STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Senin, 07 November 2011

TAKHRIJ HADITS

1. MATAN HADITS
سنن احمد

2870حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَاتَتْ شَاةٌ لِسَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَاتَتْ فُلَانَةُ يَعْنِي الشَّاةَ فَقَالَ فَلَوْلَا أَخَذْتُمْ مَسْكَهَا فَقَالَتْ نَأْخُذُ مَسْكَ شَاةٍ قَدْ مَاتَتْ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ( قُلْ لَا أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ ) فَإِنَّكُمْ لَا تَطْعَمُونَهُ إِنْ تَدْبُغُوهُ فَتَنْتَفِعُوا بِهِ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهَا فَسَلَخَتْ مَسْكَهَا فَدَبَغَتْهُ فَأَخَذَتْ مِنْهُ قِرْبَةً حَتَّى تَخَرَّقَتْ عِنْدَهَا حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ سَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ فَذَكَرَهُ

2894حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَاةٍ مَيْتَةٍ فَقَالَ أَلَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِجِلْدِهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا مَيْتَةٌ قَالَ إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا

3029حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَعْلَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ فَقَدْ طَهُرَ

3273حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَاةٍ لِمَيْمُونَةَ مَيْتَةٍ فَقَالَ أَلَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِإِهَابِهَا قَالُوا وَكَيْفَ وَهِيَ مَيْتَةٌ فَقَالَ إِنَّمَا حُرِّمَ لَحْمُهَا قَالَ مَعْمَرٌ وَكَانَ الزُّهْرِيُّ يُنْكِرُ الدِّبَاغَ وَيَقُولُ يُسْتَمْتَعُ بِهَا عَلَى كُلِّ حَالٍ

3282حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءً قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ ابْنُ بَكْرٍ ثُمَّ سَمِعْتُهُ بَعْدُ يَعْنِي عَطَاءً قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ كَانَتْ شَاةٌ أَوْ دَاجِنَةٌ لِإِحْدَى نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَاتَتْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلَّا اسْتَمْتَعْتُمْ بِإِهَابِهَا أَوْ مَسْكِهَا



2. SANAD HADITS SUNAN AHMAD
3. BIOGRAFI PARA PERAWI
1) ‘Afan
Nama : Afan bin Muslim bin Abdullah
Kunyah : Abu Utsman
Lahir/Wafat : Baghdad/Baghdad (219)
Guru-gurunya : - Ibrahim bin Abdul Malik
- Tsabit bin Yazid
- Aban bin Yazid
Murid-muridnya : - Mohammad bin Abdillah bin Namim
Pendapat Ulama : - Yahya bin Mu’in : Tsiqoh
- Ya’qub bin Syaibah : Tsiqoh Tsabit
- Ibnu Kharasy : Tsiqoh
2) Abu Awanah
Nama : Widloh bin Abdullah Maula Yazid bin Atho’
Kunyah : Abu Awanah
Lahir/Wafat : Bashrah/Bashrah (176 H)
Guru-gurunya : - Aswad bin Qais
- Bakin bin Akhnas
- Khalid bin al-Qamah
Murid-muridnya : - Ibrahim bin Mahdi
- Husain bin Musa
- Ishaq bin Isa bin Najih
Pendapat Ulama : - Al-a’jaly : Tsiqoh
- Moh bin Sa’ad: Tsiqoh Shoduq
- Ya’qub bin Syibah : ثبت صالح الحفظ صحيح الكتاب
3) Simak
Nama : Simak bin Harb bin Aus
Kunyah : Abul Mughiroh
Lahir/Wafat : 123 H
Guru-gurunya : - Abu Rabi’
- Tamim bin Tarfah
- Ja’far bin Abi Tsaur Ikriman
Murid-muridnya : - Idris bin Yazid bin Abdurrahman
- Asbath bin Nasr
- Ayub bin Jabir bin Sayar
Pendapat Ulama : Yahya bin Mu’in dan Abu Hakim berpendapat
bahwa hadits tersebut tsiqoh dan terpercaya. Sedangkan Abdillah bin Mubarok berpendapat bahwa hadits tersebut dha’if

4) Ikrimah
Nama : Ikrimah Maula Ibnu Abbas
Kunyah : Abu Abdullah
Lahir/Wafat : Madinah/104 H
Guru-gurunya : - Husain bin Ali bin abi Thalib
- Said bin Malik bin Sunan bin Abid
- Syarahbil bin Sa’ad
Murid-muridnya : - Abbad bin Shalih bin Amin bin Abid
- Arban bin Sam’ah
- Abu Yazid
Pendapat Ulama : - Ahmad bin Hambal : يحتاج به
- Yahya bin Mu’in : Tsiqoh
- Nasa’I : Tsiqoh
5) Abdurrahman
Nama : Abdurrahman bin Mahdi bin Hisan bin Abdurrahman
Kunyah : Abu Said
Lahir/Wafat : Bashrah/Bashrah (198 H)
Guru-gurunya : - Aswad bin Syiban
- Tsabit bin Qays
- Jabir bin Yazid bin Rifa’ah
Murid-muridnya : - Zuhair bin Harb bin Syadad
- Ubaidillah bin Ja’far bin Najih
- Ali bin Abdullah bin Ja’far bin Najih
Pendapat Ulama : - Ahmad bin Hambal : حافظ
- Muh bin Sa’ad : Tsiqoh
- Abu Hakim al-Razi : Imam Tsiqoh
6) Sufyan
Nama : Sufyan bin Sa’ad bin Masruq
Kunyah : Abu Abdillah
Lahir/Wafat : Kufah/Bahsrah (161 H)
Guru-gurunya : - Usamah bin Zaid
- Aslim
- Ismail bin Abi Khalid
Murid-muridnya : - Ismail bin Amr
- Aswad Amr
- Basyar bin Siny bin Harits bin Amir
Pendapat Ulama : Malik bin Anas dan Yahya bin Mu’in berpendapat
Hadits ini Tsiqoh, sedangkan Syu’bah bin Hujaj berpendapat :
امير المؤمنين فى الحديث
7) Zaid bin Aslam
Nama : Zaid bin Aslam
Kunyah : Abu Usamah
Lahir/Wafat : Madinah/Madinah (136 H)
Guru-gurunya : - Dzakwan
- Zaid bin Khalid
- Abdurrahman bin Atho’ bin Shofwan
Murid-muridnya : - Usamah bin Zaid bin Aslam
- Ayub bin Abi Tamimah Kisan
- Jarir bin Hazim bin Zaid
Pendapat Ulama : - Ahmad bin Hambal : Tsiqoh
- Muhammad bin Said : Tsiqoh
- Abu Zar’ah al-Rozy : Tsiqoh
8) Abdurrahman bin Wa’lah
Nama : Abdurrahman bin Wa’lah
Kunyah : Maru
Lahir/Wafat : --
Guru-gurunya : - Abdullah bin Abbas bin Abdul Mutholib bin Hasyim
Murid-muridnya : - Zaid bin Aslam
- Yahya bin Said bin
- Qa’qa bin Hakim
Pendapat Ulama : Yahya bin Mu’in, al-Ajaly dan an-Nasa’I
berpendapat bahwa hadits ini Tsiqoh
9) Muhammad bin Mush’ab
Nama : Muhammad bin Mus’ab bin Shadaqat
Kunyah : Abu Abdillah
Lahir/Wafat : Baghdad/208 H
Guru-gurunya : - Bakir bin Abdullah bin Abi Maryam
- Salam bin Miskin bin Rabi’ah
- Abdurrahman bin Umar bin Abi Umar
Murid-muridnya : - salah satu gurunya Imam Ahmad
Pendapat Ulama : - Ahmad bin Hambal : لابأس به
- Ibnu Qani : Tsiqoh
- Shalih Jazrah : Dloif
10) Al-Auza’I
Nama : Abdurrahman bin Amru bin Abi Amru
Kunyah : Abu Amru
Lahir/Wafat : Syam/Baitul Maqdis (157 H)
Guru-gurunya : - Usamah bin Zaid
- Ismail bin Ubaidillah bin Abi Muhajir
- Sabi’ah binti Harits
Murid-muridnya : - Isa bin Yunus bin Abi Ishaq
- Muhammad bin Qasim
Pendapat Ulama : - Sufyan bin Uyainah : امام أهل زمانه
- Isa bin Yunus : حافظ
- Yahya bin Mu’in : ثقة

11) Az-Zuhry
Nama : Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah
Kunyah : Abu Bakar
Lahir/Wafat : Madinah/124 H
Guru-gurunya : - Ibrahim bin Abdullah bin Hunain
- Ibnu Abi Khazamah
- Abul Ahus
Murid-muridnya : - Ibrahim Amin bin Mas’ud
- Usamah bin Zaid
- Usamah bin Zaid bin Aslam
Pendapat Ulama : - Amna bin Umar : ما رأيت أنص للحديث من الزهرى
- Allaits bin Sa’ad : ما رأيت عالما أجمع من ابن شهاب
- Ayub Syakhtiani : ما رأيت احدا اعلم منه
12) Abdullah
Nama : Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud
Kunyah : Abu Abdullah
Lahir/Wafat : Madinah / 98 H
Guru-gurunya : - Salim bin Abi Amyah
- Abu Bakar bin Abdullah Abi Jahm
- Shalih bin Kisan
Murid-muridnya : - Zaid bin Khalid
- Zaenab binti Mu’awiyah
- Sabi’ah binti Harits
Pendapat Ulama : - Al-Ajaly dan Ibnu Hibban : Tsiqoh
- Abu Zar’ah al-Rozy : ثقة مأمون
12) Abdul Razaq
Nama : Abdurrazaq bin Hamam bin Nafi’
Kunyah : Abu bakar
Lahir/Wafat : Yaman/Yaman (211 H)
Guru-gurunya : - Ibrahim bin Amr bin Kisan
- Ibrahim bin Maimun
- Ibrahim bin Yazid
Murid-muridnya : - Ahmad bin Shalih
- Ibrahim bin Musa bin Yazid bin Zadan
- Ahmad bin Yazid
Pendapat Ulama : - Abu Daud Sajastany : Tsiqoh
- Ya’qub bin Syiban : Tsiqoh Tsabit
- Ibnu Habban : Tsiqoh Tsabit
13) Ma’mar
Nama : Ma’mar bin Rasyid
Kunyah : Abu Urwah
Lahir/Wafat :Yaman/154 H
Guru-gurunya : - Abu Utsman
- Usman
- Ishaq bin Rasyid
Murid-muridnya : - Aban bin Yazid
- Ismail bin Ibrahim bin Muqsin
- Daud bin Abdurrahman
Pendapat Ulama : - Yahya bin Mu’in dan al-Ajaly : Tsiqoh
- Nasa’I : Tsiqoh Ma’mun

14) Ibnu Juraikh
Nama : Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraikh
Kunyah : Abul Walid
Lahir/Wafat : Maru Rudz / 150 H
Guru-gurunya : - Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya
- Ibrahim bin Maisaroh
- Ismail bin Ibrahim bin Muqsin
Murid-muridnya : - Ismail bin Ibrahim
- Ismail bin Ziyad
- Basyar bin Masyur
Pendapat Ulama : - Yahya bin Said al-Qathan : صدوق
- Ahmad bin Hambal : أثبت الناس فى عطاء
- Yahya bin Mu’in : Tsiqoh
15) Atho’
Nama : Atho’ bin Abi Ribah Aslam
Kunyah : Abu Muhammad
Lahir/Wafat : Maru Rudz /114 H
Guru-gurunya : - Ummu Karzin
- Iyas bin Khlifah
- Dzakwan
Murid-muridnya : - Ibrahim bin Maimun
- Usamah bin Zaid
- Ismail bin Ibrahim bin Abdullah
Pendapat Ulama : Yahya bin Mu’in, Muhammad bin Sa’ad Abu
Zar’ah al-Razy berpendapat : Tsiqoh
16) Ibnu Abbas
Nama : Abdullah bin Abbas bin Abdul Mutholib bin Hasyim
Kunyah : Abu Abbas
Lahir/Wafat : Maru’ Rudz / Thoif (68 H)
Guru-gurunya : - Abi bin Ka’ab bin Qais
- Sulaiman bin Islam
- Abdurrahman bin Shohor
Murid-muridnya : - Ibrahim bin Abdillah bin Mu’bat
- Ibnu Hadin
- Abu Husain
Pendapat Ulama : من الصحابة ورتبتهم أسمى مرتب العداله والتوثيق



