STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Minggu, 30 Oktober 2011

Manajemen Perencanaan Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran

LATAR BELAKANG MASALAH
            Kegiatan pengembangan kurikulum harus berlandaskan pada fungsi-fungsi manajemen. Untuk dapat dipahami sebagai pengalaman untuk mempersiapkan peserta didik  dalam mencapai tujuan pendidikan, baik yang diperoleh dari dalam maupun luar lembaga pendidikan, maka kurikulum hendaknya melalui fungsi perencanaan yang matang serta  sistematis dan terpadu, pengorganisasian yang baik, diimplementasikan di lapangan, dan diawasi  pelaksanaannya.
            Kurikulum adalah semua pengalaman yang telah direncanakan untuk mempersiapkan peserta didik mencapai tujuan pendidikan baik yang diperoleh dari dalam maupun luar lembaga yang telah direncanakan secara sistematis dan terpadu. Manajemen dalam perencanaan kurikulum dapat diartikan sebagai keahlian atau kemampuan merencanakan dan mengorganisasi kurikulum. Pokok kegiatan utama studi manajemen kurikulum meliputi bidang perencanaan dan pengembangan kurikulum, pelaksanaan dan perbaikan kurikulum. Manajemen perencanaan dan pengembangan kurikulum berdasarakn asumsi bahwa telah tersedia informasi dan data tentang masalah-masalah dan kebutuhan yang mendasari disusunnya perencanaa secara tepat.

            Untuk mengembangkan suatu rencana seseorang harus mengacu kemasa depan. Perencanaan ini memberikan pengaruh dalam menentukan pengeluaran biaya atau keuntungan, menetapkan perangkat tujuan atau hasil akhir, mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan akhir, menyusun atau menetapkan prioritas dan urutan strategi, menetapkan prosedur kerja dengan metode yang baru, serta mengembangkan kebijakan-kebijakan.
            Perencanaan secara umum menurut Sudjana (2000), adalah proses yang sistematis sesuai dengan prinsip dalam pengambilan keputusan, penggunaan pengetahuan dan teknik secara ilmiah serta kegiatan yang terorganisasi tentang tindakan  yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Waterson dalam Sudjana (2000) menuliskan bahwa perencanaan pada hakekatnya adalah usaha sadar, terorganisasi, dan terus menerus yang dilakukan untuk memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif tindakan yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Oemar Hamalik (2006), perencanaan kurikulum adalah kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membina peserta didik ke arah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai hingga terjadi perubahan-perubahan pada peserta didik.
RUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan ditampilkan dalam makalah ini adalah bagaimanakah proses manajemen perencanaan Pengembangan kurikulum? Prosedur pemecahan masalah adalah dengan mengkaji berbagai literatur yang ada mengenai manajemen perencanaan kurikulum kemudian akan diambil kesimpulan bagaimana kurikulum direncanakan.
PEMBAHASAN
A. KARAKTERISTIK PERENCANAAN KURIKULUM
Perencanaan kurikulum memiliki fungsi sebagai berikut:
1.        Sebagai  pedoman yang berisi petunjuk tentang jenis dan sumber peserta, tindakan yang perlu dilakukan, biaya, sarana, serta sistem kontrol atau evaluasi.
2.        Sebagai penggerak roda organisasi dan tata laksana untuk menciptakan perubahan dalam masyarakat sesuai dengan tujuan organisasi;
3.        Sebagai motivasi untuk melaksanakan sistem pendidikan.
Model Perencanaan Kurikulum
        Ada 4 (empat) model perencanaan kurikulum berdasar asumsi rasionalitas, yaitu: asumsi tentang pemrosesan informasi secara cermat yang berkaitan dengan mata pelajaran, peserta didik, lingkungan dan hasil belajar. Berikut ini model-model perencanaan kurikulum:
1.    Model Perencanaan rasional deduktif atau rasional Tyler
              Model ini menitik-beratkan logika dalam merancang program kurikulum dan bertitik tolak dari spesifikasi tujuan (goals dan objectives). Model ini dapat diterapkan pada semua tingkat pembuat keputusan, dan tepat untuk sistem pendidikan sentralistik. 
2.    Model Interaktif rasional atau The Rational - Interactive Model
              Model ini menitik-beratkan pada ”perencanaan dengan” (planning with) daripada ”Perencanaan bagi” (planning for). Perencanaan kurikulum ini bersifat situasional atau fleksibel serta tepat bagi lembaga pendidikan yang akan mengembangkan kurikulum berbasis sekolah. Model perencanaan kurikulum ini didasarkan pada kebutuhan yang berkembang  di masyarakat.
3.    The Diciplines Model
          Model ini menitik-beratkan pada guru sebagai pihak yang merencanakan kurikulum bagi siswa. Model ini dikembangkan sesuai dengan pertimbangan sistematik tentang relevansi antara pengetahuan filosofis, sosiologis, dan psikologis.
4.    Model tanpa Perencanaan atau non planning model
          Model ini dikembangkan berdasarkan pertimbangan inisiatif guru di dalam ruangan kelas, sebagai pengambil keputusan dalam menentukan strategi pembelajaran, pemilihan media belajar dan sebagainya.

Desain Kurikulum
1. Definisi
          Curriculum Design berarti pola (pattern), kerangka (framework) atau organisasi struktural (structural organization) yang dipakai dalam menyeleksi, merencanakan, dan memajukan pengalaman-pengalaman pendidikan (Saylor and Alexander dalam Soetopo dan Soemanto, 1993). Curriculum design sangat menentukan hasil-hasil pendidikan yang hendak dicapai.
2. Nilai Penting
•   Menunjukkan elemen-elemen yang harus diperhatikan dalam perencanaan kurikulum dan hubungan (interrelationship) elemen-elemen tersebut di dalam proses pengembangan kurikulum.
• Merupakan suatu metode untuk menentukan seleksi organisasi pengalaman-pengalaman belajar yang diselenggarakan di sekolah.
• Menentukan peranan guru, siswa, dan orang-orang lain yang terlibat dalam perencanaan kurikulum.
Prinsip Perencanaan Kurikulum
Ada delapan prinsip yang harus diperhatikan dalam kegiatan manajemen perencanaan kurikulum, yaitu:
1.    Perencanaan yang dibuat harus memberikan kemudahan dan mampu memicu pemilihan dan pengembangan pengalaman belajar yang potensial sesuai dengan hasil (tujuan) yang diharapkan sekolah.
2.    Perencanaan hendaknya dikembangkan oleh guru sebagai pihak yang langsung bekerja sama dengan siswa.
3.    Perencanaan harus memungkinkan para guru menggunakan prinsip-prinsip belajar dalam memilih dan memajukan kegiatan-kegiatan belajar di sekolah.
4.    Perencanaan harus memungkinkan para guru menyesuaikan pengalaman-pengalaman dengan kebutuhan-kebutuhan pengembangan, kesanggupan, dan taraf kematangan siswa (level of pupils).
5.    Perencanaan harus menggiatkan para guru untuk mempertimbangkan pengalaman belajar sehingga anak-anak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan di dalam dan di luar sekolah.
6.    Perencanaan harus merupakan penyelenggaraan suatu pengalaman belajar yang kontinu sehingga kegiatan-kegiatan belajar siswa dari sejak awal sungguh mampu memberikan pengalaman.
7.    Kurikulum harus direncanakan sedemikian rupa sehingga mampu membantu pembentukan karakter, kepribadian, dan perlengkapan pengetahuan dasar siswa yang bernilai demokratis dan yang sesuai dengan karakter kebudayaan bangsa Indonesia.
8.    Perencanaan harus realistis, feasible (dapat dikerjakan), dan acceptable (dapat diterima dengan baik).
Sifat Perencanaan Kurikulum
Suatu perencanaan kurikulum hendaknya memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.        Bersifat strategis
       Karena merupakan instrumen yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
2.        Bersifat komprehensif
Bersifat konprenhensif yang mencakup keeluruhan aspek-aspek kehidupan dan penghiduan masyarakat
3.        Bersifat integrative
Yang menintregasikan rencana yang luas, mencakup pengembangan dimensi kualitas dan kuantitas
4.        Bersifat realistic
Berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik dan masyarakat
5.        Bersifat humanistic
Menitik beratkan pada pengembangan sumberdaya manusia, baik kuantitatif maupun kualitatif
6.        Bersifat Futuralistik
       Mengacu jauh kedepan dalam merencanakan masyarakat yang maju
7.        Bagian Integral yang mendukung manajemen pendidikan secara sistemik
8.        Mengacu pada Pengembangan Kompetensi
9.        Berdiversifikasi sesuai peserta didik
10.    Bersifat Desentralistik
B. AZAZ-AZAS PERENCANAAN KURIKULUM
Perencanaan kurikulum disusun berdasarkan azas-azas sebagai berikut:
1.        Objektivitas
       Perencanaan kurikulum memiliki tujuan yang jelas dan spesifik berdasarkan tujuan pendidikan nasional, data input yang nyata sesuai dengan kebutuhan.
2.        Keterpaduan
       Perencanaan kurikulum memadukan jenis dan sumber dari semua disiplin ilmu, keterpaduan sekolah dan masyarakat, keterpaduan internal, serta keterpaduan dalam proses penyampaian.
3.        Manfaat
       Perencanaan kurikulum menyediakan dan menyajikan pengetahuan dan keterampilan sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan dan tindakan, serta bermanfaat sebagai acuan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan.
4.        Efisiensi dan Efektivitas
       Perencanaan kurikulum disusun berdasarkan prinsip efisiensi dana, tenaga, dan waktu dalam mencapai tujuan dan hasil pendidikan.
5.        Kesesuaian
       Perencanaan kurikulum disesuaikan dengan sasaran peserta didik, kemampuan tenaga kependidikan, kemajuan IPTEK, dan perubahan/perkembangan masyarakat.
6.        Keseimbangan
       Perencanaan kurikulum memperhatikan keseimbangan antara jenis bidang studi, sumber yang tersedia, serta antara kemampuan dan program yang akan dilaksanakan.
7.        Kemudahan
       Perencanaan kurikulum memberikan kemudahan bagi para pemakainya yang membutuhkan pedoman berupa bahan kajian dan metode untuk melaksanakan proses pembelajaran.
8.        Berkesinambungan
       Perencanaan kurikulum ditata secara berkesinambungan sejalan dengan tahapan, jenis, dan jenjang satuan pendidikan.
9.        Pembakuan
       Perencanaan kurikulum dibakukan sesuai dengan jenjang dan jenis satuan pendidikan, sejak dari pusat sampai daerah.
10.    Mutu
Perencanaan kurikulum memuat perangkat pembelajaran yang bermutu, sehingga turut meningkatkan mutu proses belajar dan kualitas lulusan secara keseluruhan.
C. PENEGEMBANGAN KURIKULUM DENGAN PENDEKATAN SISTEM
     Pengembangan kurikulum berdasarkan pendekatan sistem meliputi langkah-langkah
1.         Merumuskan masalah (identifikasi kebutuhan)
2.         Analisis masalah untuk ditransformasikan menjadi tujuan-tujuan
3.         Mengembangkan pemecahan masalah (mendesain metode instruksional dan material)
4.         Pelaksanaan dalam bentuk eksperimen atau uji coba
5.         Menilai program

PENUTUP/KESIMPULAN
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan. Tanpa kurikulum, proses pendidikan tidak akan berjalan mulus. Kurikulum diperlukan sebagai salah satu komponen untuk menentukan tercapainya tujuan pendidikan.
Kurikulum selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun proses pengembangan kurikulum adalah kegiatan mengahasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah Perencanaan, pelaksanaan, Penilaian dan penyempurnaan/Pengembangan kurikulum atas dasar penilaian yang dilakukan selama kegiatan pelaksanaan kurikulum, dan hal tersebut bisa dikatakan bahwa terjadinya perubahan-perubahan kurikulum mempunyai tujuan untuk perbaikan.
            Didalam proses manajemen perencanaan pengembangan kurikulum dan pembelajaran, ada hal hal penting yang dapat disimpulkan sebagai berikut :
·      Ada 4 model perencanaan kurikulum yaitu, perencanaan rasional deduktif, Interaksi rasional, the dicipines model, dan non planning model.
·      Dalam manajemen perencanaan pengembangan kurikulum dan pembelajaran harus memperhatikan delapan prinsip
·      Dalam perencanaan pengembangan kurikulum hendaknya memiliki sifat sifat, strategis,komprehensif, integrative, realistic, humanistic, futuralistik, Integral yang mendukung manajemen pendidikan, kompetensi, berdiversifikasi sesuai peserta didik dan desentralistik.
·      Azas azas dalam manajemen perencanaan pengembangan kurikulum, obyektifitas, keterpaduan, manfaat, efesien/efektif, kesesuaian, keseimbangan, kemudahan, berkesinambungan, pembakuan dan bermutu.
·      Dalam pengembangan kurikulum berdasarkan pendekatan system.
DAFTAR PUSTAKA
Oemar Hamalik. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung : Remaja Rosdakarya
————— . 1995. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Mulyasa : Kurikulum yang di Sempurnakani (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2006)
http://www.emeraldinsight.com/:Raihani, (2008) "An Indonesian model of successful school leadership", Journal of Educational Administration, Vol. 46 Iss: 4, pp.481 – 496
http://www.emeraldinsight.com/:Brook Stowe, (2011) “ I can't find anything”: Towards establishing a continuum in curriculum-integrated library instruction", Reference Services Review, Vol. 39 Iss: 1, pp.81 – 97, Publisher:Emerald Group Publishing Limited

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar