STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN JASA KEWIRAUSAHAAN BID. PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANAJEMEN JASA KEWIRAUSAHAAN BID. PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

SIFAT DAN KEPRIBADIAN WIRAUSAHA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Budaya wirausaha belum menjadi bagian dari kalangan pelajar, praktisi pendidikan dan masyarakat Indonesia panda umumnya, demikian juga pendidikan wirausaha belum mendapat perhatian yang optimal. Pendidikan wirausaha yang ada baru dalam tahab menyiapkan output yang siap kerja belum menyiapkan output yang siap menjadi wirausahawan.
Orientasi peserta didik setelah lulus kebanyakan adalah mencari pekerjaan atau meninginkan menjadi karyawan, pegawai dan atau pegawai negeri sipil. Persepsi yang ada dalam masyarakat seorang pegawai atau pekerja adalah seorang yang memiliki setatus sosial yang tinggi dihormati dan disegani, apalagi pegawai negeri sipil.
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas dalam makalah ini akan membahas sifat-sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan
C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas tujuan penulisan adalah untuk memberikan
penjelasan dan pengertian sifat-sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan dan sikap wirausaha.

Minggu, 21 Agustus 2011

Modul 1 Kewirausahaan (Bab IV)

BAB IV. MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA


Standar Kompetensi                          : Mengaktualisasikan Sikap dan Perilaku Wirausaha
Kompetensi dasar                              : 1.4 Mengembangkan semangat berwirausaha
Tujuan pembelajaran                        :
Setelah siswa mempelajari modul ini diharapkan   :
1.      Menjelaskan pengertian semangat berwirausaha
2.      Mengidentifikasi pentingnya semangat berwirausaha
3.      Memahami pengertian kreatifitas, inovasi dan motivasi
4.      Menyebutkan factor-faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha
5.      Mengidentifikasi penyebab turunnya semangat kerja

A.    Pengertian semangat berwirausaha

à    Menurut para ahli
*      Alex S. Niti Semito
Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik.

*      Alexander Leighten
Semangat kerja adalah sekelompok orang untuk bekerja sama dengan giat dan konsekuen dalam mengejar tujuan bersama.

*      Bedjo Siswanto
Semangat kerja adalah suatu kondisi rohaniah atau perilaku individu tenaga kerja dan kelompok-kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Modul 1 Kewirausahaan (Bab II)

BAB II. MENERAPKAN PERILAKU KERJA PRESTATIF


Standar kompetensi                           :           Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha
Kompetensi dasar                              :           1.2 Menerapkan perilaku kerja prestatif
Tujuan pembelajaran                        :          
Setelah siswa mempelajari modul ini diharapkan :
1.      Memahami perilaku kerja prestatif
2.      Mengidentifikasi karakteristik wirausaha yang berperilaku kerja prestatif
3.      Mengidentifikasi bentuk – bentuk kerja prestatif
4.      Memahami pembinaan perilaku kerja prestatif
5.      Menjelaskan motivasi dalam bekerja

A.    Perilaku kerja prestatif

1.      Pengertian perilaku kerja prestatif
Perilaku kerja prestatif artinya orang yang selalu ingin maju atau berambisi maju. Seorang wirausaha yang mempunyai perilaku kerja prestatif harus memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya dan setiap pikirannya tidak lepas dari bisnisnya. Wirausaha yang menerapkan perilaku kerja prestatif sebagai modal dasar untuk keberhasilan seorang wirausaha.
2.      Sumber daya manuasia yang presentatif
Di era globalisasi dibutuhkan SDM yang tangguh karena di era ini perdagangan bebas dengan cara membuka dan memperluas lapangan kerja dengan mempersiapkan SDM yang siap kerja. Ciri – ciri milinum ketiga adalah :
  1. Persaingan bebas
  2. Perubahan yang semakin cepat
  3. Derasnya arus informasi antar Negara

Modul 1 Kewirausahaan (Bab I)

BAB I. IDENTIFIKASI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
Standar kompetensi       : Mengakutalisasikan sikap dan perilaku wirausaha
Kompetensi dasar          :1.1 Mengidentifikasi sikap dan perilaku  wirausahawan
Tujuan Pembelajaran    :
Setelah siswa mempelajari modul ini diharapkan :
1)      Memahami tentang wirausaha dan kewirausahaan
2)      Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha
3)      Memahami karakteristik wirausaha
4)      Mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan wirausaha
5)      Mengidentifikasi perilaku wirausaha
A.Wirausaha dan kewirausahaan
1. Pengertian kewirausahaan
a. Pengertian harafiah / bahasa
Kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha diberi awalan ke dan akhiran an. Wirausaha dari kata wira artinya perwira/pahlawan dan usaha artinya daya upaya.
b. Pengertian kewirausahaan menurut pendapat :
Ø  ZIMMERER
Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
Ø  SAVARY
Kewirausahaan adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui guna ekonomisnya akan dijual.
Ø  ROBIN
Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang /kesempatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan.

Rabu, 20 Juli 2011

Pengertian Wiraswasta

Di dalam banyak literatur, antara istilah wiraswasta dengan wirausaha sering berganti tempat alias artinya dianggap sama. Memang ada sebagian ahli membedakan pengertian kedua istilah tersebut. Tetapi pembedaan itu, menurut hemat penulis, tidaklah terlalu signifikan. Karena itu, demi memudahkan pembahasan, dalam tulisan ini kedua istilah itu dianggap sama artinya. Kamus Besar Bahasa Indonesia juga tidak membedakan arti kedua istilah tersebut.
Jika dilihat secara etimologis, istilah wiraswasta berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta, berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri. ( Wasty Soemanto, 1984 : 43 ).

KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN

David Mc Clelland dalam bukunya Achieving Society ( 1961 ) menyatakan bahwa ‘need for achievement’ merupakan motif yang penting sekali bagi keberhasilan seseorang. Semakin besar motif ini, semakin besar potensi keberhasilannya.
Motif ini, terutama sekali, akan menentukan cara seseorang memandang peluang. Seseorang dengan ‘need for achievement’ rendah akan melihat peluang dari sudut kesulitannya, sehingga orang ini tidak pernah bisa memanfaatkannya. Hal ini karena  ia merasa tak memiliki kemampuan cukup untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Sebaliknya, seseorang dengan ‘need for achievement’ tinggi, melihatnya dari sisi kesempatan dan keuntungannya. Hal ini karena   ia senantiasa memiliki motivasi yang besar untuk maju berprestasi. Inilah ciri pertama dari manusia wiraswasta, yakni memiliki sikap mental yang selalu ingin berprestasi.

Sabtu, 16 Juli 2011

Kewirausahaan Kepala Sekolah

Kewirausahaan Kepala Sekolah

Istilah wirausaha berasal dari kata entrepreneur (bahasa Francis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go-between. (Buchari, 2006: 20). Menurut Suparman Sumohamijaya istilah wirausaha sama dengan istilah wiraswasta. Wiraswasta berarti keberanian, keutamaan dan keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri (Sumohamijaya, 1980: 115).
Kewirausahaan merujuk pada sifat, watak dan ciri-ciri yang melekat pada individu yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan dan mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif yang dimiliki ke dalam kegiatan yang bernilai. Jiwa dan sikap kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh usahawan, melainkan pula setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari dan memanfaatkan peluang menuju sukses
Menjadi wirausahawan berarti memiliki kemauan dan kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang itu. Mereka berani mengambil risiko yang telah diperhitungkan dan menyukai tantangan dengan risiko moderat. Wirausahawan percaya dan teguh pada dirinya dan kemampuannya mengambil keputusan yang tepat. Kemampuan mengambil keputusan inilah yang merupakan ciri khas dari wirausahawan.

Konsep Kewirausahaan dan Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah

A.  Konsep Kewirausahaan
Sampai saat ini konsep kewirausahaan masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.
Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5), “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resources to capitalze on those opportunities”. Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan. Intinya, seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas dan inovatif yang tinggi dalam hidupnya.

Jumat, 08 Juli 2011

Kunjungan Lapangan Dan Karyawisata

A. PENGERTIAN
Kunjungan lapangan dan karyawisata adalah media yang penting dalam pendidikan orang dewasa. Keduanya adalah kunjungan yang terencana ke suatu tempat di luar kelas atau ke tempat pertemuan suatu organisasi atau perkumpulan. Suatu kunjungan lapangan biasanya berkenaan dengan kegiatan membawa kelompok ke tempat khusus untk tujuan khusus. Tujuan tersebut munkin untuk mengamati sesuatu, mengamati suatu kegiatan atau praktik, atau membawa kelompok menemui seseorang atau objek yang tidak bisa dibawa ke dalam kelas atau ke tempat pertemuan. Kunjungan lapangan biasanya berjangka waktu pendek, munkin kurang dari satu jam atau tidah lebih dari tiga jam.
Sedangkan karyawisata berhubungan dengan kegiatan mengunjungi beberapa tempat yang menarik dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Tujuan karyawisata hampir sama denan kunjungan lapangan yaitu untuk mengamati sesuatu, mengamati suatu kegiatan atau praktik, atau membawa kelompok menemui seseorang atau objek yang tidak bisa dibawa ke dalam kelas atau ke tempat pertemuan.

Selasa, 05 Juli 2011

Kewirausahaan Sejak Dini

Kajian menarik tentang kewirausahaan disampaikan tiga orang yang berkompeten, yaitu CEO PT Graha Layar Prima (pendiri Blitzmegaplex) Ananda Siregar, pakar kepribadian sekaligus Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa Mien Rachman Uno, dan Presiden Direktur Kiroyan Kuhon Partners/PT Komunikasi Kinerja, Noke Kiroyan.
Gambaran singkatnya, menanamkan jiwa kewirausahaan adalah dengan melakukan perubahan mental dan sikap yang dapat dilakukan sejak dini, tanpa mempertentangkan apakah kemampuan berwirausaha itu berkat bakat (terlahir) atau hasil pendidikan (terdidik). Selain itu, pendidikan dapat menjadi faktor pendorong kesuksesan berwirausaha atau sebaliknya.

PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Membahas apa, mengapa, dan bagaimana ekonomi syariah tidak lepas dari pembahasan kondisi ekonomi secara global saat ini. Sebagaimana kita ikuti dari berbagai pemberitaan media massa dan juga yang dirasakan sendiri baik secara lokal, nasional maupun internasional, bahwa saat ini sedang terjadi krisis ekonomi yang bersifat global. Krisis global ini diawali dengan krisis financial kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi secara global. Mengapa terjadi seperti itu? Jawabannya relatif tergantung dari sudut mana dipandangnya. Dalam sudut pandang ekonomi terdapat tipe-tipe ekonomi, yaitu makro ekonomi dan mikro ekonomi, serta sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis, atau sistem ekonomi Islam berbasis syariah.

Kedudukan Pendidik Suatu Telaah dalam Pendidikan Islam

Pendidik diidentikan dengan gudang ilmu pengetahuan atau khazanah ilmu pengetahuan, sehingga pendidik dengan keilmuan yang dimiliki mendapatkan tempat yang terhormat di tengah masyarakat, dengan gelar yang diberikan pahlawan tanpa tanda jasa, walaupun gelar ini banyak mendapat sindiran dari berbagai unsur, namun tidak mengurangi pengabdian pendidik dalam menjalankan tugasnya. 

Bahkan setiap berbagai kesempatan harapan-harapan selalu diberikan kepada pendidik, yang terbaru adalah harapan yang diberikan dalam bentuk sertifikasi guru (guru merupakan salah satu unsur pendidik), pada intinya akan adanya harapan penambahan “penghasilan”. Pertanyaan yang muncul, apakah keikhlasan pendidik diukur dengan lulus sertifikasi? Tentu jawabanya: Tidak. Dalam konteks ini, penulis ingin mengungkap kedudukan pendidik pada sisi lain, yakni kedudukan pendidik dalam perspektif pendidikan Islam.

Kamis, 30 Juni 2011

[Kompetensi Sosial Pengawas] Mengembangkan Komunikasi Efektif

Pengantar:
Pengawas satuan pendidikan memiliki peran dan fungsi strategis dalam mendorong kemajuan sekolah-sekolah yang menjadi binaannya. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, mereka dapat memberikan inspirasi dan mendorong para kepala sekolah, guru serta tenaga kependidikan lainnya untuk terus mengembangkan profesionalisme dan meningkatkan kinerja mereka. Bagi kepala sekolah, pengawas layaknya mitra tempat berbagi serta konsultan tempat meminta saran dan pendapat dalam pengelolaan sekolah. Sementara itu bagi guru, pengawas selayaknya menjadi konselor dan konsultan dalam memecahkan problema dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pengawas dituntut memiliki kompetensi sosial, khususnya dalam menjalin mitra dengan para kepala sekolah, guru, shareholder dan stakeholder lainnya. Hal ini karena dalam bekerja pengawas bertemu banyak orang dengan berbagai latar belakang, kondisi, kepentingan serta persoalan yang dihadapi. Mereka juga harus mampu bermitra baik dengan individu maupun kelompok, selain itu pengawas juga berperan untuk mengembangkan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu sekolah, dan mengembangkan tim kerjasama yang kokoh di dalam sekolah.

Senin, 27 Juni 2011

MEMBANGUN ENTREPRENEUR DENGAN MODEl KEPEMIMPINAN ABAD 21

PENDAHULUAN
Mengembangkan keterampilan kepemimpinan, merupakan jawaban sebagai suatu langkah mengantisipasi kejutan-kejutan perubahan yang bakal terjadi dalam melinium ketiga yang ditanda dengan di satu sisi persaingan yang makin ketat dalam dunia bisnis serta masa depan yang tidak menentu dan disini lain memperlihatkan adanya peluang-peluang yang maha dahzat. Inilah merupakan tantangan otak sebagai perangkat keras yang digunakan oleh pikiran anda.
Setiap pemimpin dapat memperoleh dan mengembangkan keterampilan, bakat, kekuatan dan kemampuan melebihi apa yang anda harapkan saat ini, karena rata-rata orang menggunakan otaknya kurang satu persen. Otak berfungsi seperti super komputer untuk menyerap, menyimpan dan mengeluarkan informasi, sehingga otak digunakan oleh pikiran anda untuk membentuk sikap, perasaan, persepsi, harapan, dan hasil akhir yang diidamkan.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka penulis menarik satu kesimpulan bahwa diperlukan suatu Model Kepemimpinan yang sejalan dengan tuntutan abad 21 sebagai jawaban atas bagaimana caranya menghadapi tantangan dan meraih peluang di masa depan.

Minggu, 26 Juni 2011

BUDAYA, KEPEMIMPINAN, MENGELOLA

BUDAYA ORGANISASI BERBASIS KEBIASAAN
Bertolak dari organisasi yang efektif yang hendak dicapai berarti telah meletakkan pondasi yang kita sebutkan dengan telah dibuat adanya keputusan strategik, sehingga ia meyakini benar untuk apa ia berdiri dan atas prinsip apa ia akan beroperasi.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka organisasi yang dapat merubah suatu impian menjadi satu kenyataan adalah dengan membangun dan mengembangkan sikap dan perilaku secara berkelanjutan keda-lam pola pikir yang sama atas ucapan dan perbuatan.
Sejalan dengan pemikiran tersebut diatas untuk membangun dan mengembangkan budaya perusahaan yang kuat dan unggul yang sejalan dengan perubahan organisasi yang berkelanjutan, maka budaya orgasasi berbasis kebiasaan effektif dapat dilihat dari pendekatan sistem
Gambar2
Keempat sistem yang disebutkan diatas dijelaskan dengan pemaham-an sebagai berikut :

Kamis, 23 Juni 2011

10 Rahasia pengusaha sukses

Menjalankan sebuah usaha pribadi adalah cara yang kreatif, fleksibel dan menantang untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan memetakan masa depan Anda. Ini adalah menciptakan sebuah kehidupan. Dari tempat yang nyaman di sebuah perusahaan dimana gaji secara teratur diterima, Anda akan memasuki teritori bisnis yang penuh dengan ketidakpastian.
Adakah cara untuk menentukan apakah Anda dapat menjadi pengusaha berhasil, atau lebih baik bekerja untuk orang lain?. Tidak ada formula untuk sukses. Namun, kebanyakan pengusaha sukses membagi 10 karakter ini. Cek jika Anda memiliki salah satunya:
1. Berpikir sukses.
Untuk mendapatkan kesuksesan yang diinginkan, Anda perlu bermimpi besar. Setiap kesuksessan dimulai dengan impian besar. Anda perlu memiliki impian besar bagi diri Anda- Anda ingin menjadi kaya, terkenal atau berkecukupan. Namun mimpi saja tidak cukup. Anda harus aktif memvisualkan sukses dalam pikiran Anda sehingga dapat Anda rasakan. Bagaimana rasanya melipatgandakan income Anda? bagaimana hidup akan berubah?

Jumat, 10 Juni 2011

Pembentukan Wawasan Kewirausahaan Pemuda untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional

Globalisasi telah membuka peluang kepada berbagai bangsa di dunia untuk memperoleh manfaat dari keunggulan dalam berkreasi dan daya saing dalam produk serta layanan. Pengembangan keunggulan dan daya saing tersebut dapat diupayakan melalui proses pembelajaran dalam pembentukan karakter sebagai bangsa yang kreatif dan patriotis. Proses pembelajaran tersebut dapat dilakukan di sekolah dan luar sekolah dengan mengembangkan kurikulum kewirausahaan yang berorientasi kepada proses pengkayaan (enrichment). Kurikulum kewirausahaan dengan pengkayaan tentang wawasan bisnis dan aplikasi yang menggabungkan antara konsep dasar dan teori serta metodologi dengan praktik bisnis. Kelemahan dalam pembelajaran kewirausahaan antara lain tidak didukung pemagangan manajamen usaha sebagai calon wirausaha dan praktik bisnis sebagai wirausaha muda.

MANAJEMEN JASA KEWIRAUSAHAAN BID. PENDIDIKAN

 (3 SKS)

DESKRIPSI
Mata kuliah ini membahas dasar-dasar pembentukan kepribadian, wawasan dasar kewirausahaan, manajemen usaha jasa pendidikan dan model-model potensi kewirausahaan pendidikan. Mata kuliah ini membekali mahasiswa PAI untuk memiliki jiwa kewirausahaan dalam jasa pendidikan.

KOMPETENSI
  1. kemampuan memahami, merumuskan, dan mnerapkan teori-teori, konsep, model dan praktis pendidikan ke dalam setting sosial yang cepat dan tepat;
  2. Kemampuan merumuskan dan memenej potensi-potensi kewirausahaan profesi pendidikan baik produk gagasan, jasa maupun barang, menuju produktivitas dan kualitas hidup yang sesungguhnya.

SUBSTANSI MATERI
  1. Landasan Pembentukan Kepribadian (Based-high Character Personality)
    1. Teologi dan filosofi kemandirian hidup;
    2. Etos Kerja Kewirausahaan;
    3. Supermotivasi Kewirausahaan;
    4. Pengembangan Kepribadian Inter Independen;
    5. Berpikir Positif, Kreatif, Produktif dan mandiri;
    6. Guess Presenter I: Model Wirausaha.
  2. Wawasan Dasar kewirausahaan (Based-high Entrepreneurial Knowledge: Analisis SWOTE)
    1. Perencanaan Kewirausahaan Jasa Pendidikan
    2. Identifikasi Kewirausahaan Jasa Pendidikan
    3. Studi Kelayakan Usaha Jasa Pendidikan
    4. Disain Produk (Gagasan, Jasa dan Barang)
    5. Guess Presenter II: Model Wirausahawan Sukses
  3. Manajemen Usaha Jasa Pendidikan (Based-high Management Skill: Conceptual skill, Design skill, Social skill, and Technical skill)
    1. Manajemen Sumber Daya Manusia
    2. Manajemen Fund-raising dan Keuangan
    3. Manajemen Produksi dan Pemasaran
    4. Manajemen Perubahan dan Pengelolaan Konfliks
    5. Manajemen Komunikasi, Negosiasi dan selling Usaha Jasa Pendidikan
    6. Guess III: Super Model Manajer Sukses
  4. Model-model potensi kewirausahaan Pendidikan (Based-high Edu-Entrepreneurial Model)
    1. Penelitian Konsep, Metodologi dan model-model Pendidikan
    2. Pelayanan Jasa Konsultasi dan Pelatihan Kependidikan
    3. Pengembangan Produk Barang Pendidikan:
                                             i.            Produk Buku Sumber Pembelajaran (sekolah, Luar sekolah & balita manula
                                            ii.            Produksi Media dan Alat Peraga Pembelajaran
                                          iii.            Pengembangan dan penyediaan Sarana Pendidikan
    1. Kunjungan Mode