STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Jumat, 27 Mei 2011

KARAKTERISTIK MASALAH KEBIJAKAN DAN KEBIJAKSANAAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebijakan maupun kebijaksanaan merupakan suatu hal yang fundamental dalam segala bentuk kegiatan khususnya dalam dunia pendidikan. Mengapa demikian? Ia karena memang yang namanya kebijakan dan kebijaksanaan menjadi tolak ukur atau barometer atas konsekuensi yang akan dicapai. Artinya sejauh mana kualitas dari kebijakan tersebut, sajauh itu pula tingkat keberhasilan yang akan didapatkannya.
Oleh karena itu, penulis sengaja menampilkan tema di atas sebagai bahan kajian dalam rangkat memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Administrasi Pendidikan”

B. Rumusan Masalah
- Konsep kebijakan dan kebijaksanaan
- Pendekatan kebijakan dalam pendidikan
- Model-model kebijakan dalam pendidikan
C. Tujuan
Sedangkan target pencapaian dari pemaparan dalam makalah ini antara lain sebaga berikut :
- mempunyai wawasan yang luas dan benar-benar dalam masalah kebijakan dan kebijaksanaan.
- Mampu menciptakan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dilapangan.
- Mempu merealisasikan kebijakan-kebijakannya dengan tepat dan akurat.
D. Manfaat
Sedangkan manfaat dari pembahasan ini tentunya sangat komplit sekali, namun dari kesemuanya itu dapat di tarik benang merahnya, yaitu : mampu memecahkan berbagai ragam persoalan, baik terjadi dalam sebuah organisasi maupun institnya tertentu, melalui kebijakan-kebijakan serta kebijaksanaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Landasan teori ini, sangat dibutuhkan dalam berbagai pembahasan terhadap suatu permasalahan, karena landasan teori inilah yang dijadikan pijakan sebagai penguat akan pentingnya permasalahan tersebut sehingga membutuhkan pembahasan yang lebih lanjut.
Oleh sebab itulah dalam pembahasan tema makalah ini “karakteristik masalah kebijakan dan kebijaksanaan” penulis menampilkan landasan atau pijakan kenapa tema ini diangkat kepermukaan.
Jawabannya adalah karena dengan pembahasan ini penulis berharap, kita mampu menciptakan berbagai kebijakan yang up to date sehingga kita mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi baik dalam sebuah organisasi, maupun institas tentunya melalui kebijakan-kebijan yang bijaksana.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Konsep kebijakan dan kebijaksanaan
  1. Arti dan Makna kebijakan
Dalam pemahaman yang lebih definitive menurut Hough, kebijakan merupakan istilah yang sulit dipahami dan menuntut penjelasan yang lebih jauh, karena istilah tersebut sering digunakan dalam cara yang berbeda dan untuk menunjukkan fenomena yang beragam.
Kebijakan adalah suatu ketentuan dari pimpinan yang berbeda dengan aturan yang berbeda. Yang dikenakan pada seseorang atau kelompok yang mana orang tersebut tidak dapat dan tidak mungkin memenuhi aturan yang umum tadi. Sedangkan kamus besar bahasa Indonesia mengemukakan bahwa kebijakan adalah kepandaian, kebijaksanaan, rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan menurut Koontz dan O’donnelil bahwa kebijakan adalah pernyataan atau pemahaman umum yang mempedomani pemikiran dalam mengambil keputusan. Sedangkan menurut Anderson kebijakan adalah sebagian dari perencanaan yang mempersiapkan seperangkat keputusan baik yang berhubungan dengan dana, tenaga, maupun waktu untuk mencapai tujuan.
  1. Arti dan makna kebijaksanaan
Menurut Anderson kebijaksanaan adalah serangkaian tindakan mempunyai tujuan tertentu yang musti diikuti dan dilakukan oleh para pelakunya untuk memecahkan suatu masalah. Sedangkan Budiyono menyatakan bahwa kebijaksanaan adalah kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok dan cara-cara untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan kamus besar Indonesia mengemukakan bahwa kebijaksanaan adalah selalu menggunakan akal budinya, tajam pikiran, cermat dan teliti.
B. Pendekatan kebijakan dalam pendidikan
  1. Pendekatan emperik
Pendekatan empiris ditekankan terutama pada penjelasan berbagai sebab akibat dari suatu kebiajakan tertentu dalam pendidikan bersifat factual dan macam informasi dihasilkan bersifat diskriptif dan prediktif. Oleh karena itu analisa kebijakan pendidikan secara empiris diharapkan dapat menghasilkan dan memindahkan informasi-informasi penting mengenai nilai-nilai, fakta-fakta dan tindakan-tindakan pendidikan.
Dengan demikian informasi kebijakan dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pendekatan empiris akan menghasilkan informasi penyelenggaraan pembelajaran yang aktual, yang dibutuhkan di lapangan pada akhirnya dapat mengarah ke pernyataan kebijakan yang biasa saja sama sekali berbeda dengan kondisi objektif di lapangan.
  1. Pendekatan evaluatif
Evaluatif menurut Imron adalah suatu aktivitas yang bermaksud mengetahui seberapa jauh suatu kegiatan itu berhasil sesuai harapan atau tidak. Sedangkan evaluasi menurut Jonis adalah suatu kegiatan yang didesain untuk menilai hasil-hasil yang berbeda secara khusus dalam hal objektifnya, teknik-teknik pengukuran dan metode analisisnya.
Pendekatan evaluatif menurut Suryadi dan Tilaar dimaksudkan untuk menerangkan keadaan dengan menetapkan suatu kriteria atas terjadinya gejala tersebut yaitu gejala yang berkaitan dengan nilai dan pengukuran setelah dihubungkan dengan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya.
C. Model-model kebijakan dalam pendidikan
  1. Model deskriptif
Model deskriptif adalah pendekatan positif yang diwujudkan dalam bentuk upaya ilmu pengetahuan menyajikan suatu “state of art” atau keadaan apa adanya dari suatu gejala yang sedang diteliti dan perlu diketahui oleh para pemakai.
  1. Model normatif
Pendektan normatif menurut Suryadi dan Tilaar disebut juga pendekatan deskriptif yang merupakan upaya ilmu pengetahuan menawarkan suatu norma, resep, atau kaidah yang dapat digunakan oleh pemakai untuk memecahkan suatu masalah.
  1. Model verbal
Model verbal dalam kebijakan diekspresikan dalam bahasa sehari-hari, bukannya bahasa logika simbolis dan matematika sebagai masalah substantif. Dalam menggunakan model verbal, analisis bersandar pada penilaian nalar untuk membuat prediksi dan menawarkan rekomendasi. Penilaian nalar menghasilkan argumen kebijakan bukan berbentuk nilai-nilai angka pasti
  1. Model simbolis
Model simbolis menggunakan simbol-simbol matematis untuk menerangkan hubungan antara variabel-variabel kunci yang dipercaya merinci suatu masalah. Prediksi atau solusi yang optimal dari suatu masalah kebijakan diperoleh dari model-model simbolis dengan meminjam dan menggunakan metode-metode matematika, statistika dan logika.
  1. Model prosedural
Model ini menampilkan hubungan yang dinamis antara variabel-variabel yang diyakini menjadi ciri suatu masalah kebijakan. Prediksi-prediksi dan solusi-solusi optimal dengan mensimulasikan dan meneliti seperangkat hubungan yang mungkin.
  1. Model sebagai pengganti dan perspektif
Model pengganti diasumsikan sebagai pengganti dari masalah-masalah substantif. Model pengganti mulai disadari atau tidak dari asumsi bahwa masalah formal adalah representasi yang sah dari masalah yang substantif. Sedangkan model perspektif didasarkan pada asumsi bahwa masalah formal tidak sepenuhnya mewakili secara sah masalah substantif. Sebaliknya model perspektif dipandang sebagai satu dari banyak cara lain yang dapat digunakan untuk menerangkan masalah subtantif.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kebijakan adalah kepandaian, kemahiran, kebijaksanaan serta asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan didasarkan atas suatu ketentuan dari pimpinan yang berbeda dari aturan yang ada yang dikenakan pada seseorang karena ada sesuatu alasan yang kuat
Kebijaksanaan adalah kepandaian para pengambil keputusan dengan akal budinya serta kecakapan bertindak dalam melaksanakan program-program untuk mencapai suatu tujuan.
Pendekatan kebijakan dalam pendidikan dibagi dua :
  1. Pendekatan empirik
  2. Pendekatan evaluatif
Sedangkan model-model kebijakan dalam pendidikan ada 6 yaitu :
  1. Model deskriptif
  2. Model normatif
  3. Model verbal
  4. Model simbolis
  5. Model prosedural
  6. Model sebagai pengganti dan perspektif
B. Saran
Alhamdulillah kamu ucapkan sebagai syukur atas terselesainya tugas makalah ini, namun dengan selesainya bukan berarti telah sempurna, karena kami sebagai manusia biasa sadar dan menyadari bahwa dalam diri kami tersimpan sebagai sifat kekurangan dan ketidaksempurnaan yang tentunya sangan mempengaruhi sekali terhadap kinerja kami.
Oleh sebab itulah saran dan kritikan yang bersifat membangun dari saudara, sangat kami nantikan yang nantinya akan kami jadikan landasan dalam kreatifitas yang selanjutnya, yang tentunya tujuannya tiada lain agar kami terus termotivasi kearah yang lebih baik, tentunya dimasa-masa yang akan datang. Untuk itu kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Dr. H. Syiful Sagala, M.Pd, Administrasi Pendidikan Kontemporer, Alfabet, Bandung 2000
Ø Harbangan Siagian, Administrasi Pendidikan Suatu Pendekatan Sistemik, Satya Wacana, Slatiga, 1989
Ø Siagian Sondang P, Filsafat Administrasi, Gunung Agung, Jakarta, 1985

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar