STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Selasa, 02 Oktober 2012

TELAAH KURIKULUM AQIDAH AKHLAK MTS



2. MATERI

A.    Aqidah Kelas VII, Semester I

Standar Kompetensi
Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya.

Kompetensi Dasar
1.      Mengidentifikasi sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah.
2.      Menunjukkan bukti / dalil naqli dan aqli dari sifat-sifat wajib bagi Allah yang nafsiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah
SIFAT-SIFAT ALLAH

a.      Sifat-Sifat Wajib Bagi Allah
1.      Pengertian Sifat Wajib Bagi Allah
Sifat wajib bagi Allah adalah sifat yang harus ada pada Zat Allah sebagai kesempurnaan bagi-Nya.
Sifat-sifat wajib bagi Allah itu diyakini melalui akal (wajib aqli) dan berdasarkan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadits).

2.      Pembagian Sifat-Sifat Wajib Bagi Allah
Menurut para ulama ilmu kalam sifat-sifat wajib bagi Allah terdiri atas 20 sifat. Dari 20 sifat itu dikelompokkan menjadi 4 kelompok sebagai berikut :
v  Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan Zat Allah. Sifat Nafsiyah ini ada satu, yaitu Wujud
v  Sifat Salbiyah, yaitu sifat yang meniadakan adanya sifat sebaliknya, yakni sifat-sifat yang tidak sesuai, tidak layak dengan kesempurnaan Zat-Nya. Sifat Salbiyah ini ada lima, yaitu: Qidam, Baqa’, Mukhalafatuhu lil-hawaadits, Qiyamuhu bi nafsihi, dan Wahdaniyyah.
v  Sifat Ma’ani, yaitu sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Yang termasuk sifat ma’ani ada tujuh, yaitu: Qudrah, Iradat, ‘Ilmu, Hayat, Sama’, Basar, dan Kalam.
v  Sifat Ma’nawiyah, adalah kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat ma’nawiyah tidak dapat berdiri sendiri, sebab setiap ada sifat ma’an tentu ada sifat ma’nawiyah. Yang termasuk sifat ma’nawiyah ada tujuh, yaitu: Qaadiran, Muridaan, ‘Aliman, Hayyan, Sami’an , Basiran, Mutakalliman.




b.      Sifat-Sifat Mustahil
1.      Pengertian Sifat Mustahil Bagi Allah
Sifat mustahil bagi Allah yaitu sifat yang tidak layak dan tidak mungkin ada pada Allah dan sekranya terdapat sifat tersebut akan melemahkan derajat Allah.
2.      Pembagian Sifat-sifat Mustahil Bagi Allah
Sifat-sifat mustahil ini merupakan kebalikan dari sifat-sifat wajib bagi Allah, karena itu jumlanya sama, yaitu sebanyak 20 sifat. Adapun sifat-sifat mustahil tersebut adalah sebagai berikut:
v  Sifat mustahil dari sifat nafsiyah ada satu, yaitu ‘Adam.
v  Sifat mustahil dari sifat Salbiyah ada lima, yaitu: Hudus, Fana’, Mumatsalatuhu lil-hawaadits, Ihtiyaajuhu li gairih, Ta’addud.
v  Sifat mustahil dari sifat ma’ani ada tujuh, yaitu: ‘Ajz, Karahah, Jahl, Maut, Samam, ‘Umy, Bukm.
v  Sifat mustail dari sifat ma’nawiyah ada tujuh, yaitu: ‘Ajizan, Mukrahan, Jaahilan, Mayyitan, Asamm, A’maa, Abkam.

c.       Sifat-Sifat Jaiz
1.      Pengertian Sifat Jaiz Bagi Allah
Kata “jaiz” menurut bahasa berarti “boleh”. Yang dimaksud dengan sifat jaiz bagi Allah ialah sifat yang boleh ada dan boleh pula tidak ada pada Allah.
Sifat jaiz ini tidak menuntut pasti ada atau pasti tidak ada. Allah bebas dengan kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menghendaki. Allah boleh saja tidak menciptakan ala mini, jika Dia tidak menghendaki alam ini.
2.      Pembagian Sifat Jaiz Bagi Allah
Berbeda dengn sifat wajib dan sifat mustahil, sifat jaiz bagi Allah hanya satu, yaitu: “Memperbuat segala sesuatu yang mungkin terjadi atau tidak memperbuat-Nya.”
Yang dimaksud dengan sesuatu yang mungkin terjadi adalah sesuatu yang boleh terjadi dan boleh tidak terjadi. Allah bebas menciptakan dan berbut sesuatu yang Dia kehendaki.


B.     Akhlak Kelas VII, Semester II

Standar Kompetensi
Menghindari akhlak tercela kepada Allah

Kompetensi Dasar
1.      Menjelaskan pengertian riya’, kufur, syirik, dan nifaq.
2.      Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan riya’, kufur, syirik, dan nifaq.
3.      Menunjukkan nilai-nilai negative akibat perbuatan riya’, kufur, syirik, dan nifaq.
4.      Membiasakan diri menghindari riya’, kufur, syirik, dan nifaq.

AKHLAK TERCELA KEPADA ALLAH

a.   Riya
Riya’ adalah sifat suka menampilkan diri dalam beramal, agar amal tersebut dilihat orang dengan maksudnya ingin mendapat simpati atau pujian. Sum’ah adalah sifat suka menceritakan amal perbuatan agar didengar orang dengan maksud untuk mendapat simpati atau pujian. Jadi, riya’ da nsum’ah merupakan sifat tercela, kebalikan dari ikhlas.
Orang yang memiliki sifat riya’ kemungkinan seorang abid (seorang yang suka ibadah), namun tujuan ibadahnya bukan untuk mencari keridhoan Allah, tetapi untuk memperoleh pujian dari orang lain.
Riya’ dan Sum’ah adakalanya timbul karena ingin mendapat pujian, misalnya sering mengikuti shalat berjama’ah agar dinilai sebagai orang yang shaleh. Adakalnya pula timbul karena kekhawatiran akan mendapat celaan dari orang lain. Misalnya membayar zakat karena takut dibilang kikir atau pelit.

b.      Kufur
Kufur adalah tidak percaya akan adanya Allah. Ada beberapa factor yang menyebabkan orang menjadi kufur, antara lain:
·         Kepercayaan terhadap Allah yang sudah ada, tidak dikembangkan.
·         Tidak mau mengakui kebenaran karena sesuatu hal.
·         Adanya gangguan dalam pikiran
·         Pengaruh lingkungan
Terdapat macam-macam kufur, diantaranya: Kufur Zindik, Kufur Inadi, Kufur mu’aththil, Kufur nikmat, dan Kufur Juhud.

c.       Syirik
Syirik yaitu kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan tertentu. Orang yang mempercayai hal tersebut dinamakan musyrik. Orang yang syirik di samping percaya kepada Allah, juga percaya kepada sesuatu yang mempunyai kekuatan tersendiri.
Syirik itu banyak sekali macamnya, antara lain:
·         Menyembah selain dari Allah
·         Bertuhan lebih dari satu
·         Sihir
·         Tenung
·         Percaya kepada ramalan nasib
·         Syirik nafsu
·         Syirik kecil

d.      Nifaq
Nifaq yaitu berbuat amalan kebajikan didepan orang lain, supaya orang lain out mengira bahwa ia orang yang ikhlas beramal, tetapi sebenarnya ia tidak ikhlas sama sekali.
Nifaq itu hampir sama dengan dusta, Karen akedua-duanya melakukan perbuatan yang tidak sebenarnya. Pendusta selalu berbicara tidak benar, lain dimulut lain dihati. Orang munafik, ketika berbicara dihadapan kaum muslimin ia mengaku beriman, pdahal ia tidak beriman. Mulutnya menyatakan kekafiran. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt., yang artinya: “Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak dalam hatinya”. (Q.S. Al-Fath:11)[1]
3.      METODE PEBELAJARAN

Dalam praktiknya, metode mengajar tidak digunakan sendiri-sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari beberapa metode mengajar. Untuk itu, kami merekomendasikan metode mengajar untuk aqidah akhlak tingkat MTs, yaitu sebagai berikut:

A.    Ceramah, Tanya jawab, dan Tugas
Mengingat ceramah banyak segi yang kurang menguntungkan, maka penggunaannya harus didukung dengan alat dan media atau metode lain. Karena itu, setelah guru memberi ceramah, maka dipandang perlu untuk memberikan kesempatan kepada siswanya mengadakan Tanya jawab. Tanya jawab ini diperlukan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap apa yang telah disampaikan guru melalui metode ceramah. Untuk lebih memantapkan penguasaan siswa terhadap materi aqidah akhlak ini, maka tahap selanjutnya siswa diberi tugas, misalnya: membuat kesimpulan hasil ceramah dan PR.

B.     Ceramah, Sosiodrama, dan Diskusi
Sosiodrama adalah sandiwara tanpa naskah dan tanpa latihan terlebih dahulu, sehingga dilakukan secara spontan. Masalah yang didramatisasikan adalah mengenai situasi social. Sosiodrama akan menarik bila pada situasi yang sedang memuncak, kemudian dihentikan. Selanjutnya diadakan diskusi, bagaimana jalan cerita seterusnya, atau pemecahan masalah selanjutnya.[2]






4.      ANALISIS
1.  Tidak ditemukan adanya dalil yang berkaitan tentang sifat-sifat Allah SWT. Dalam buku paketnya, padahal dalam rumusan SK-KD Akidah kelas VII, semester I point 2.2 yang berbunyi “Menunjukkan bukti/dalil naqli dan aqli dari sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah.
 2. Rumusan SK dan KD mata pelajaran PAI aspek Akhlak sudah sesuai dengan karakteristiknya, yaitu menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi atau menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.
3.   Dalam buku paket kelas VII, semester II BAB X ditemukan penjelasan tentang kufur dan syirik, akan tetapi berbeda dengan rumusan SK-KD hanya mencantumkan akhlak tercela tentang riyadan nifaq saja. Seharusnya materi di buku paket harus sesuai dengan SK-KD yang telah ditetapkan, tidak kurang maupun lebih dalam materinya.
4.  Aspek materi: aqidah kelas VII, semester I point 2, tentang pemahaman sifat-sifat Allah sangat kurang sekali penjelasannya. Seharusnya lebih jelas dan terang penjelasan materinya, walaupun terlihat tidak terlalu sulit, tapi materi ini bersifat abstrak. Sehingga perlu adanya penjelasan yang bersifat kongkrit dan mudah difahami oleh peserta didik, dalam hal ini sangat diperlukan srategi tentang, metode, dan teknik pengajaran. Aqidah adalah masalah keyakinan. Bagaimana seorang guru mampu meyakinkan kepada peserta didik tentang sifat-sifat Allah secara komperhensif dan tanpa keraguan.


[1] Masan, Pendidikan Agama Islam Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kurikulum 2008Kkelas VII, (Semarang: PT Karya Toha Putra, 2009), Cet. 1, Hal. 127-137.
[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi BelajarMengajar (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), Cet. 3, Hal.98-100.
LAMPIRAN

1.      STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR AQIDAH-AKHLAK  MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII-VIII-IX.
 
a. Kelas VII, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
Akidah
1.  Memahami dasar dan tujuan akidah Islam
 
1.1
Menjelaskan dasar dan tujuan akidah Islam
1.2
Menunjukkan dalil tentang dasar dan tujuan akidah Islam
1.3
Menjelaskan hubungan Iman, Islam, dan Ihsan
1.4
Menunjukkan dalil tentang Iman, Islam, dan Ihsan
 
2.  Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya
2.1
Mengidentifikasi sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah.
2.2
Menunjukkan bukti/dalil naqli dan aqli dari sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah.
2.3
Menguraikan sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT.
2.4
Menunjukkan ciri-ciri/tanda perilaku orang beriman kepada sifat-sifat wajib, mustahil, dan Jaiz Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
 
Akhlak
1.  Menerapkan akhlak terpuji kepada Allah
 
1.1
 
Menjelaskan pengertian dan pentingnya ikhlas, taat, khauf dan taubat
1.2
Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku ikhlas, taat, khauf, dan taubat
1.3
Menunjukkan nilai-nilai positif dari perilaku ikhlas, taat, khauf, dan taubat dalam fenomena kehidupan
1.4
Membiasakan perilaku ikhlas, taat, khauf, dan taubat dalam kehidupan sehari-hari
 


 
     b. Kelas VII, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
Akidah
1. Memahami al-asma' al-husna
 
 
 
 
1.1
 
Menguraikan 10 al-asma' al-husna (al-‘Aziiz, al-Ghaffaar, al-Baasith, an-Naafi’, ar-Ra’uuf, al-Barr, al-Ghaffaar, al-Fattaah, al-‘Adl, al-Qayyuum)
 
1.2
Menunjukkan bukti kebenaran tanda-tanda kebesaran Allah melalui pemahaman terhadap 10 al-asma' al-husna (al-‘Aziiz, al-Ghaffaar, al-Baasith, an-Naafi’, ar-Ra’uuf, al-Barr, al-Ghaffaar, al-Fattaah, al-‘Adl, al-Qayyuum)
 
1.3
Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan 10 al-asma' al-husna (al-‘Aziiz, al-Ghaffaar, al-Baasith, an-Naafi’, ar-Ra’uuf, al-Barr, al-Ghaffaar, al-Fattaah, al-‘Adl, al-Qayyuum)
 
1.4
Meneladani sifat-sifat Allah yang terkandung dalam 10 al-asma' al-husna (al-‘Aziiz, al-Ghaffaar, al-Baasith, an-Naafi’, ar-Ra’uuf, al-Barr, al-Ghaffaar, al-Fattaah, al-‘Adl, al-Qayyuum) dalam kehidupan sehari-hari
 
2.2   Meningkatkan keimanan kepada malaikat-malaikat Allah SWT dan makhluk gaib selain malaikat
2.1
 
 
2.2
 
 
2.3
 
 
2.4
Menjelaskan pengertian iman kepada malaikat Allah SWT dan makhluk gaib lainnya seperti jin, iblis, dan setan
Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya malaikat Allah dan makhluk gaib lainnya seperti jin, iblis, dan setan
Menjelaskan tugas, dan sifat-sifat malaikat Allah serta makhluk gaib lainnya seperti jin, iblis, dan setan
Menerapkan perilaku beriman kepada malaikat Allah dan makhluk gaib lainnya seperti jin, iblis, dan setan dalam fenomena kehidupan
 
 
Akhlak
3.3  Menghindari akhlak tercela kepada Allah
 
 
 
3.1
 
 
Menjelaskan pengertian riya' dan nifaaq
3.2
Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan riya' dan nifaaq
3.3
Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan riya' dan nifaaq dalam  fenomena kehidupan
3.4
 
Membiasakan diri untuk menghindari perbuatan riya' dan nifaaq dalam kehidupan sehari-hari
 
 
 
 



       c. Kelas VIII, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
 
Akidah
1.  Meningkatkan keimanan kepada kitab-kitab Allah SWT
 
 
1.1
 
 
Menjelaskan pengertian beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
 
1.2
Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya kitab-kitab Allah SWT
1.3
Menjelaskan macam-macam, fungsi, dan isi kitab Allah SWT
1.4
Menampilkan perilaku yang mencerminkan beriman kepada kitab Allah SWT
 
 
Akhlak
 
1.  Menerapkan akhlak terpuji kepada diri sendiri
 
 
 
1.1
 
 
1.2
 
 
1.3
 
 
1.4
 
 
 
 
 
Menjelaskan pengertian dan pentingnya tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah
Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah
Menunjukkan nilai-nilai positif dari tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah dalam fenomena kehidupan
Menampilkan perilaku tawakkal, ikhtiyaar, shabar, syukuur dan qana’ah
 
 
2.  Menghindari akhlak tercela kepada diri sendiri
 
 
2.1
 
Menjelaskan pengertian ananiah, putus asa, ghadab, tamak dan takabur
2.2
Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perbuatan ananiah, putus asa, ghadab, tamak dan takabur
2.3
Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan ananiah, putus asa, ghadab, tamak, dan takabur  
2.4
Membiasakan diri menghindari perilaku ananiah, putus asa, ghadab, tamak, dan takabur
 
      
 




      d. Kelas VIII, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
 
Akidah
 
1.       Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah
 
 
 
1.1
 
 
 
Menjelaskan pengertian dan pentingnya beriman kepada Rasul Allah SWT
1.2
Menunjukkan bukti/dalil kebenaran adanya Rasul Allah SWT
1.3
Menguraikan sifat-sifat Rasul Allah SWT
 
1. 4
Menampilkan perilaku yang mencerminkan beriman kepada Rasul Allah dan mencintai Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan
 
2.  Memahami mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (karamah, ma’unah, dan irhash)
2.1
Menjelaskan pengertian mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (karamah, ma’unah, dan irhash)
2.2
Menunjukkan hikmah adanya mukjizat dan kejadian luar biasa lainnya (karamah, ma’unah, dan irhash) bagi Rasul Allah dan orang-orang pilihan Allah
 
 
Akhlak
 
1.  Menerapkan akhlak terpuji kepada sesama
 
 
 
1.1
 
 
 
Menjelaskan pengertian dan pentingnya husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun
1.2
Mengidentifikasi bentuk dan  contoh perilaku husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun
1.3
Menunjukkan nilai-nilai positif dari husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun dalam fenomena kehidupan
1.4
Membiasakan perilaku husnuzh-zhan, tawaadhu’, tasaamuh, dan ta’aawun dalam kehidupan sehari-hari
 
 
  2. Menghindari akhlak tercela kepada sesama
 
 
2.1
 
Menjelaskan pengertian hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan namiimah
2.2
Mengidentifikasi bentuk perbuatan hasad, dendam, ghibah, fitnah dan namiimah
2.3
Menunjukkan nilai-nilai negatif akibat perbuatan hasad, dendam, ghibah, fitnah dan namiimah
2.4
Membiasakan diri menghindari perilaku hasad, dendam, ghibah, fitnah dan namiimah dalam kehidupan sehari-hari
 
      
 
      Kelas IX, Semester 1
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
 
Akidah
1.   Meningkatkan keimanan kepada hari akhir dan alam gaib yang masih berhubungan dengan hari akhir
 
 
1.1
 
 
Menjelaskan pengertian beriman kepada hari akhir
1.2
Menunjukkan bukti/dalil kebenaran akan terjadinya hari akhir
1.3
Menjelaskan berbagai tanda dan peristiwa yang berhubungan dengan hari akhir
1.4
Menjelaskan macam-macam alam gaib yang berhubungan dengan hari akhir
1.5
Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap hari akhir
 
 
Akhlak
 
1.  Menerapkan akhlak terpuji kepada diri sendiri
 
 
 
1.1
 
 
 
Menjelaskan pengertian dan pentingnya berilmu, kerja keras, kreatif, dan produktif
1.2
Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku berilmu, kerja keras, kreatif, dan produktif
1.3
Menunjukkan nilai-nilai positif dari berilmu, kerja keras, kreatif dan produktif dalam fenomena kehidupan
1.4
Membiasakan perilaku berilmu, kerja keras, kreatif, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari
 
 
 
      f. Kelas IX, Semester 2
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
 
Akidah
 
1.  Meningkatkan keimanan kepada Qada dan Qadar
 
 
 
1.1
 
 
 
Menjelaskan pengertian beriman kepada Qada dan Qadar
1.2
Menunjukkan bukti/dalil kebenaran akan adanya Qada dan Qadar
1.3
Menjelaskan berbagai tanda dan peristiwa yang berhubungan adanya Qada dan Qadar
1.4
Menunjukkan ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada Qada dan Qadar Allah.
1.5
Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Qada dan Qadar Allah
 
 
Akhlak
 
1.  Menerapkan akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
 
 
 
1.1
 
 
 
Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
1.2
Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
1.3
Menunjukkan nilai negatif akibat perilaku pergaulan remaja yang tidak sesuai dengan akhlak Islam dalam fenomena kehidupan
1.4
Menampilkan perilaku akhlak terpuji dalam pergaulan remaja dalam kehidupan sehari-hari.
 
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar