STIT AT-TAQWA CIPARAY BANDUNG

Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN

I. Pendahuluan

Selaras dengan tuntutan kompetensi yang harus dimiliki guru (kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesi), pengembangan bahan ajar (materi pembelajaran) dan media merupakan salah satu kewajiban yang diemban guru untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki, pada gilirannya dapat meningkatkan eksistensinya sebagai guru yang profesional. 
Permasalahan lain yang ada sekarang ini adalah pemahaman guru yang bervariasi tentang KTSP. Perbedaan pemahaman akan berdampak pada penjabaran kemampuan-kemampuan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga berakibat makin lebarnya variasi terhadap pemahaman dalam pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku.
Pemilihan bahan ajar dan media pembelajaran terkait erat dengan pengembangan silabus, yang di dalamnya terdapat standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok, pengalaman belajar, metoda, evaluasi dan sumber. Selaras dengan pengembangan silabus maka materi pembelajaran yang akan dikembangkan  sudah semestinya tetap memperhatikan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar, kesesuaian dengan materi pokok yang diajarkan, mendukung pengalaman belajar, ketepatan metoda dan media pembelajaran, dan sesuai dengan indikator untuk mengembangkan asesmen.
Pedoman pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran ini merupakan rambu-rambu yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran. Sejumlah manfaat yang dapat dipetik dari pedoman pengembangan bahan ajar dan media  pembelajaran ini bagi para pengembang bahan ajar dan media  pembelajaran (dalam hal ini adalah guru) di antaranya adalah untuk:
1)       memperoleh gambaran tentang cara menganalisis bahan ajar dan media yang akan diajarkan;
2)       memperoleh gambaran tentang cara-cara analisis pedagogik yang akan diterapkan dalam pembelajaran;
3)       dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola bahan ajar dan media pembelajaran;
4)       lebih kritis menyesuaikan bahan ajar dan media yang dikembangkannya dengan karakteristik siswa;
5)       dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengembangkan kurikulum sekolah;
6)       berpeluang menjadi guru yang profesional terkait  dengan kompetensi pedagogis, kompetensi profesi, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Selasa, 25 September 2012

LANDASAN TEORI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Pada binatang, selain untuk seks, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya “otak reptil” menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain “tingkat tinggi”.

Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, lisan, “gesture” dan ”broadcasting”. Komunikasi dapat berupa intekaktif, transaktif, betujuan atau tak bertujuan..
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Dewasa ini komunikasi menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia zaman sekarang. Bahkan dapat dikatakan, seluruh aspek kehidupan seperti bidang sosial, politik, dan ekonomi, telah bersentuhan dengan teknologi. Dalam bidang sosial, teknologi telah mempercepat terjadinya komunikasi dan mampu mempererat hubungan manusia dari berbagai belahan dunia.
B. Perkembangan Teknologi Komunikasi
Menurut Robert l. Mathis dan Jhon H. Jackson (2004) kontributor utama globalisasi adalah perkembangan dan evolusi telekomunikasi dan teknologi yang membantu pengiriman informasi yang cepat. Teknologi komunikasi seperti satelit telah menghadirkan televisi dan layanan telepon nirkabel ke desa-desa terpencil di Afrika, India, China, dan Amerika Latin. Pertumbuhan pengunaan internet di seluruh dunia telah menjadikan orang-orang dan perusahaan-perusahan dapat dengan mudah berkomunikasi dan memiliki akses data dalam jumlah yang sangat besar.

Kamis, 22 Maret 2012

Peningkatan Aktualisasi & Mutu Proses Pembelajaran dgn Interactive Skill Station Berbasis TI

A. Pendahuluan
Sekolah dalam rangka meningkatkan daya saing memerlukan pembelajaran yang lebih efektif dan padu antara dimensi pengetahuan dan dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif pembelajarannya di dalam domain pilar pendidikan. Tujuan kompetensi akan dicapai melalui kurikulum. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk penguasaan dimensi prosedural pengetahuan dan dimensi kognitif pada jenjang kreativitas, melalui berbagai cara/metode pembelajaran. Di dalam materi pembelajaran tersebut dimensi afektif dan psikomotorik pengetahuan telah disatukan dengan kognitif.
Oleh karena itu materi dan proses pembelajaran di sekolah tidak lagi berbentuk teacher-centered content-oriented (TCCO), tetapi diganti dengan menggunakan prinsip student-centered learning (SCL). Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyediakan banyak cara mendapatkan informasi sumber belajar. Hal ini memberikan peluang untuk mengembangkan metode pembelajaran baru yang secara optimal memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 ayat 1 menyatakan proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan terdapat tuntutan adanya pergeseran paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran.
Paradigma pengajaran yang lebih menitikberatkan peran pendidik dalam mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didiknya bergeser pada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, berakhlak mulia, berkepribadian, memiliki kecerdasan, memiliki estetika, sehat jasmani dan rohani, serta keterampilan yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Senin, 07 November 2011

TEORI KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan suatu hal yang bersifat bisa diartikan oleh siapa pun dan dari latar belakag apa pun. Dan itu merupakan pemahaman yang sesuai dengan apa yang mereka pahami tentang komunikasi tersebut. Dan tidak kelak dapat memberikan definisi yang belum tentu, dan juga bisa terjadi adalah pendefinisian yang salah. Karena hal itu tersebut tidak bisa lepas dari latar belakang tokoh yang memberikan pendifinisian tersebut.
Diantara banyaknya tokoh yang memberikan pengertian dari komunikasi adalah sebagai berikut, diantaranya :
1. Definisi Forsdale
seperti yang dikemukakan oleh Forsdale yang merupakan pakar sosiologi ternama di Amerika Serikat, bahwa “Communication is the prosces by wich on individual transmit stimuli usally verbal” yang berarti bahwa komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang dalam bentuk verbal guna mengubah tingkah laku orang lain. Dalam definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses bukan sebagai suatu hal lain
2. Brent Ruben
ia memberikan definisi komunikasi yang lebih komprehensif sebagai berikut dibawah ini, yaitu : komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat sehingga menciptakan, mengirimkan , dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain

Rabu, 26 Oktober 2011

KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN

ABSTRAK
Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi. Komunikasi adalah proses pengiriman informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk tujuan tertentu. Komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan.
Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.

Komunikasi Dalam "Pembelajaran"

Komunikasi dalam pembelajaran sangatlah penting karena tanpa adanya kamunikasi suatu pembelajaran tidak akan bisa sukses. Dan dalam makalah ini insyaallah akan kami terangkan beberapa perkara yang berkaitan dengan komunikasi pembelajaran. Apa sajakah macam-macam komunikasi dalam pembelajaran? Bagaimanakah pemanfaatan TIK dalam pembelajaran? Apakah yang menyebabkan kegagalan komunikasi dalam pembelajaran? Semuanya akan kami bahas dalam makalah ini.

Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.
Komunikasi sebagai Ilmu Struktur ilmu pengetahuan meliputi aspek aksiologi, epistomologi dan ontologi. Aksiologi mempertanyakan dimensi utilitas (faedah, peranan dan kegunaan). Epistomologi menjelaskan norma-norma yang dipergunakan ilmu pengetahuan untuk membenarkan dirinya sendiri. Sedangkan ontologi mengenai struktur material dari ilmu pengetahuan

Kegunaan media komunikasi dalam pembelajaran

Education Resources – Selain untuk menyajikan pesan, sebenarnya ada beberapa fungsi lain yang dapat dilakukan oleh media. Namun jarang sekali ditemukan seluruh fungsi tersebut dipenuhi oleh media komunikasi dalam suatu sistem pembelajaran. Sebaliknya suatu program media tunggal seringkali dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus secara simultan. Fungsi-fungsi tersebut antara lain:
1. Memberikan pcngetahuan tentang tujuan belajar
Pada permulaan pembelajaran, siswa perlu diberi tahu tentang pengetahuan yang akan diperolehmya atau ketrampilan yang akan dipelajarinya. Kepada siswa harus dipertunjukkan apa yang diharapkan darinya, apa yang harus dapat ia lakukan untuk menunjukkan bahwa ia telah menguasai bahan pelajaran dan tingkat kesulitan yang diharapkan. Untuk pembelajaran dalam kawasan perilaku psikomotor atau kognitif, media visual khususnya yang menampilkan gerak dapat mempertunjukkan kinerja (performance) yang harus dipelajari siswa. Dengan demikian dapat menjadi model perilaku yang diharapkan dapat dipertunjukkannya pada akhir pembelajaran.

