Penelitian tindakan kelas merupakan proses pengkajian melalui sistem berdaur atau siklus dari berbagai kegiatan pembelajaran. Kemmis dan Mc Taggart, (1992) menyatakan prosedur PTK dilaksanakan dengan 4 kegiatan utama atau tahapan yaitu Plan (perencanaan). Action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Alur pelaksanaan PTK dapat digambarkan seperti pada Gambar berikut:
STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Tindakan Kelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian Tindakan Kelas. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Februari 2014
Senin, 24 Desember 2012
SISTEMATIKA PENELITIAN ACTION RESEARCH
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Fokus Penelitian
C. Perumusan Masalah
D. Kegunaan Penelitian
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A. Deskripsi Konseptual
B. Penelitian
yang Relevan
C. Acuan Teoretis
D. Model
Tindakan
E. Hipotesis
Tindakan
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
- Tujuan Penelitian
B.
Tempat dan Waktu Penelitian
C.
Metode Penelitian
D.
Rancangan Tindakan
- Disain dan Prosedur Tindakan
- Sumber Data
G.
Teknik Pengambilan Data
1.
Definisi Konseptual
2.
Definisi Operasional
3.
Kisi-kisi Instrumen
4.
Jenis Instrumen
5.
Validasi Instrumen
F. Keabsahan Data
1. Telaah Model Tindakan
2. Validitas
Data
Rabu, 29 Februari 2012
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Pendahuluan
Anda adalah guru yang sudah banyak jam terbangnya, bukan? Pasti Anda punya banyak pengalaman, baik manis maupun pahit, dalam mengajar. Pengalaman manis dapat Anda rasakan ketika siswa-siswa Anda berhasil meraih prestasi, yang sebagian merupakan kontribusi Anda. Dan, Anda pasti menginginkan siswa-siswa Anda selalu berhasil meraih prestasi terbaik. Namun, mungkin keinginan Anda yang mulia tersebut lebih sering tidak tercapai karena berbagai alasan. Misalnya, mungkin Anda sering menemukan siswa-siswa tidak bersemangat, kurang termotivasi, kurang percaya diri, kurang disiplin, kurang bertanggung jawab dsb. Pasti Anda sudah melakukan upaya untuk mengatasinya, tetapi mungkin hasilnya masih jauh dari yang Anda inginkan.
Dan Anda masih ingin mengatasi masalah-masalah yang Anda temukan di kelas, bukan? Mengapa tidak mencoba mengatasinya lewat suatu kegiatan penelitian tindakan? Mendengar kata ’penelitian’ mungkin Anda ingat pengalaman pahit ketika dulu meneliti untuk skripsi Anda karena harus mengembangkan instrumen yang berkali-kali direvisi atas saran dosen pembimbing, harus minta ijin ke sana ke sini, harus terjun ke lapangan menemui responden, yang tidak selalu menyambut dengan ramah kedatangan Anda, harus kecewa karena angket tidak semua dikembalikan, harus menganalisis data dan seirng tersandung masalah statistik, dan setelah analisis selesai, harus kecewa karena hasilnya tidak selalu siap dipraktikkan di dunia nyata. dsb. Singkatnya, kegiatan penelitian tidak mudah karena pertanggungjawaban teoretisnya cukup berat.
Anda tidak perlu mengalami itu semua ketika Anda melakukan penelitian tindakan. Mengapa? Karena jenis penelitian ini memang berbeda dengan jenis penelitian lain. Kalau jenis penelitian lain layaknya dilakukan oleh para ilmuwan di kampus atau lembaga penelitian, penelitian tindakan layaknya dilakukan oleh para praktisi, termasuk Anda sebagai guru. Kalau jenis penelitian lainnya untuk mengembangkan teori, penelitian tindakan ditujukan untuk meningkatkan praktik lapangan. Jadi penelitian tindakan adalah jenis penelitian yang cocok untuk para praktisi, termasuk guru.
Mari kita bicarakan hal ikhwal tentang penelitian tindakan. Kalau Anda pernah mempelajarinya, pembicaraan ini berfungsi untuk menyegarkan kembali atau memperkaya apa yang telah Anda ketahui. Kalau Anda belum tahu banyak, lewat pembicaraan ini Anda akan mengenalnya, memahaminya, dan akhirnya berminat untuk melaksanakannya, untuk mencapai cita-cita Anda yang mulia, yaitu meningkatkan keberhasilan mendidik, mengajar dan melatih murid-murid Anda, yang akan memberikan sumbangan yang signifikan pada peningkatkan kualitas pendidikan nasional. Seperti tercantum dalama UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Pasal 3, pendidikan nasional befungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu tujuan kemerdekaan bangsa kita, seperti dinyatakan pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Oleh sebab itu, upaya Anda untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas merupakan amalan mulia karena memberikan kontribusi dalam mengisi kemerdekaan yang telah direbut lewat pengorbanan yang tidak sedikit.
Kamis, 05 Januari 2012
Desain dan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Raka Joni mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi di mana praktek-praktek tersebut dilakukan (Soedarsono, 2001: 2).
Suharsimi mengatakan bahwa penelitian tidakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi, 2007:3).
Menurut Mulyasa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif. Kolaboratif adalah adanya kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu, keahlian dan profesi dalam memecahkan masalah, sedang partisipatif adalah dilibatkannya melaksanakan kegiatan, dan melakukan penelitian akhir.
Sedangkan menurut Ebbutt dalam R.Wiriaatmadja menuturkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek penelitian oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan reflektif mereka mengenai hasil tindakan-tindakan tersebut (Wiriatmadja, 2005: 12).
Untuk melakukan tindakan kelas, peneliti melakukan sebuah tindakan yang diamati secara terus menerus dilihat dari plus minusnya, kemudian pengubahan kontrol sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tapat (Suharsimi, 2002: 2).
Suharsimi mengatakan bahwa penelitian tidakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi, 2007:3).
Menurut Mulyasa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif. Kolaboratif adalah adanya kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu, keahlian dan profesi dalam memecahkan masalah, sedang partisipatif adalah dilibatkannya melaksanakan kegiatan, dan melakukan penelitian akhir.
Sedangkan menurut Ebbutt dalam R.Wiriaatmadja menuturkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek penelitian oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan reflektif mereka mengenai hasil tindakan-tindakan tersebut (Wiriatmadja, 2005: 12).
Untuk melakukan tindakan kelas, peneliti melakukan sebuah tindakan yang diamati secara terus menerus dilihat dari plus minusnya, kemudian pengubahan kontrol sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tapat (Suharsimi, 2002: 2).
Kamis, 08 Desember 2011
Peningkatan Pemahaman Materi PAI Dengan Melakukan Pendampingan Di Luar Jam Efektif KBM
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Agama merupakan hal yang sangat urgen dalam kehidupan, baik itu anak-anak, remaja, dewasa ataupun orang tua. Jika seseorang tidak memahami ajaran agama dengan baik, maka tak heran jika perbuatan dan perilakunya sangat jauh dari dikatakan baik. Apabila seorang manusia tidak dibekali ilmu agama sejak dini maka di masa mendatang akan sulit untuk mempelajari mulai dari awal, namun itu tidak bisa digeneralisir tapi pada umumnya memang seperti itu. Apalagi remaja, kata ini tidak asing bagi setiap insan karena pada masa inilah pembentukan karakter dari setiap manusia ditentukan. Remaja identik dengan kondisi labil dan penuh gejolak baik yang baik maupun yang buruk, tinggal tergantung pemahaman merka masing-masing.
Pada masa inilah berbagai tawaran dan tantangan dihadapkan bagi eorang remaja, apabila dalam pembentukan pemahaman mereka baik dan tertata untuk disiapkan menjadi anak yang holeh maka tidak akan terlalu khawatir namun jika arahan itu tidak ada dan kontrol yang kurang maka tidak menutup kemungkinan mereka akan mencoba berbagai hal yang menantang dan cenderung negatif. Karenanyalah pendidikan agama bagi remaja sangatlah penting utnutk meluruskan berbagai persepsinya yang salah dan memberikan modal keimanan untuk mengarungi hidupnya dimasa mendatang. Ironisnya sebagian pihak hanya menumpukan pendidikan agama di sekolah yang hanya ada 2 jam pelajaran dalam seminggu. Disisi lain keluarga kurang memperhatikan kemampuan mereka dalam memahami anaknya tentang kebutuhan tersebut maka ini menjadi masalah yang krusial bagi sekolah dalam memberikan bimbingan dan perhatian pada sisi agama.
Didalam kelas rata-rata terdapat 40 siswa yang dibimbing oleh seorang guru agama, memang secara klasikal itu bisa tetapi akan sangat sulit dalam membentuk watak dan karakter mereka menjadi lebih berakhlakul karimah karena itu harus ada usaha ekstra keras dalam memperhatikan mereka dengan mengadakan pendampingan secara pribadi dan pendekatan secara persuasif. Karena itu dalam penelitian tindakan kelas ini akan di bahas mengenai ”Peningkatan pemahaman materi PAI dengan melakukan pendampingan diluar jam Efektif KBM”. Harapanya dari penelitian ini dapat mengungkapkan berbagi permasalahan remaja yang tidak kunjung selesai beserta pendekatannya yang dirasa efektif.
Jumat, 18 November 2011
PTK Bahasa Inggris: MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGUNGKAPKAN MONOLOG DESCRIPTIVE LISAN SEDERHANA YANG BERTERIMA SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 JABON MENGGUNAKAN SISTIM ICARE
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kesulitan paling esensi yang penulis alami ketika membelajarkan siswa bahasa Inggris adalah bagaimana cara membelajarkan siswa untuk mengungkapkan bahasa tersebut secara lisan dan berterima. Pada umumnya siswa kurang mampu mengungkapkan bahasa lisan walaupun mereka telah mengalami pembelajaran dalam beberapa bahasan pada siklus lisan. Beberapa cara sudah penulis lakukan antara lain menambahkan waktu belajar khusus berbicara pada setiap hari sabtu melalui ekstrakurikuler conversation, siswa diberi tugas untuk belajar menggunakan bahasa lisan di sekolah atau di rumah secara berkelompok tetapi hasilnya masih kurang memuaskan karena masih 40% siswa belum terampil mengungkapkan bahasa Inggris secara lisan. Sedangkan 60% lainnya hanya mampu mengungkapkan dengan frekuensi rata-rata dua sampai dengan tiga kalimat saja dan dengan cara menghafalkan tulisan. Inilah fenomena kesulitan yang
Ketika penulis membaca buku Percikan Perjuangan Guru karya Profesor Surya yang menyatakan tentang perubahan paradigma guru pada abad ke 21, salah satu pernyataannya mampu menyadarkan penulis untuk berkreasi didalam membelajarkan siswa dengan cara yang kreatif, pernyataan tersebut tertulis sebagai berikut: “Guru akan lebih tampil tidak lagi sebagai pengajar (teacher) seperti fungsinya menonjol saat ini, melainkan sebagai: pelatih, konselor, manajer belajar, partisipan, pemimpin, dan pelajar ”, (Surya,2003:334).
Sabtu, 12 November 2011
PTK Sejarah Kebudayaan Islam
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin kelihatan nyata.
Dengan kesadaran ini, pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik,
mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk meningkatkan
mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum, perubahan teknik
pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan
lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982, 1991-1992). Untuk meningkatkan mutu
pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, (1)
meningkatkan kualitas guru SLTP/MTs dari lulusan D1 dan D2 menjadi lulusan S1
penyetaraan, (2) menerbitkan suplemen kurikulum SLTP/MTs 1994 yang berisi
tentang materi pelajaran mana yang masih tetap diajarkan pada kelas-kelas
tertentu dan materi mana yang tidak perlu lagi diajarkan serta materi yang wajib
diajarkan (Depdikbud, 1999:5), (3) mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (4)
meningkatkan perbaikan proses belajar mengajar dan hasil belajar melalui
pelatihan-pelatihan guru SD, SLTP, dan SMU.
Senin, 22 Agustus 2011
Upaya Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Penelitian Tindakan Kelas
Ada banyak persoalan yang dihadapi guru pad wktu ia berdiri didepan kelas. Berbgai solusi atau cara penyelesaian masalah juga sudah banyak dibahas dalam berbagai telaah penelitian akademik, baik dalam laporan penelitian berbentuk artikel atau pada jenjang skripsi, tesis, bahkan disertasi. Akan tetapi, guru tiodak dapat memahaminya, apalagi mengaplikasikannya dalam pembelajaran sehari-hari, terutama karena berbagai kendala. Mialnya, guru tidak terlalu memahami teori-teori yang dijadikan landasan atau alat analisis penelitian tersebut. Apa yang mereka butuhkan adalh penelitian pendidikan yang membatasi kegunaannya kepada kebutuhan sehari-hari, agar dapat dimanfaatkan guru yang ingin memeperbaiki kinerjanya.
Rabu, 20 Juli 2011
Bagaimana Merencanakan Alernatif Tindakan Kelas?
Ketika Anda mengembangkan fokus masalah yang Anda rasakan dalam pembelajaran, Anda juga telah mendiagnosis penyebab masalah dan alternatif pemecahannya. Ini berarti secara tidak langsung Anda sudah membayangkan tindakan-tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Terkait dengan perencanaan alternatif tindakan ini pada dasarnya tidak berbeda dengan penyusunan skenario tindakan pembelajaran dalam RPP. Oleh karena itu, apabila Anda sudah terbiasa menyusun skenario pembelajaran dalam RPP, dipastikan Anda dapat merencanakan alternatif tindakan yang akan Anda lakukan dalam PTK. Mudah, bukan?
Terkait dengan perencanaan alternatif tindakan ini pada dasarnya tidak berbeda dengan penyusunan skenario tindakan pembelajaran dalam RPP. Oleh karena itu, apabila Anda sudah terbiasa menyusun skenario pembelajaran dalam RPP, dipastikan Anda dapat merencanakan alternatif tindakan yang akan Anda lakukan dalam PTK. Mudah, bukan?
Bagaimana Mengembangkan Fokus Masalah dan Tujuan PTK?
Selama melaksanakan pembelajaran Anda tentu tidak pernah terhindar dari berbagai masalah, baik masalah yang terkait dengan pengelolaan kelas, media/saran pembelajaran, pemilihan metode/strategi pembelajaran, maupun hal-hal yang bersifat instruksional lainnya. Meskipun banyak masalah, ada kalanya Anda kurang atau tidak sadar bahwa Anda mempunyai masalah. Atau, masalah yang Anda rasakan kemungkinan masih kabur sehingga Anda perlu merenung atau melakukan refleksi agar masalah tersebut menjadi semakin jelas. Oleh karena itu, agar Anda terdorong untuk menemukan masalah, Anda dapat melakukan sharing pendapat dengan kepala sekolah, pengawas, atau teman sejawat. Dengan cara demikian, serangkaian masalah yang terkait dengan pembelajaran akan dapat Anda identifikasi.
Ayo, Menengok Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas
Oleh Masnur MuslichSebagai seorang guru, Anda harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap tugas-tugas keguruan. Komitmen tinggi itu antara lain ditunjukkan oleh sikap yang selalu ingin menjalankan tugas-tugas pembelajaran dengan baik dan maksimal demi keberhasilan dan kesuksesan anak didik. Hanya dengan sikap yang demikian itulah peran Anda dalam dunia pendidikan akan menampak.
Terkait dengan komitmen itu, renungkan puisi “Bangkit bagi Guru” berikut ini. (Diadaptasikan dari puisi “Bangkit Itu” yang pernah dibacakan oleh Dedy Mizwar di televesi dalam rangka menyambut Satu Abad Kebangkitan Nasional.)
Terkait dengan komitmen itu, renungkan puisi “Bangkit bagi Guru” berikut ini. (Diadaptasikan dari puisi “Bangkit Itu” yang pernah dibacakan oleh Dedy Mizwar di televesi dalam rangka menyambut Satu Abad Kebangkitan Nasional.)
Lesson Study untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Pembelajaran
Abstrak:
Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Manfaat yang yang dapat diambil Lesson Study, diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya, (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya, dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study. Lesson Study dapat dilakukan melalui dua tipe yaitu berbasis sekolah dan berbasis MGMP. Lesson Study dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, yang terdiri dari: (1) perencanaan (plan); (b) pelaksanaan (do); refleksi (check); dan tindak lanjut (act).
Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Manfaat yang yang dapat diambil Lesson Study, diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya, (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya, dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study. Lesson Study dapat dilakukan melalui dua tipe yaitu berbasis sekolah dan berbasis MGMP. Lesson Study dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, yang terdiri dari: (1) perencanaan (plan); (b) pelaksanaan (do); refleksi (check); dan tindak lanjut (act).
Selasa, 05 Juli 2011
Desain dan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Raka Joni mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi di mana praktek-praktek tersebut dilakukan (Soedarsono, 2001: 2).
Suharsimi mengatakan bahwa penelitian tidakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi, 2007:3).
Suharsimi mengatakan bahwa penelitian tidakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi, 2007:3).
Implementasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.
Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.
Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.
Jumat, 17 Juni 2011
Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research)
A. PENGERTIAN
Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action research pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis action research, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.
Action research termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil action research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan yang dimliki peneliti.
Sabtu, 04 Juni 2011
Penelitian Tindakan Kelas
A. Latar Belakang
Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) semakin menjadi trend untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Awal mulanya, PTK, ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial (pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu. PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.
Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Selain itu sebagai penelitian terapan, disamping guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tidak perlu harus meninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti.
Langganan:
Postingan (Atom)













