STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Senin, 17 Februari 2014

MEDIA PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua lini kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan sulit sekali dipecahkan kecuali ada upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tentunya perubahan tersebut juga membawa manusia ke ajang persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan serta tidak tereliminasi dari persaingan global, maka diperlukan pengembangan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusianya. Oleh karena itu, peningkatan sumberdaya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terarah, intensif, efektif dan efisien.
Berkenaan dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, pendidikan masih memegang peranan penting. Dengan kata lain, peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses pengembangan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri.
Berbicara tentang pendidikan, pastinya tidak akan lepas keterkaitan antara pendidik/guru dengan peserta didik/siswa. Hubungan antara guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan tercapai tujuan yang diinginkan dibutuhkan sebuah upaya atau metode yang tepat.  Pastinya hal tersebut diperlukan kreatifitas guru untuk menciptakan suasana belajar yang baik dan menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa mempunyai minat dan motivasi dalam belajar. Salah satu cara yang bisa dipakai adalah dengan penggunaan media pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1.      Pengertian Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar, yakni perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Sementara pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik.
Beberapa pendapat para ahli tentang definisi media pembelajaran:
Schramm mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sedang menurut Briggs media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sementara Dinje Borman Rumumpuk menjabarkan media pengajaran adalah alat, baik software maupun hardware yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan bertujuan meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. Hal yang sama juga dituturkan oleh Syaifulbahri Djamarah dan Aswan zain yang mengemukakan media sebagai wahana/alat penyalur informasi atau pesan. Sementara pembelajaran adalah sebuah proses transferring knowledge.
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Dalam proses belajar mengajar, media mempunyai arti yang cukup penting. Ketidakjelasan suatu bahan atau materi pembelajaran dapat terbantu dengan adanya media yang berperan sebagai perantara atau pemberi pesan informasi. Setidaknya, penyampaian bahan dan materi yang sulit bagi siswa dapat disederhanakan dan diperjelas dengan bantuan media.
Namun yang juga perlu diperhatikan adalah kesesuaian penggunaan media terhadap materi yang disampaikan. Karena apabila penggunaan media tidak sesuai dengan materi yang akan disampaikan pada siswa dan tujuan yang akan dicapai maka media bukan lagi sebagai alat bantu dalam pembelajaran, tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan.

2.2.      Fungsi dan Peranan Media Pembelajaran
Kehadiran media pembelajaran ditengah-tengah proses belajar mengajar memiliki peran yang sangat vital. Pendidikan selama ini sering diartikan sebagai proses pembelajaran yang diberikan guru kepada murid. Pandangan ini meletakkan guru dalam posisi yang sangat dominan. Murid cenderung menjadi objek, dan guru mengambil alih hampir semua peran pembelajaran.
Namun dengan adanya media pembelajaran, posisi guru atau pendidik adalah sebagai pengarah atau pemandu terhadap materi yang disajikan. Hadirnya media diharap menjadi sarana interaksional antara pendidik dengan peserta didik.
Akan tetapi dalam penggunaan media, pendidik juga dituntut untuk mengetahui karakteristik peserta didiknya. Pemilihan media yang sesuai dengan karakteristik siswa/peserta didik akan lebih membantu keberhasilan pengajar dalam pembelajaran.
Peranan media akan terlihat jika pendidik pandai menggunakannya. Ketika fungsi-fungsi media pembelajaran diaplikasikan ke dalam proses belajar mengajar maka akan terlihat peranannya sebagai berikut:
a)      Media yang digunakan pendidik sebagai penjelas dari materi yang disajikan.
b)      Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para peserta didik.
c)      Media sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.
Secara umum media pengajaran berfungsi sebagai:
1.    Alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif
2.    Bagian integral dari keseluruhan situasi mengajar
3.    Peletakan dasar yang konkret dari konsep yang abstrak yang hasil akhirnya mengurangi pemahaman yang bersifat verbalis
4.    Membangkitkan motivasi belajar peserta didik
5.    Mempertinggi mutu belajar mengajar

Sementara Derek Rowntrie membagi fungsi media menjadi enam bagian, yaitu:
1.    Engange the students ( mambangkitkan motivasi belajar )
2.    Recall ealier leaning ( mengulang yang telah dipelajari )
3.    Provide new leaning stimuli ( menyediakan stimulus belajar )
4.    Active the student’s response ( mengaktifkan respon peserta didik )
5.    Give speedy feedback ( memberikan umpan balik dengan cepat )
6.    Encourage appropriate practice ( menggalakkan latihan yang serasi )
Secara terperinci diantara kegunaan media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.  Sebagai sarana untuk menyaksikan benda atau peristiwa pada masa lampau. Dengan adanya perantara gambar, potret, video atau media sejenis, peserta didik dapat melihat gambaran yang nyata tentang benda atau peristiwa sejarah.
2.  Sebagai sarana pengamatan benda-benda yang sukar dikunjungi, baik karena faktor jarak, keamanan, ataupun yang lain. Misalnya, tentang kehidupan binatang buas di hutan belantara.
3.  Sebagai alat untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai benda atau hal-hal yang sukar diamati karena ukuran yang tidak memungkinkan, baik besar atau kecilnya benda tersebut. Seperti halnya penjelasan mengenai amuba, bakteri, susunan tata surya, dan lain sebagainya.
4.  Sebagai alat untuk menerangkan peristiwa atau proses yang bergerak lambat dan membutuhkan waktu yang panjang. Seperti tentang proses perkembangan katak dari telur hingga menjadi katak dewasa yang membutuhkan waktu panjang hanya dapat diamati dalam beberapa menit dengan bantuan video atau media sejenisnya.
5.  Sebagai sarana untuk menjangkau audien/peserta didik yang besar jumlahnya dan mengamati objek secara serempak. Dengan penggunaan siaran radio atau televisi, peserta didik dalam jumlah besar bisa mengikuti materi yang disajikan dalam waktu yang sama.
Selain sedikit gambaran diatas, masih banyak kegunaan media dalam proses pembelajaran yang belum disebutkan. Namun setidaknya kita sudah mengetahui peran dan fungsi media dalam proses pembelajaran.

2.3.      Macam-macam Media
Media dapat diklasifikasikan dalam beberapa hal tergantung dari jenisnya, daya liputnya, dan bahan pembuatannya.
A.   Dilihat dari jenisnya, media terbagi menjadi:
1.    Media Auditif
Adalah media yang hanya mengandalkan suara saja seperi radio, kaset rekorder, piringan hitam. Tentunya media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan pendengaran
2.    Media Visual
Adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media ini menampilkan gambar diam seperti rangkai film, slides, foto, gambar, lukisan, dan cetakan. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.
3.    Media Audio Visual
Adalah media yang menggabungkan antara unsur suara dan unsur gambar. Tentunya jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik dengan menggabungkan audio dan visual.
Media audio visual terbagi dua macam, yaitu :
a)    Audio visual murni yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti video kaset.
b)    Audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya berasal dari slides proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder.
B.   Dilihat dari daya liputnya, media terbagi menjadi:
1.    Media dengan daya liput luas dan serentak.
Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. seperti radio dan televisi serta internet
2.    Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat.
Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slides film rangkai, yang harus menggunakan tempat tertutup dan gelap.

3.    Media untuk pembelajaran invidual
Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri. Yang termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
C.   Dilihat dari bahan pembuatannya, media terbagi menjadi:
1.  Media sederhana
Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatan  dan penggunaannya tidak sulit.
2.    Media kompleks
Media ini adalah media yang bahan dasarnya kompleks sulit didapat serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaanya memerlukan keterampilan yang memadai.

2.4.      Prinsip Pemilihan Media
Adapun hal–hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan media sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, yaitu;
a.  Adanya maksud dan tujuan yang jelas dalam pemilihan media.
Pemilihan media harus mempunyai tujuan yang jelas apakah media itu digunakan untuk pembelajaran, untuk pemberian infomasi atau sekedar sebagai hiburan saja. Apabila pemilihan media tepat sesuai, maka proses pembelajaran yang diinginkan dapat berjalan secara optimal.
b.  Karakteristik media pembelajaran.
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu baik dari keunggulannya, cara membuatnya maupun cara menggunakannya. Mengetahui dan memahami karakteristik media merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki pendidik dalam kaitannya dengan keterampilan dalam memilih media. Dengan mengetahui dan memahami kerakteristik media juga dapat membantu pendidik menggunakan berbagai jenis media pengajaran secara bervariasi, efektif dan efisien.
c.  Alternatif pilihan.
Pendidik dapat menentukan pilihan media mana yang akan digunakan, karena ada beberapa media yang dapat diperbandingkan. Jadi pendidik bebas memilih media pembelajaran yang akan digunakan untuk membantu menyampaikan materi, pesan atau informasi.
Disamping prinsip pemilihan media terpenuhi, penggunaan media juga harus memperhatikan faktor-faktor berikut:
a)    Objektivitas
b)    Program pengajaran
c)    Sasaran program
d)    Situasi dan kondisi
e)    Kualitas teknik
f)     Efektifitas dan efisiensi penggunaan

2.5.      Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak
            Pada prinsipnya media pembelajaran merupakan sarana yang bisa mendukung proses kelancaran KBM. Setidaknya dengan media pembelajaran ini peserta didik mudah menyerap apa yang diberikan oleh pendidik. Begitu pula dalam pengajaran akidah akhlak juga dirasa perlu untuk menggunakan media pembelajaran.
            Selain modul dan guru itu sendiri sebagai media pembelajaran, materi akidah akhlak juga bisa disampaikan dengan media pembelajaran yang bersifat IT. Seperti ketika menjelaskan keimanan kepada Allah kita bisa menampilkan video tentang proses penciptaan/perkembangan manusia saat dalam kandungan.
            Meski demikian, dalam prose pembelajaran tersebut, hal yang perlu diperhatikan adalah strategi pembelajarannya supaya siswa dengan mudah menyerap segala sesuatu yang diterangkan.
      Dalam kaitannya dengan hal ini, pendekatan inkuiri lebih tepat jika diterapkan pada siswa SMA yang notebene memiliki kemampuan analisi lebih mendalam. Inkuiri, merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Siklus inkuiri meliputi; observasi, tanya jawab, hipoteis, pengumpulan data, analisis data, kemudian disimpulkan. Dengan pendekatan inkuiri maka segala sesuatu yang ada disekeliling KBM bisa menjadi media yang efektif untuk menjelaskan materi ajar.
      Sejalan dengan pendekatan inkuiri, Armai Arief mengategorikan alam sebagai alat pendidikan atau media pembelajaran. Seperti halnya pengamatan tentang perubahan siang dan malam, atau kejadian-kejadian alam lainnya, yang bisa menunjukkan Kemaha-Kuasaan Allah. Ini seirama dengan materi akidah tentang keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya dalam asmaul husna (kelas X/I ). Tentu ini merupakan media pembelajaran yang dapat kita rasakan dan kita lihat dalam keseharian.

BAB III
PENUTUP

3.1.      Penutup / Kesimpulan
Media pembelajaran adalah adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Peranan media ditengah-tengah proses belajar mengajar adalah, penjelas dari materi yang disajikan, sebagai penghadiran permasalahan baru untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para peserta didik, dan juga sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.
Sementara media dikelompokkan tergantung dari jenis, daya liput dan bahan pembuatannya. Ditilik dari jenisnya, media terbagi tiga macam yaitu, auditif, visual, dan audio visual. Dari daya liputnya terdiri atas; media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat, dan media untuk pengajaran individual. Sedang jika ditengok dari bahan pembuatannya, media terbagi atas media sederhana dan media kompleks.
Jadi dengan mengetahui peran, fungsi, dan karekteristik media, diharapkan pendidik mampu menghadirkan pemilihan media yang tepat dihadapan peserta didiknya. Pemilihan media yang tepat akan membuat peserta didik termotivasi. Dengan adanya minat dan motivasi yang tinggi maka prestasi belajarnya pun akan meningkat.








DAFTAR PUSTAKA
Arief, Armai, Busahdiar, Ilmu Pendidikan Islam,  Jakarta : PT. Wahana Kardofa. 2009
Djamarah, Syaiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rhineka Cipta, 2002.
Rukhiyat, Adang, Paradigma Baru Hubungan Guru dengan Murid, Jakarta: Uhamka Press, 2003.
Taufik, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Inti Prima, 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar