STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Sabtu, 01 Februari 2014

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT

I.              PENDAHULUAN
Bidang media pendidikan merupakan suatu yang bersifat ekletik yang mencerminkan keragaman latar belakang dan minat dari individu-individu yang bergerak dibidang ini serta kecenderungan yang terlihat dalam pertumbuhanya.[1] ICT sebagai suatu media dalam pendidikan juga mempunya sebuah kecenderungan yang mampu mendorong minat peserta didik dan juga memberi manfaat yang sangat banyak terhadap proses pembelajaran.
Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. ICT bukan lagi mejadi asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan sangat mendukungdalam dunia pendidikan. Berikut adalah beberapa contoh manfaat dari media ICT, yaitu meningkatkan mutu pendidikan karena dengan ICT dapat dengan mudah menerimainformasi baik dari dalam maupun dari luar negeri, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan lain sebagainya.
Oleh karena itu dengan adanya media ICT diharapkan mampu menambah kemudahan dalam proses pembelajaran, supaya tujuan dari pembelajaran mampu terealisasi dengan baik. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penggunaan media ICT dalam pembelajara, dengan pembahasan mengenai pengertian media ICT, macam-macam media ICT dan perkembangan media ICT. Berikut ini adalah pembahasan makalahnya.

  1. II.           RUMUSAN MASALAH
    1. Apa Pengertian Media Pembelajaran ICT?
    2. Apa Saja Macam-macam Media Pembelajaran Berbasis ICT?
    3. Bagaimana Perkembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT?
  1. III.        PEMBAHASAN
    1. A.    Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepaad penerima pesan. Gerlach dan Eli (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khuisus pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.
AECT (Association of Education and Comunication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Selain itu Gagne dan Briggs 1975 secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan computer. Jadi dapat disimpulkan bahwasanya media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.[2]
Dari beberapa penjelasan di atas dapat dipahami bahwa media ICT adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar yang berbentuk information cominication and technology (ICT). Atau secara singkatnya adalah suatu bentuk komponen belajar yang berbebtuk teknologi informasi dan komunikasi.
  1. B.     Macam-macam Media Pembelajaran Berbasis ICT
ICT atau TIK  mencakup semua teknologi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengolah, menampilkan, dan menyampaikan informasi dalam proses komunikasi. Yang termasuk teknologi ini adalah:
  1. Tegnologi Komputer
Media pembelajaran berbasis komputer atau bisa disebut pembelajaran berbantuan kompurter (computer assisted instructional/ CAI) adalah salah satu media pembelajaran yang sangat menarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran interaktif dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya program computer-assisted learning (CAL), konferensi komputer, surat elektronik atau elektronik mail (email), dan komputer multimedia yang kemudian disebut multimedia pembelajaran interaktif. Pembelajaran melalui CAI ini, bersifat offline, sehingga dalam penggunaannya tidak tergantung pada adanya akses ke internet.
Program pembelajaran berbantuan komputer ini memanfaatkan seluruh kemampuan komputer, terdiri dari gabungan hampir seluruh media, yaitu: teks, grafis, gambar, photo, audio, video, dan animasi. Seluruh media tersebut secara konvergen akan saling mendukung dan melebur menjadi satu media yang luar biasa kemampuannya. Salah satu keunggulan media komputer ini yang tidak dimiliki oleh berbagai media lain, ialah kemampuannya untuk menfasilitasi interaktifitas peserta didik dengan sumber belajar (conten) yang ada pada komputer (man and machine interactivity).[3]
  1. Tegnologi Multimedia
Media pembelajaran yang termasuk ke dalam tekhnologi multimedia adalah kamera digital, kamera video, player suara, player video, dll. Multimedia sering diartikan sebagai gabungan dari banyak media atau setidak-tidaknya terdiri lebih dari satu media. Multimedia dapat diartikan sebagai komouter yang dilengkapi dengan CD player, sound card, speaker dengan kemampuan memproses gambar gerak, audio, dan grafis dalam resolusi yang tinggi.
Program multimedia secara umum dapat digolongkan dalam empat kategori, yaitu:
  1. Hiburan (entertaiment), yaitu seperti game dan film interaktif
  2. Pendidikan, yakni untuk keperluan pendidikan formal, nonformal, pengayaan, dan penyegaran.
  3. Refrensi, seperti ensiklopedia.
  4. Bisnis, antara lain company profile, program financial dan lain-lain.
  5. Tegnologi Telekomunikasi
Yang termasuk media telekomunikasi adalah telepon seluler, dan faximile. Tegnologi komunikasi ini sekarang berkembang semakin pesat. Kini tidak hanya dalam bentuk telepon seluler dan faximile saja namun bermacam-macam, seperti Handphone, e-mail, facebook, twitter dan lain sebagainya. Namun seiring perkembangan yang semakin pesat, tegnologi komunikasi dituntuk agar mampu memberikan manfaat yang banyak terhadap dunia pendidikan.
  1. Tegnologi Jaringan Komputer
Teknologi ini terdiri dari perangkat keras seperti LAN, internet, wifi, dan lain-lain. Selain itu juga terdiri dari perangkat lunak pendukungnya atau aplukasi jaringan seperti WEB, e-mail, html, java, php, aplikasi basis data dan lain-lain.
Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi untuk pembelajaran adalah pengembanagan e-dukasi.net yang berbasis internet. E-dukasi.net adalah portal pendidikan yang menyediakan bahan belajar, fasilitas komunikasi, dan interaksi antar komunitas pendidikan. Situs atau portal pembelajaran yang dikembangkan ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penyediaan bahan belajar yang meliputi seluruh mata pelajaran untuk seluruh jenjang dan jalur pendidikan, bimbingan belajar, bimbingan dan penyuluhan atau konsultasi, tutorial, remidial, email, forum diskusi, mailing list, dll.
Dengan adanya teknologi internet ini sistem penyampaian dan komunikasi atau (delivery system and comunication) antara peserta didik dan guru, guru dengan guru atau peserta didik dengan peserta didik alin, dan peserrta didik dengan sumber belajar dapat dilakukan dengan berbagai bentuk dan cara, baik secara bersamaan (syncronous) maupun tidak (asyncronuos).[4]
  1. C.    Bagaimana Perkembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT
Kalau kita lihat perkembanganya, pada mulanya media yang berbasis ICT hanya digunakan sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids).[5]Namun dewasa ini perkembangan penggunaan ICT dalam pendidikan semakin pesat saja. Perkembangan itu sebenarnya bermula dari pertama kali ditemukanya sebuah konsepsi pengajaran visual ataupun alat bantu visual sekitar tahun 1923.
Yang dimaksud alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini adalah setiap gambar, model, benda, atau alat yang memberikan pengalaman visual yang nyata kepada anak. Setelah agak lama, kemudian konsep visual berkembang menjadi audio visual pembelajaran. Yang disebut juga audio visualeducation atau audio visual aids yang kira-kira muncul pada tahun 1940. Kemudian kira-kira tahun 1945 beberapa variasi nama muncul dipergunakan, seperti audio visual material dan audio visual device.
Perkembangan selanjutnya dapat dikatakan sebagai akibat dari diterapkanya ilmu komunikasi sangat besar sekali hingga timbul gerakan “audio visual communicaton” yang menggeser audio visual education. Gerakan ini lebih menitik beratkan pada komunikasi. Tahun 1950-an juga kita kenal sebagai periode di mana perkembangan industri komunikasi khususnya bidang televisi mulai lepas landas, hal ini ditandai dengan ditemukanya electronoc video recording. Kemudian pada tahun 1959 tegnologi ini dengan bantuan ford fondation mulai disediakan untuk keperluan pendidikan.[6]
Perkembangan selanjutnya terjadi sekitar tahun 1960. Perubahan konsepsi inidimungkinkan dengan diaplikasikanya pendekatan sistem (system aproach) dan konsep perkembangan pembelajaran pada kegiatan pendidikan. Selain itu juga semakin besar pengaruh psikologi dan ilmu tingkah laku terhadap konsep perkembangan tegnologi pendidikan. Perkembangan ini terus berlanjut hingga sampai pada tahap yang sangat modern seperti sekarang ini. Tegnologi ICT terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Bahkan pemanfaatan media ICT dalam dunia pendidikan sekarang sudah sangat berbeda dengan ilustrasi di atas seperti pada masa permulaan. Kini pemanfaatan media ICT tidak selayaknya lagi hanya dimaknai sebagai alat bantu dalam penyampaian materi pendidika, namun sebagai suatu kebutuhan agar penyampaian materi lebih teliti dan menarik.[7] Sehingga proses pembelajaran akan berjalan tidak monoton dan mampu memberi stimulus kepada peserta didik untuk menyerap materi.
Bahkan di era globalisasi ini, pemanfaatan media ICT justru semakin pesat. Terutama dengan munculnya komputer dan semakin menjamurnya laptop mempunyai andil besar dalam pengembangan ini. Di tambah dengan adanya jaringan internet memudahka untuk mengacces internet. Bahkan dapat dikatakan proses pembelajaran sekarang bisa dikatakan tidak bisa lepas dari ICT. Misalnya dalam pencarian materi pelajaran yang melalui internet, proses diskusi yang menggunakan power point bahkan komunikasi juga memakai ICT, yaitu memakai e-mail, twitter, facebook dan lain sebagainya.
Namun perkembangan ICT yang begitu pesat harus mampu diimbangi dengan pengembangan SDM agar mampu mengimbanginya. Apalagi dalam pemanfaatanya, media ICT juga perlu adanya keahlian khusus. Disamping itu pemanfaatan ICT juga perlu di barengi strategi yang jitu agar mampu mendapatkan hasil secara optimal. Disamping itu dengan pemanfaatan media ICT yang baik akan lebih mengena dari hakikat pendidikan yang sebenarnya.
  1. IV.        KESIMPULAN
  1. V.           PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami buat. Saya menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya. Amin.



DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003)
Miarso, Yusufhadi, dkk, Tegnologi Komunikasi Prndidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1984)
Sadiman, Arif S, Media Pendidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1986)
Warsita, Bambang, Tekhnologi Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008)
Wilkinson, Gene L., Media dalam Pembelajaran, Ter. Zulkarimen Nasution, (Jakarta : Rajawali. 1984)


[1] Gene L. Wilkinson, Media dalam Pembelajaran, Ter. Zulkarimen Nasution, (Jakarta : Rajawali. 1984), hlm. 1
[2] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hlm.3-4
[3] Bambang Warsita, Tekhnologi Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008), hlm. 137-138
[4] Bambang Warsita, Tekhnologi Pembelajaran,hlm.159
[5] Arif S Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1986), hlm. 7
[6] Yusufhadi Miarso, dkk, Tegnologi Komunikasi Prndidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1984), hlm. 14
[7] Arif S Sadiman, Op. Cit, hlm. 10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar