STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Senin, 12 Maret 2012

Pandangan Umum Progressivisme Tentang Teori Pendidikan.

Tabel 2.3 Pandangan Umum Progressivisme Tentang Teori Pendidikan.

] No
KOMPONEN

Keterangan

(1)
(2)
(3)
1
Hakekat Pendidikan
§ Menghendaki pendidikan yang pada hakekatnya progresif., tujuan pendidikan hendaknya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang terus menerus, agar peserta didik dapat berbuat sesuatu yang inteligen dan mampu mengadakan penyesuaian dan penyesuaian kembali sesuai dengan tuntutan dari lingkungan
2
Tujuan Pendidikan
§ Siswa memiliki ketrampilan, alat dan pengalaman social (interaksi dengan lingkungan)
§ Siswa memiliki kemampuan problem solving (personal maupun social).
§ Tujuan pendidikan keseluruhan adalah melatih anak agar kelak dapat bekerja, bekerja secara sistematis, mencintai kerja, dan bekerja dengan otak dan hati. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan harusnya merupakan pengembangan sepenuhnya bakat dan minat setiap anak
3
Kurikulum
§ Kurikulum dibangun dari pengalaman personal dan social siswa
§ Ilmu social sebagai bidang inti untuk problem solving
§ Ketrampilan komunikasi, proses matematika, scientific inquiry secara interdisipliner sebagai alat problem solving
§ Buku sebagai alat proses belajar, bukan sumber pengetahuan pokok
§ Kurikulum pendidikan Progresif adalah kurikulum yang berisi pengalaman-pengalaman atau kegiatan-kegiatan belajar yang diminati oleh setiap siswa (experience curriculum)
§ Sebagai contoh kurikulum pendidikan progresif dari Lester Dix adalah berisi : studi tentang dirinya sendiri, studi tentang lingkungan social, studi tentang lingkungan alam dan studi tentang seni.
4
Metode
§ Metode belajar aktif. Metode pendidikan Progresif lebih berupaya penyediaan lingkungan dan fasilitas yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar secara bebas pada setiap anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya.
§ Metode Memonitor Kegiatan Belajar. Mengikuti proses kegiatan-kegiatan anak belajar sendiri, sambil memberikan bantuan-bantuan tertentu apabila diperlukan yang sifatnya memperlancar proses berlangsungnya kegiatan-kegiatan belajar tersebut.
§ Metode Penelitian Ilmiah. Pendidikan Progresif merintis digunakannya metode penelitian ilmiah yang tertuju pada penyusunan konsep, sedangkan metode pemecahan masalah lebih tertuju pada pemecahan masalah-masalah kritis.
§ Pemerintahan Pelajar. Pendidikan Progresif memperkenalkan pemerintahan pelajar dalam kehidupan sekolah (student government) dalam rangka demokratisasi dalam kehidupan sekolah, sehingga pelajar diberikan kesempatan untuk turut serta dalam penyelenggaraan kehidupan di sekolah.
5
Pelajar
§ Pendidikan berpusat pada anak. Anak merupakan pusat dari keseluruhan kegiatan-kegiatan pendidikan. sebab mengajar yang bermutu berarti aktivitas siswa, pengembangan kepribadian siswa, studi ilmiah tentang pendidikan dan latihan guru sebagai seniman pendidikan..
§ Anak adalah unik. Pendidikan progresif sangat memuliakan harkat dan martabat anak dalam pendidikan. Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil. Anak adalah anak, yang sangat berbeda dengan orang dewasa. Setiap anak mempunyai individualitas sendiri; anak mempunyai alur pemikiran sendiri, mempunyai keinginan sendiri, mempunyai harapan-harapan dan kecemasan-kecemasan sendiri, yang berbeda dengan orang dewasa. Dengan demikian anak harus diperlakukan berbeda dari orang dewasa.
6
Pengajar
§ Pembimbing dalam proyek dan aktivitas problem solving.
§ Guru dalam melakukan tugasnya dalam praktek pendidikan berpusat pada anak mempunyai peranan-peranan sebagai (a) Fasilitator, atau orang yang menyediakan dirinya untuk memberikan jalan bagi kelancaran proses belajar sendiri siswa; (b) Motivator, atau orang yang mampu membangkitkan minat siswa untuk terus giat belajar sendiri menggunakan semua alat dirinya; (c) Konselor, atau orang yang dapat membantu siswa menemukan dan mengatasi sendiri masalah-masalah yang dihadapi setiap siswa dalam kegiatannya belajar sendiri.; (d) Guru perlu mempunyai pemahaman yang baik tentang karakteristik siswa, dan teknik-teknik memimpin perkembangan siswa, serta kecintaan kepada anak, agar dapat melaksanakan peranan-peranan dengan baik. Untuk itu guru harus sabar, fleksibel, interdisipliner, cerdas dan kreatif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar