STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Senin, 12 Maret 2012

FILSAFAT PENDIDIKAN

Filsafat PEndidikan Merupakan terapan dari filsafat umum, maka selama membahas filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat. Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai. Masih Bingung apa Itu Filsafat Pendidikan? Baca TErus Ulasan menarik dibawah ini.
Dalam filsafat Pendidikan Seperti juga dalam filsafat umum terdapat berbagai mazhab/aliran-aliran. Karena Filsafat Pendidikan merupakan jiplakan tidak langsung dari filsafat itu sendiri. Sebenarnya tidak ada beda antara filsafat pendidikan dengan filsafat itu sendiri. hanya ketika filsafat di tarik kedalam wilayah pendidikan, maka filsafat menjadi filsafat pendidikan. Demikian pula jika filsafat di tarik ke ruang yang membahas tentang pacul, maka filsafat akan berubah nama menjadi filsafat perpaculan.
Jika Dalam Filsafat ada aliran materialisme, idealisme, realisme, pragmatisme, Post-modernisme sampai post-kolonial maka dalam filsafat pendidikan pun tuturut munding (latah) menjadi ada dengan otomatis aliran yang serupa. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan / jiplakan dari filsafat, sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran, sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri.
Seorang tokoh filsafat pendidikan (yang ita tidak tahu siapa dan apa maunya)Brubacher (1950) pernah ngomong bahwa filsafat pendidikan memiliki dua kelompok besar (kita tak akan berani membantah hal ini, apalagi dosen kita), silahkan di cek siapa saja kelompok yang pernah di omongkan sama beliaunya

  • Filsafat pendidikan “progresif” : Filsafat progressif ini Didukung oleh filsafat pendidikan pragmatisme lamunan John Dewey, dan filsafat pendidikan romantik naturalisme hasil hayalan JJ Roousseau.
  • Filsafat pendidikan “ Konservatif”. Filsafat konserfatif ini Nyontek dari filsafat idealisme, realisme humanisme (humanisme rasional), dan supernaturalisme atau realisme religius.
Beberapa pandangan tentang konsep pendidikan:
(1) Pendidikan sebagai manifestasi (education as manifestation).
Dengan analogi pertumbuhan bunga atau benih, dikatakan bahwa pendidikan adalah suatu proses untuk menjadikan manifes (tampak aktual) apa-apa yang bersifat laten (tersembunyi) pada diri setiap anak.
(2) Pendidikan sebagai akuisisi (education as acquisition)
Dengan analogi spon, pendidikan digambarkan sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam memperoleh (menyerap) informasi dari lingkungannya.
(3) Pendidikan sebagai transaksi (education as transaction)
Dengan analogi orang Eskimo di Baffin Bay yang “berinteraksi” (work together) dengan bebatuan yang ada di lingkungannya untuk membuat rumah batu (stone sculpture) yang secara organic sesuai dengan materialnya dan selaras dengan kemampuan pembuatnya. Pendidikan adalah proses memberi dan menerima (give and take) antara manusia dengan lingkungannya. Di sana seseorang mengembangkan atau menciptakan kemampuan yang diperlukan untuk memodifikasi atau meningkatkan kondisinya dan juga lingkungannya. Sebagaimana pula di sana dibentuk perilaku dan sikap-sikap yang akan membimbing pada upaya rekonstruksi manusia dan lingkungannya.
Nah, Dari Dua grup Filsafat tersebut melahirkan filsafat pendidikan esensialisme, perenialisme,dan sebagainya. Apa Saja nama grup grup dari filsafat pendidikan? (aliran-aliran dalam filsafat pendidikan), Grupnya siapa saja yang telah berhasil nyontek (Mengadopsi)  teori filsafat? :
  • Filsafat Pendidikan Idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh, bukan materi, bukan fisik. Pengetahuan yang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. Aliran ini memandang nilai adalah tetap dan tidak berubah, seperti apa yang dikatakan baik, benar, cantik, buruk secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah: Plato, Elea dan Hegel, Emanuael Kant, David Hume, Al Ghazali.
Sebelum Islam Datang, Dunia ini gelap dan jauh dari pendidikan. kemana orang orang islam dalam buku buku sekolah? kenapa jarang sekali di sebut?
  • Filsafat Pendidikan Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. Realisme berpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia, yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Beberapa tokoh yang beraliran realisme: Aristoteles, Johan Amos Comenius, Wiliam Mc Gucken, Francis Bacon, John Locke, Galileo, David Hume, John Stuart Mill.
agama Islam merupakan fondasi utama keharusan berlangsungnya pendidikan.
  • Filsafat Pendidikan Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi, bukan rohani, spiritual atau supernatural. Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos, Ludwig FeurbachFilsafat Pendidikan Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris, yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce, wiliam James, John Dewey, Heracleitos.
sifat orang mukmin ialah saling menasihati untuk mengamalkan ajaran Allah
  • Filsafat Pendidikan Eksistensialisme memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Secara umum, eksistensialisme menekankn pilihan kreatif, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Jean Paul Satre, Soren Kierkegaard, Martin Buber, Martin Heidegger, Karl Jasper, Gabril Marcel, Paul Tillich
Nabi Muhammad SAW, telah mencanangkan program pendidikan seumur hidup ( long life education )
  • Filsafat Pendidikan Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, william O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, Frederick C. Neff
Pitagoras (481-411 SM), yang dikenal sebagai orang yang pertama yang menggunakan kata Filsafat, ia percaya reinkarnasi.
  • Filsafat Pendidikan esensialisme Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan Isac L. Kandell.
Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran
  • Filsafat Pendidikan Perenialisme Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler.
filsafat berarti cinta cinta terhadap ilmu atau hikmah. Terhadap pengertian seperti ini al-Syaibani mengatakan bahwa filsafat bukanlah hikmah itu sendiri, melainkan cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya
  • Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar