contohnya apa yang menyebabkan ahmad sakit.

2. UKURAN KEBENARAN

Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar.Pada setiap jenis pengetahuan tidak sama kriteria kebenarannya karena sifat danwatak pengetahuan itu berbeda. Pengetahuan tentang alam metafisika tentunya tidak sama dengan pengetahuan tentang alam fisik. Scara umum orang merasa bahwa tujuan pengetahuan adalah untuk mencapai kebenaran, namun masalahnya tidak hanya sampai di situ saja.Problem kebenaran inilah yang memacu tumbuh dan berkembangnya espistemologi.

Teori koresponden ini pada umumnya dianaut oleh para pengikut realisme. Adalah Plato, Asistoteles,Moore, russel, Ramsey. Dan tersk teori ini dikembangkan oleh Bertrand Russell (1872-1970) seorang yang bernama k.roders seorang penganut realisme kritis Amerika, berpendapat, bahwa keadaan benar ini terletak dalam kesusuaian antara”esensi atau arti yang kitaberikan dengan’ esensi yang terdapat didalam objektif”.

Berawal dengan idealisme, mereka realisme atau dalam istilah Marxian lebih terkenal dengan materialisme dialektika itu mempertahankan bahwa kebenaran adalah objektif. Selama kenenaran mencerminkan dunia wujud secara pbjektif. Kandungan kebenaran sepenuhnya ditentukan oleh proses objektif yang di cerminkannya. Selanjudnya leni menulis dari renungan yang hudud menuju ke pemikiran yang obstrak.dalam dunua sains teori ini sangant penting sekali digunakan mencapai suatu kebenaran yang dapat diterima oleh semua orang penelitian sangat penting dalam teori korespondensi karena untuk mengecek kebenaran suatu teori perlu penelitian ulang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar