PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Setiap manusia
pasti menginginkan kehidupan yang harmonis, yang penuh dengan kedamaian,
ketenangan dan ketentraman, saling menghormati, menghargai dan membantu antara
satu dengan yang lainnya. Semuanya itu tidak akan pernah terwujud, kecuali jika
setiap individu yang ada dalam satu masyarakat, menghendaki kebaikan dan
kebahagiaan bagi orang lain seperti ia menghendakinya untuk dirinya sendiri.
Karena itulah Islam mengaitkan persatuan dengan Iman, bahkan merupakan bagian
yang tak terpisahkan. Persaudaraan di dalam islam memilki nilai yang sangat besar, bahkan tidak
dikatakan seseorang beriman sehingga dia mencitai saudaranya seperti dia
mencintai dirinya sendiri. Oleh karena itu memperkokoh pilar-pilar persaudaraan
merupakan salah satu tugas penting bagi kita, dan untuk memperkokoh pilar-pilar
persaudaraan maka dibutuhkan individu-individu yang memiliki ahklaq yang mulia,
hati yang bening bersih dan selamat, karena persaudaraan tidak akan pernah
terwujud manakala setiap orang sudah tidak memiliki lagi kemuliaan akhlaq yang
terwujud dari kebersihan hati.
Seperti
yang terjadi dengan kondisi sekarang ini dimana manusia berada dalam kegelapan,
dimana setiap orang meraba-raba namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan
sentuhan kasih sayang, tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, dunia
kita telah berubah menjadi hutan belantara, dimana bahasa global kita adalah
kekuatan besi dan baja, bahasa bisnis kita adalah persaingan, bahasa politik
kita adalah penipuan, bahasa sosial kita adalah pembunuhan, dan bahasa jiwa
kita adalah kesepian dan keterasingan. Kita adalah masyarakat sipil yang
berwatak militer, kita adalah masyarakat peradaban yang berbudaya primitif,
kita adalah manusia-manusia sepi di tengah keramaian dan kita adalah
manusia-manusia merana di tengah kemelimpahan.
Pembunuhan, perzinahan, pemerkosaan,
penyimpangan sexual, perkelahian antar warga, perkelahian antar pelajar, judi
dan mabuk yang meraja lela dimana-mana, praktek riba yang dianggap biasa, korupsi
dan kolusi yang membudaya, aborsi, penistaan agama, ghibah, aksi-aksi
pornografi dan pornoaksi yang menyebar disetiap media dan lain sebaginya,
itulah krisis moral yang sedang melanda kehidupan kita sekarang ini, yang
merusak tatanan kehidupan manusia. Semuanya itu terjadi karena manusia-manusia
zaman ini telah kehilangan cahaya kehidupan yang dapat membimbing mereka menuju
keselamatan dan kebahagiaan.