Pengaruh Komunikasi dalam Pembelajaran

Dalam pembelajaran, guru melakukan komunikasi dengan siswa. Media yang digunakan beragam, ada yang menggunakan media pandang, ada yang menggunakan media dengar, ada pula yang menggunakan media pandang dengar. Namun, apa pun media yang digunakan, tujuan utama komunikasi adalah tersampaikannya pesan dari komunikator (the message sender) ke komunikan (the message receiver). Dalam pembelajaran istilahnya adalah tersampaikannya pesan pembelajaran dari guru ke siswa.
Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa saling berkomunikasi. Jika komunikasi kedua pihak efektif, maka pembelajaran efektif. Namun jika komunikasi kedua pihak tidak efektif maka pembelajaran pun tidak efektif. Efektivitas pembelajaran dapat diukur dari tercapainya tujuan pembelajaran oleh siswa. Atas dasar pemikiran ini maka komunikasi memiliki pengaruh yang besar dalam pembelajaran. Berhasil atau tidaknya sebuah proses pembelajaran bisa bergantung pada efektif-tidaknya komunikasi antara guru dan siswa.

TEKNIK DAN MODEL KOMUNIKASI DALAM OPTIMALISASI PROSES BELAJAR MENGAJAR

ABSTRAKSI

Proses belajar mengajar (PBM) merupakan suatu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara mahasiswa dengan dosen, antara siswa dengan guru”. Di dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan (transform) dan pengalihan (transfer) pengetahuan, keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik, dosen, guru) kepada komunikan (subyek didik, mahasiswa, siswa) sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

PENDAHULUAN
Pada saat ini masih banyak didapati di berbagai institusi pendidikan, pelatihan, termasuk di Perguruan tinggi, yang dalam mengajar masih konvensional. Dalam arti, pengajar (baik guru atau dosen) mengajar secara alami sesuai dengan bakat mengajar yang dimiliki. Ada juga guru/dosen yang mengajarnya cenderung meniru gaya orang yang dahulu pernah menjadi guru atau dosennya.
Kenyataan diatas akan menimbulkan beberapa persoalan, baik bagi pengajar maupun peserta didik. Tipe pertama misalnya, akan minimblukan masalah bagi dosen/guru yang tidak mempunyai bakat mengajar atau mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan pesansecara lisan, adapun untuk tipe kedua, jika tidak hati-hati, dosen/guru cenderung akan meniru gaya orang yang diidolakannya, tanpa melihat sisi kelemahannya.
Bekenaan dengan itu, tulisan ini mencoba memberikan beberapa petunjuk bagi para pembaca yang berprofesi sebagai guru/dosen pengajar atau profesi dalam bentuk bahkan lainnya, khususnya bagi mereka yang bukan lulusan Institut keguruan dan ilmu pendidikan atau Perguruan tinggi sejenis. Tulisan ini disajikan berdasarkan pengalaman penulis mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam bidang penyampaian materi dalam mengajar, ditambah pengalaman para penulis menyampaikan materi dalam perkuliahan dan persentasi di berbagai institusi pendidikan dan seminar/pelatihan.

Komunikasi Pembelajaran yang Efektif

Bahasa yang digunakan dan proses berpikir yang sedang dilakukan seorang guru sangat berkaitan erat dengan kejelasannya dalam berkomunikasi dengan siswa-siswanya. Komunikasi yang jelas dalam sebuah pembelajaran adalah salah satu syarat pembelajaran dapat berlangsung efektif. Jadi bila kita ingin menjadi guru yang efektif, marilah kita bersama-sama memperbaiki kemampuan kita berkomunikasi kepada siswa-siswa kita pada setiap pembelajaran yang kita laksanakan. Setuju?
Ada beberapa komponen dalam komunikasi pembelajaran yang efektif, yaitu: (1) penggunaan terminologi yang tepat; (2) presentasi yang sinambung dan runtut; (3) sinyal transisi atau perpindahan topik bahasan; (4) tekanan pada bagian-bagian penting pembelajaran; dan (5) kesesuaian antara tingkah laku komunikasi verbal dengan tingkah laku komunikasi nonverbal.
Yuk kita pertajam satu-satu. ;)