1. Pengertian Psikologi Agama
Psikologi agama berasal dari dua suku kata, yaitu psikologi dan agama. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. Psikologi secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang gejala jiwa manusia yang normal, dewasa dan beradab (Jalaluddin, dkk).
Sedangkan Agama, menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada tuhan, atau juga disebut dengan nama dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Menurut Harun Nasution, agama berasal darikata Al-Din yang berarti undang -undang/ hukum, religi (latin) atau relege berarti mengumpulkan dan membaca. Kemudian religare berarti mengikat. Dan kata Agama terdiri dari kata akronim dari a ; tidak, gam; per gi yang berarti tetap di tempat dan diwarisi turun menurun.
Menurut Zakiah Darajat, psikologi agama adalah meneliti dan menelaah kehidupan beragama pada seseorang yang mempelajari berapa besar pengaruh kenyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. Di sampinga itu, psikologi agama jua mempelajari pertumbuhan dan perkembangan jiwa agama pada seseorang, serta faktor-faktor yang mem pengaruhi kenyakinan tersebut.
Psikologi agama berasal dari dua suku kata, yaitu psikologi dan agama. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. Psikologi secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang gejala jiwa manusia yang normal, dewasa dan beradab (Jalaluddin, dkk).
Sedangkan Agama, menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada tuhan, atau juga disebut dengan nama dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Menurut Harun Nasution, agama berasal darikata Al-Din yang berarti undang -undang/ hukum, religi (latin) atau relege berarti mengumpulkan dan membaca. Kemudian religare berarti mengikat. Dan kata Agama terdiri dari kata akronim dari a ; tidak, gam; per gi yang berarti tetap di tempat dan diwarisi turun menurun.
Menurut Zakiah Darajat, psikologi agama adalah meneliti dan menelaah kehidupan beragama pada seseorang yang mempelajari berapa besar pengaruh kenyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. Di sampinga itu, psikologi agama jua mempelajari pertumbuhan dan perkembangan jiwa agama pada seseorang, serta faktor-faktor yang mem pengaruhi kenyakinan tersebut.
http://pujanggawati.blogspot.com/2010/03/makalah-psikologi-agama.html
Dengan demikian dapat didefinisikan, psikologi agama adalah ilmu yang
membahas tentang aktivitas dalam diri manusia dan mencakup salah satu
aspek jiwa yaitu agama.
2. Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan Islam diartikan sebagai upaya sadar yang dilakukan oleh mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap pembinaan, bimbingan, pengembangan serta pengarahan potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat berfungsi dan berperan sebagaimana hakikat kejadiannya (jalaluddin, 2004: 19).
Pendidikan Agama islam adalah sebuah upaya nyata yang akan mengantarkan umat islam kepada perkembangan rasa agama. Umat Islam akan lebih memahami dan terinternalisasi esensi rasa Agama itu sendiri. Pertama yaitu rasa bertuhan, rasa bertuhan ini meliputi merasa ada sesuatu yang maha besar yang berkuasa atas dirinya dan alam semesta, ada rasa ikatan dengan sesuatu tersebut, rasa dekat, rasa rindu, rasa kagum dan lain -lain. Kedua yaitu rasa taat, rasa taat ini meliputi ada rasa ingin mengarahkan diri pada kehendak -Nya dan ada rasa ingin mengikuti aturan-aturan-Nya.
Adapun unsur-unsur pendidikan (pengajaran) di dalam al-Qur’an seperti: mauizah atau nasihat, dengan bercerita, perumpamaan, mensupport (pahala dan siksa), dan peristiwa-peristiwa yang mengiringi kejadian. (Mahmud Khalifah, 2009:31)
2. Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan Islam diartikan sebagai upaya sadar yang dilakukan oleh mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap pembinaan, bimbingan, pengembangan serta pengarahan potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat berfungsi dan berperan sebagaimana hakikat kejadiannya (jalaluddin, 2004: 19).
Pendidikan Agama islam adalah sebuah upaya nyata yang akan mengantarkan umat islam kepada perkembangan rasa agama. Umat Islam akan lebih memahami dan terinternalisasi esensi rasa Agama itu sendiri. Pertama yaitu rasa bertuhan, rasa bertuhan ini meliputi merasa ada sesuatu yang maha besar yang berkuasa atas dirinya dan alam semesta, ada rasa ikatan dengan sesuatu tersebut, rasa dekat, rasa rindu, rasa kagum dan lain -lain. Kedua yaitu rasa taat, rasa taat ini meliputi ada rasa ingin mengarahkan diri pada kehendak -Nya dan ada rasa ingin mengikuti aturan-aturan-Nya.
Adapun unsur-unsur pendidikan (pengajaran) di dalam al-Qur’an seperti: mauizah atau nasihat, dengan bercerita, perumpamaan, mensupport (pahala dan siksa), dan peristiwa-peristiwa yang mengiringi kejadian. (Mahmud Khalifah, 2009:31)



.jpg)












