Penilaian Harus Berdasarkan Standar
Suatu standar, serendah apapun selalu akan dibutuhkan sebab standar
berperan sebagai patokan dan sekaligus pemicu untuk perbaikan aktivitas
dalam kehidupan. Pada konteks pendidikan, standar tentunya juga akan
dibutuhkan dalam rangka acuan minimal terkait kompetensi yang musti
dipenuhi oleh seorang lulusan pada sebuah lembaga pendidikan (sekolah)
dengan demikian tiap calon lulusan akan dinilai apakah ia telah dapat
memenuhi standar minimal yang ditetapkan. Melalui penerapan standar
dalam bentuk SKL, KI, dan KD sebagai acuan bagi proses pendidikan, maka
dapat diharapkan seluruh komponen yang terlibat dalam pengelolaan
pendidikan pada semua tingkatan, termasuk siswa sendiri akan berusaha
untuk mengarahkan upayanya pada pencapaian standar dikehendaki
(ditetapkan). Melalui pendekatan demikian, dapat diharapkan guru akan
memiliki orientasi yang jelas tentang apa yang harus dikuasai siswanya
pada setiap tingkatan dan jenjang, serta pada saat yang sama guru tetap
diberi kebebasan yang luas dalam merancang dan melakukan proses
pembelajaran yang dipandangnya terefektif dan terefisien dalam mencapai
standar tersebut. Guru akan terus dipicu agar dapat menerapkan
prinsip-prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) dan tidak sekedar
berorientasi pada pencapaian target kurikulum semata.