ANALISIS GLOBAL
• Ditinjau dri segi kuantitas
Adapun hadits di atas ditinjau dari kuantitasnya termasuk hadits mutawatir, yaitu jumlah perawinya lebih dari 40 orang dan juga telah memenuhi syarat-syarat hadits mutawatir. Hadits mutawatir dibagi menjadi 2 (dua), yaitu : Lafdzi dan Ma’nawi. Sedangkan hadits di atas termasuk mutawatir ma’nawi, yaitu: hadits yang dinukilkan dalam berbagai bentuk tetapi dalam satu masalah atau mempunyai titik persamaan.
• Ditinjau dari segi kualitas
Adapun ditinjau dari segi kualitasnya hadits tersebut termasuk hadits shahih. Karena telah memenuhi kriteria-kriteria yang terdapat dalam hadits sahih dan dapat dijadikan hujjah. Berdasarkan tingkatan sanadnya hadits di atas termasuk ashlah al-asanid, yakni rangkaian sanad yang paling tinggi derajatnya diantaranya adalah Abdullah Ibnu Abbas dan Muhammad bin Syihab Az-Zuhry, dan mengenai matanya tidak bertentangan dengan ayat Al-Qur’an.
• Hadits diatas menjelaskan tentang kulit bangkai yang bisa diambil manfaatnya. Pengharaman bangkai yakni pengharaman untuk memakannya. Adapun pemanfaatan kulit, tanduk, tulang atau rambutnya tidak apa-apa, bahkan itu dianjurkan. Rasulullah Saw telah menjelaskan tentang bagaimana cara menyucikan kulit bangkai yakni dengan disamak. Dalam salah satu hadits Rasul Saw bersabda : أيّما إهابٍ ميتة دُبغَ فقَد طَهُرَا “kulit yang disamak telah menjadi suci”.
Penyamakan adalah membuat kulit menjadi suci, sma dengan penyembelihan (binatang yang mendapat kecelakaan dan hampir mati), membuatnya menjadi halal untuk dimakan. Dalam riwayat lain menjelaskan “penyamakannya menghilangkan kotorannya”.
Dari Saudah berkata “kambing milik kami mati. Lalu kami samak kulitnya dan kami jadikan wadah kurma (maksudnya mereka meletakkan kurma di dalamnya supaya airnya manis) hingga ia menjadi qirsah (wadah air).
Keseluruhan hadits di atas bersifat umum, yakni seluruh kulit, baik kulit anjing maupun babi. Demikian itu dikatakan oleh Ahlu Zhahir, diceritakan pula dari Abu Yusuf, pemilik madzhab Abu Hanifah dan dimenangkan hujjahnya oleh Syaukani.

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Hadits yang ditakhrij ada dalam Sunan Imam Ahmad
2. Kandungan hadits di atas adalah tentang bangkai binatang yang halal kulitnya (di samak) dan haram memakannya.
3. sanad hadits muttasil, mutawwatir. Semua perawinya memenuhi syarat periwayatan sehingga hadits yang diriwayatkan bisa diterima.
4. Nilai matan hadits di kategori sebagai hadits shahih
Selanjutnya penulis menyadari bahwa makalah singkat ini jauh dari kesempurnaan, tentu banyak kekurangan dan kelemahan, karena itu saran positif adalah sesuatu yang sangat kami harapkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar