Dia adalah Esa yang sebenarnya, karena Dia Esa dengan sendirinya
dan Esa karena bilangan yang tidak bisa menerima berapa dan bagaimana, da
bersa-sama entitas-entitas yang lain, tidak masuk dalam klasifikasi genus atau
spesies. Dia adlah pengerak pertama yang tidak bergerak, sebab yang pertama
yang tidak bersebab dan bereksistensi yang sebenarnya yang ada, tidak akn tidak
ada untuk selamanya bahkan Dia akan selalu ada.[15]
Tuhan adalah pencipta yang maha kuasa dan pencipta yang maha
bijak. Al-Kindi menetapkan bahwa (al-Bary) yaitu Tuhan punya sifat Dzat dan
af’al dan negasi seperti yang disebutkan dalam asar dan apa yang dipegang oleh
Mu’tazilah, tetapi ia mengembalikan itu semua kepada Dzat untuk mengemakan ide
monoteisme, karena sifat-sifat itu bukan sesuatu yang bisa dibedakan dan
dipisahkan dari Dzat.
Dalam konsep ini bisa dilihat pengaruh aristotelian, namun begitu konsep ini tidak keluar dari ruh akidah Islam yang berlandaskan pada tauhid dan mengokohkan kekuatan mutlak dan penciptaan pada Allah.
Dalam konsep ini bisa dilihat pengaruh aristotelian, namun begitu konsep ini tidak keluar dari ruh akidah Islam yang berlandaskan pada tauhid dan mengokohkan kekuatan mutlak dan penciptaan pada Allah.















