
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Banyaknya fenomena penindasan rakyat yang dilakukan oleh
pemerintah yang sedang berkuasa merupakan realitas yang sering kita lihat dan
kita dengar dalam setiap pemberitaan pers, baik melalui media elektronik maupun
media cetak. Sebut saja kasus penindasan yang terjadi di Indonesia yang ketika
Orba masih berkuasa, yakni penindasan terhadap keberadaan hak tanah rakyat yang
diambil penguasa dengan alas an pembangunan. Atau jagu realitas pengekangan dan
pembungkaman kebebasan pers dengan adanya pemberedalan beberapa media masssa
oleh penguasa, serta pembantaian para ulama (kiayi) dengan dalil dukun santet
sekitar tahun 1999 yang dilakukan oleh kelompok oknum yang tidak bertanggung
jawab. Hal ini merupakan bagian kecil dari fenomena kehidupan yang sangat tidak
menghargai terhadap posisi rakyat di hadapan penguasa dan bagian dari fenomena
kehidupan yang tidak menghargai kebebasan berserikat dan berpendapat.
Melihat bagian kecil dari realitas tersebut, apa yang
saudara pikirkan ketika saudara mendengar atu melihat fenomena pembantaian massal?
Apa yang saudara pikirkan ketika mendengar dan mengetahui penculikan para
aktivis demokrasi diberbagai Negara , termasuk Indonesia? Apa yang saudara
lakuan ketika menyaksikan pembatasan ruang public untuk mengemukakan pendapat
di muka umum?.
Pertanyaan-pertantaan
tersebut pada akhirnya akan bermuara pada perlunya dikaji kembali kekuatan rakyat
/ masyarakat dalam konteks interaksi-relationship,
baik antara rakyat dengan Negara, maupun antara rakyat dengan rakyat. Kedua
pola hubungan interaksi tersebut akan memposisikan rakyat sebagai bagian
integral dalam komunitas Negara yang memiliki kekuatan bargaining dan menjadi komunitas masyarakat sipil yang memiliki
kecerdasan, analisi kritis yang tajam serta mampu berinteraksi di lingkungannya
secara demokratis dan berkeadaban.
Kemungkinan akan
adanya kekuatan masyarakat sebagai dari komunitas bangsa ini akan menghantarkan
pada sebuah wacana yang saat ini sedang berkembangan, yakni Masyarakat madani. Masyarakat madani muncul bersamaan dengan proses
modernisasi, terutama pada saat terjadi transformasi dari masyarakat feudal
menuju masyarakat barat modern, yang saat itu lebih dikenal dengan istilah civil society.

















